facebook

Korban Banjir di Sembakung Minta Peningkatan Jalan, Mensos Sumbang Rp3 Miliar

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah
Korban Banjir di Sembakung Minta Peningkatan Jalan, Mensos Sumbang Rp3 Miliar
Menteri Sosial, Tri Rismaharini. (Restu Fadilah/Suara.com)

Risma juga siap membawa permintaan penataan Sungai Sembakung ke Presiden.

Suara.com - Hasan, salah satu korban banjir di Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) meminta ada peningkatan jalan dari Kecamatan Sembakung Atulai hingga ke Desa Tepian. Sampai saat ini, akses jalan aspal baru tersedia dari Desa Lubakan hingga Desa Atap.

Menurut Hasan, peningkatan jalan penting untuk menangani persoalan banjir yang kerap menimpa wilayah tersebut. Sebab, jika ada jalan masyarakat bisa langsung naik ke jalan. Contohnya, di Desa Lubak, setiap kali terjadi banjir, warga di sana terisolir dan tak bisa pergi kemana-mana karena tidak ada jalan.

"Ada beberapa desa, contohnya Desa Lubak, itu terisolie kalau ada banjir. Harapan kami ada jalan darat lah, karena kalau kita buat jalan sedikit banyak dapat mengurangi beban kami, kalau sudah banjir, ada jalan lebih enak, bisa naik ke jalan, kalau tidak ada jalan, sudah banjir terisolasilah kita," kata Hasan di hadapan Menteri Sosial, Tri Rismaharini pada Minggu, (10/1/2022).

Mendengar keluh kesah dan aspirasi tersebut, Risma bergerak cepat. Dia menyumbangkan uang sebanyak Rp3 miliar untuk peningkatan jalan mengatakan. Ini disampaikan langsung oleh Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal Arifin Paliwang.

Baca Juga: Donasi Rumah Gala Sky Terancam Disita, Muncul Tagar Kemensos Are You Oke?

"Soal jalan, bu Menteri memberikan bantuan Rp3 miliar, sisanya nanti dari saya," ucap Zainul yang ditanggap dengan tepuk tangan warga.

Penatan Sungai Sembakung

Camat Lumbis Pansiangan, Lumbis. (Restu Fadilah/Suara.com)
Camat Lumbis Pansiangan, Lumbis. (Restu Fadilah/Suara.com)

Selain peningkatan jalan, Camat Lumbis Pansiangan, Lumbis menjelaskan, banjir yang melanda enam kecamatan di Kabupaten Nunukan merupakan banjir kiriman dari Malaysia.

"Bicara mengenai banjir, sumbernya itu dari Malaysia, sebab hutan kami di sini masih bagus kok. Tapi di atas perbatasan (hutannya) sudah gundul, di atas sana ada tiga kota besar yaitu Nabawan, Keningau dan Tenom, itulah limbah yang mereka kirim setiap tahun," katanya.

Atas dasar itu, Lumbis meminta Risma untuk segera menyampaikan aspirasi ini ke Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan pihak-pihak terkait lainnya.

Baca Juga: Rencana PDIP Menuju 2029, Pasang Risma dan Gibran di Pilgub DKI Jakarta

Lumbis berharap, segera ada penyelesaian antara pemerintah Indonesia dengan pihak kerajaan Malaysia. Misalnya, dibuatkan semacam program penataan sungai bersama Sungai Mekong.

Komentar