Sejarah Gempa Megathrust dan Tsunami di Selatan Jawa, Sudah Terjadi Sejak 1780 dari Banyuwangi hingga Jawa Barat

Rifan Aditya | Suara.com

Selasa, 18 Januari 2022 | 18:03 WIB
Sejarah Gempa Megathrust dan Tsunami di Selatan Jawa, Sudah Terjadi Sejak 1780 dari Banyuwangi hingga Jawa Barat
Gempa thrust dan potensi tsunami di selatan Jawa, ilustrasi tsunami dan Gempa Megathrust (pixabay)

Suara.com - Bagaimana sejarah gempa megathrust dan tsunami di selatan Jawa? Masyarakat yang selalu update informasi di internet menjadi sedikit risau dengan kabar potensi gempa megathrust dan tsunami di selatan Jawa. Potensi tersebut disampaikan oleh peneliti ITB.

Berlainan dengan keterangan dari peneliti ITB, Kepala Bidang Mitigasi GempaBumi dan Tsunami, BMKG, justru meminta masyarakat tidak khawatir secara berlebihan. Meskipun demikian potensi gempa megathrust dan tsunami di selatan Jawa ini masih terus dibicarakan. Agar anda lebih tahu dan tidak khawatir, mari disimak penjelasan sejarah gempa megathrust dan tsunami di selatan Jawa berikut.

Sudah tercatat sejak tahun 1700-an

Sejarah gempa megathrust dan tsunami di selatan Jawa sudah tercatat dalam sejarah sejak tahun 1700-an. Sejak tahun tersebut, zona megathrust dan tsunami di selatan Jawa sudah terjadi selama beberapa kali. 

Aktivitas gempa besar atau disebut dengan major earthquake dan gempa dahsyat atau great earthquake sering terjadi.  Sejarah gempa megathrust di selatan Jawa secara berurutan sebagai berikut:

  • Tahun 1780 dengan kekuatan 8,5 magnitudo
  • Tahun 1859 dengan kekuatan 8,5 magnitudo 
  • Tahun 1903 dengan kekuatan 7,9 magnitudo
  • Tahun 1921 dengan kekuatan 7,5 magnitudo
  • Tahun 1937 dengan kekuatan 7,2 magnitudo
  • Tahun 1943 dengan kekuatan 8,1 magnitudo
  • Tahun 1981 dengan kekuatan 7,0 magnitudo 
  • Tahun 1994 dengan kekuatan 7,9 magnitudo 
  • Tahun 2006 dengan kekuatan 7,8 magnitudo 
  • Tahun 2009 dengan kekuatan 7,3 magnitudo

Tsunami di Wilayah Selatan Jawa

Sejarah gempa megathrust dan tsunami di selatan Jawa seperti sebuah kesatuan karena setiap terjadi gempa besar, masyarakat di daerah pesisir akan secara otomatis berpikir tentang potensi tsunami.

Bukti pernah ada peristiwa tsunami di Selatan Jawa dapat dilihat dalam katalog tsunami Indonesia yang diterbitkan oleh BMKG. Dalam katalog tersebut disebutkan tsunami pernah terjadi pada tahun: 

  • 1840
  • 1859 
  • 1921
  • 1994
  • 2006

Perlu untuk Anda ketahui, dikutip dari kkp.go.id, zona gempa megathrust adalah Istilah untuk menyebut sumber gempa di zona subduksi lempeng di mana subduksi kedalaman dangkal dan landai kurang dari 50 km. Zona subduksi ini dianalogikan sebagai “patahan naik yang  besar”, sehingga disebut zona megathrust . 

Lantas, wilayah mana saja di selatan Jawa yang pernah dilanda tsunami? Berikut berdasarkan catatan katalog gempa bumi dari Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVBMG). Terdapat 11 kali kejadian tsunami yang diawali oleh gempa bumi dan daerah-daerah yang dilanda tsunami adalah sebagai berikut:

  • Tsunami Banyuwangi (1818)
  • Tsunami Bantul (1840)
  • Tsunami Tulungagung (1859)
  • Tsunami Kebumen (1904)
  • Tsunami Jember (1921)
  • Tsunami Pangandaran (1921) 
  • Tsunami Banyuwangi (1925)
  • Tsunami Purworejo (1957)
  • Tsunami Banyuwangi (1994)
  • Tsunami Pangandaran (2006)
  • Tsunami Jawa Barat Selatan (2009) 

Demikian informasi yang berhubungan dengan sejarah gempa megathrust dan tsunami di selatan Jawa. Harap diperhatikan dan selalu berhati-hati karena wilayah Indonesia memang rawan gempa. 

Kontributor : Mutaya Saroh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dampak Tsunami Tonga, Sejumlah Desa Hancur hingga Bangunan di Pulau Atata Lenyap

Dampak Tsunami Tonga, Sejumlah Desa Hancur hingga Bangunan di Pulau Atata Lenyap

Jogja | Selasa, 18 Januari 2022 | 14:57 WIB

Gempa Megathrust Adalah Pecahnya Batas Lempeng, Benarkah?

Gempa Megathrust Adalah Pecahnya Batas Lempeng, Benarkah?

Tekno | Minggu, 16 Januari 2022 | 20:17 WIB

Belum Pernah Gempa Besar Ratusan Tahun, Segmen Megathrust Selat Sunda Harus Diwaspadai

Belum Pernah Gempa Besar Ratusan Tahun, Segmen Megathrust Selat Sunda Harus Diwaspadai

Tekno | Sabtu, 15 Januari 2022 | 17:10 WIB

Megathrust Selat Sunda Belum Pernah Gempa Besar, BMKG: Ini Ancaman Sesungguhnya

Megathrust Selat Sunda Belum Pernah Gempa Besar, BMKG: Ini Ancaman Sesungguhnya

Jabar | Sabtu, 15 Januari 2022 | 18:30 WIB

Terkini

Jalan Senyap ke Bantaran Rel Senen, Pengamat: Prabowo Jungkirbalikkan Konsep Blusukan

Jalan Senyap ke Bantaran Rel Senen, Pengamat: Prabowo Jungkirbalikkan Konsep Blusukan

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 19:54 WIB

Kasus Ratu Sabu Dewi Astutik Masuk Tahap Akhir: Pelimpahan Awal April, Jaringan Global Terus Diburu!

Kasus Ratu Sabu Dewi Astutik Masuk Tahap Akhir: Pelimpahan Awal April, Jaringan Global Terus Diburu!

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 19:51 WIB

Artis Legenda JAV Ditangkap Polisi karena Curi Roti Lapis Rp 31 Ribu

Artis Legenda JAV Ditangkap Polisi karena Curi Roti Lapis Rp 31 Ribu

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 19:45 WIB

Akibat Panas Esktrem, Makam Kuno dan Desa yang Hilang Tahun 1974 di Pedu Muncul Lagi

Akibat Panas Esktrem, Makam Kuno dan Desa yang Hilang Tahun 1974 di Pedu Muncul Lagi

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 19:22 WIB

Suami Istri Tewas dengan Kepala Terpenggal di Rumah, Sang Anak Ikut Meninggal

Suami Istri Tewas dengan Kepala Terpenggal di Rumah, Sang Anak Ikut Meninggal

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 19:04 WIB

Cerita Perantau Tempuh Perjalanan Panjang hingga Apresiasi Pemerintah atas Kelancaran Mudik Lebaran

Cerita Perantau Tempuh Perjalanan Panjang hingga Apresiasi Pemerintah atas Kelancaran Mudik Lebaran

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 18:58 WIB

Kebijakan WFH Sekali Sepekan untuk Hemat BBM, Pramono: DKI Jakarta Tunggu Arahan Pusat

Kebijakan WFH Sekali Sepekan untuk Hemat BBM, Pramono: DKI Jakarta Tunggu Arahan Pusat

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 18:57 WIB

PM Malaysia Anwar Ibrahim ke Jakarta, Ingin Bertemu Prabowo Bahas Dampak Konflik Asia Barat

PM Malaysia Anwar Ibrahim ke Jakarta, Ingin Bertemu Prabowo Bahas Dampak Konflik Asia Barat

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 17:52 WIB

Imbauan Hemat LPG dari Menteri ESDM Tuai Respons Pedagang: Kalau Diirit Bisa Kacau Jualannya!

Imbauan Hemat LPG dari Menteri ESDM Tuai Respons Pedagang: Kalau Diirit Bisa Kacau Jualannya!

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 17:47 WIB

DPR Ingatkan RI Jaga Politik Bebas Aktif di Tengah Ketegangan di Selat Hormuz

DPR Ingatkan RI Jaga Politik Bebas Aktif di Tengah Ketegangan di Selat Hormuz

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 17:46 WIB