facebook

Soal Kepala Otorita IKN, Politisi PPP: Tidak Harus Pak Ahok, Banyak Figur-Figur Lain

Aprilo Ade Wismoyo
Soal Kepala Otorita IKN, Politisi PPP: Tidak Harus Pak Ahok, Banyak Figur-Figur Lain
Ilustrasi Basuki Tjahaja Purnama/Ahok. [Suara.com/Eko Faizin]

"Presiden enggak usah didikte siapa sosok yang akan ditunjuk sebagai kepala otorita," jelasnya.

Suara.com - Nama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok diajukan PDIP untuk menjadi calon kepala otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Usulan itu pun lantas menuai banyak penolakan dari kalangan politisi.

Melansir Wartaekonomi.co.id -- jaringan Suara.com, kini giliran politisi PPP yang menolak Ahok. Ketua DPP PPP Achmad Baidowi mempertanyakan kenapa harus Ahok yang menjadi Kepala Otorita Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kaltim.

Ketua DPP PPP Achmad Baidowi mempertanyakan kenapa harus Ahok yang ditunjuk atau mau ditetapkan menjadi Kepala Otorita IKN di Kaltim.

Sebab, masih banyak sosok atau figur lain di Indonesia selain Ahok.

Baca Juga: PDIP Curiga Uang Talangan Proyek Sirkuit Formula E Pakai Dana CSR, Ahok Disebut Cocok Jadi Kepala Otorita IKN

"Tidak harus Pak Ahok, banyak figur-figur yang lain saya kira," kata Achmad Baidowi kepada wartawan, Jumat (28/1).

Dia meminta semua pihak agar tidak mendikte Presiden Jokowi untuk menentukan kepala otorita IKN baru di Kaltim.

Wakil Sekjen PPP Achmad Baidowi. (Suara.com/Ria Rizki).
Politisi PPP Achmad Baidowi. (Suara.com/Ria Rizki).

Menurut dia, meskipun kepala otorita itu sifatnya pemerintah daerah khusus, namun setingkat kementerian mengenai pengalokasian anggarannya.

"Presiden enggak usah didikte siapa sosok yang akan ditunjuk sebagai kepala otorita," jelasnya.

"Biarlah presiden diberikan keleluasaan tentunya presiden sudah mengantongi calon yang pas, tidak usah dipaksa-paksa," pungkasnya.

Baca Juga: Roy Suryo: Logika Waras Pemindahan IKN Baru Tak Ketemu, Apalagi Calon Kepala Otoritasnya Mantan Penista Agama

Sebelumnya, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto sebelumnya mengatakan PDIP memiliki nama yang dinilai layak untuk memimpin IKN.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar