Mengungsi karena Perang, Nestapa Warga Nduga Papua 4 Tahun Merayakan Natal dalam Duka

Reza Gunadha

Kamis, 03 Februari 2022 | 14:27 WIB
Mengungsi karena Perang, Nestapa Warga Nduga Papua 4 Tahun Merayakan Natal dalam Duka
[Suara.com/Ema Rohimah]

Suara.com - Orang bilang, kalau kau melakukan perjalanan di Tanah Papua belum lengkap tanpa kakimu menapak di Wamena. Sebuah kota yang berada di punggung negeri Cendrawasih. Sejuk angin kurima yang bertiup dari lembah Baliem akan membuatmu betah berlama-lama di sana. Dan yang terbaik dari tanah ini adalah manusianya.

Mereka akan selalu merentangkan kedua tangannya di udara dan mendekapmu ke dalam dada menyambut kedatanganmu. Dalam waktu singkat, kau akan kami anggap sebagai anak, sebagai adik, sebagai kakak, juga sebagai nayak yang berarti keluarga.

Semuanya tampak begitu indah dan baik-baik saja. Tapi tunggu, segalanya segera gugur setelah kamu mendengar cerita kami.

*

Hari itu 24 Desember 2021. Satu hari menjelang natal tiba. Kami berpesta dan menghelat upacara bakar batu. Dua ekor babi dewasa dimasak di dalam sebuah lubang galian. Di dalamnya, daun singkong, ubi, ayam, dan wam [daging babi] dimasak bersama. Dua ekor babi itu kami beli dengan uang patungan. Para lelaki meletakkan batu panas sebesar kepala di atasnya. Mama-mama duduk melingkar bersama anak-anak, sembari ngobrol.

Nama saya Raga Kogoya, umur 42 tahun dan hidup bersama suami dan dua anak lelaki yang tampan dan cerdas. Dua anak itu, adalah Berlian dan Junior. Kami berempat kini mengungsi dan tinggal di kampung Sekom, sebab kampung kami di desa Nitkuri, Nduga, telah porak-poranda diterjang perang yang semakin panas. Saya lahir dan besar di desa itu. Tak pernah terbayang sebelumnya, bagaimana nasib kami menjadi sial: terkatung-katung di desa lain. Sejak empat tahun yang lalu, sampai hari ini.

Asap hitam membumbung tinggi di udara. Ada aroma hangit yang menguar. Kami tunggu kepul asap hitam sampai lamat-lamat memutih. Jika asap sudah jadi putih, bertiup dari celah-celah batu, artinya pesta akan segera dimulai.

Dentum dansa Wisisi Sapusa meletup dari speaker milik pendeta. Anak, mama, dan bapa, mulai larut dan menggoyangkan badan. Kemudian kami berdansa mengitari api. Setelahnya, firman Tuhan dibacakan.

Pendeta mengatakan, bahwa dunia akan terus bergerak; tak selamanya hidup akan terperangkap dalam gelap. Begitu juga nasib pengungsi, nasib kami. Kami tidak pernah tahu kapan terang itu akan tiba. Tetapi kami percaya, bahwa cepat atau lambat, hari-hari gelap akan segera tersibak. Kami kembali ke Nduga, dan hidup kembali pulih: kami bisa kembali ke sekolah, bekerja di ladang di bawah langit yang terang, dan bergumul dalam kehangatan sebuah keluarga.

baca juga
Pengungsi Nduga yang sudah 9 bulan terlunta-lunta di daerah pegunungan dan hutan, tanpa bantuan pemerintah. [dokumentasi]
Pengungsi Nduga yang sudah 9 bulan terlunta-lunta di daerah pegunungan dan hutan, tanpa bantuan pemerintah. [dokumentasi]

Setelah ditutup dengan doa, batu-batu panas mulai dibongkar. Potongan daging, ubi, daun singkong, dan ayam dibagi rata. Setiap orang, harus dapat bagian yang sama. Kami duduk melingkar, dan bersama-sama menyantap apa-apa yang tersedia di hadapan kami. Ini adalah secuil kebahagiaan yang dititipkan Tuhan, kepada kami, para pengungsi yang telah empat tahun terkatung-katung di tanah sendiri.

**

Saya Benci Bulan Desember 

Orang-orang biasanya menyambut Natal dengan mengenakan pakaian terbaiknya.  Kemudian, mereka pergi beribadah di gereja, menyanyikan puji-pujian, merayakan hari kelahiran Yesus.

Tetapi saya sama sekali tidak berhasrat untuk turut serta.

Saya berencana melewatkan malam kudus dengan bermalas-malasan di dalam honai. Sepoi sejuk angin kurima yang bertiup dari lembah, serta langit mendung yang tampak seperti kertas buram, membuat saya malas beranjak dari rumah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Seragam Ditemukan di Semak-semak, Prajurit TNI di Papua yang Kabur Bawa Senpi Masih Dicari

Seragam Ditemukan di Semak-semak, Prajurit TNI di Papua yang Kabur Bawa Senpi Masih Dicari

News | Senin, 20 Desember 2021 | 12:54 WIB

Oknum ASN Perkosa 3 Anak , Identitas Korban Disebar Media Tribata News Setempat

Oknum ASN Perkosa 3 Anak , Identitas Korban Disebar Media Tribata News Setempat

Bekaci | Minggu, 10 Oktober 2021 | 07:41 WIB

Nama Sufyan Arsyad Beredar di Sosial Media, Disebut Pemerkosa 3 Anak

Nama Sufyan Arsyad Beredar di Sosial Media, Disebut Pemerkosa 3 Anak

Bekaci | Minggu, 10 Oktober 2021 | 07:05 WIB

Buzzer Klaim Kasus Tiga Anak Saya Diperkosa 'Pesanan' untuk Jatuhkan Polri, Publik Murka

Buzzer Klaim Kasus Tiga Anak Saya Diperkosa 'Pesanan' untuk Jatuhkan Polri, Publik Murka

News | Jum'at, 08 Oktober 2021 | 16:42 WIB

Kasus ASN Perkosa 3 Anak, Selain Ayahnya, Ada Pelaku Lain Ikut Terlibat

Kasus ASN Perkosa 3 Anak, Selain Ayahnya, Ada Pelaku Lain Ikut Terlibat

Bekaci | Jum'at, 08 Oktober 2021 | 13:48 WIB

Polisi Cap Hoaks Artikel Project Multatuli, KKJ: Bentuk Pelecehan Terhadap Pers!

Polisi Cap Hoaks Artikel Project Multatuli, KKJ: Bentuk Pelecehan Terhadap Pers!

News | Jum'at, 08 Oktober 2021 | 12:45 WIB

Tagar PercumaLaporPolisi Muncul, DPR RI Minta Buka dan Usut Kasus Pekosaan 3 Anak Kembali

Tagar PercumaLaporPolisi Muncul, DPR RI Minta Buka dan Usut Kasus Pekosaan 3 Anak Kembali

Bekaci | Jum'at, 08 Oktober 2021 | 08:58 WIB

Terkini

Ramalan 12 Zodiak 31 Juli 2026: Jalur Baru Bawa Keberuntungan, Leo Menuju Sukses

Ramalan 12 Zodiak 31 Juli 2026: Jalur Baru Bawa Keberuntungan, Leo Menuju Sukses

Lifestyle | Jum'at, 31 Juli 2026 | 08:11 WIB

WNA Kembali Berulah Indikasi Diskriminasi WNI di Bali, Imigrasi Diminta Bertindak Tegas

WNA Kembali Berulah Indikasi Diskriminasi WNI di Bali, Imigrasi Diminta Bertindak Tegas

Bali | Jum'at, 31 Juli 2026 | 08:03 WIB

Gran Turismo: Kisah Inspiratif Seorang Gamer Menuju Dunia Balap Profesional

Gran Turismo: Kisah Inspiratif Seorang Gamer Menuju Dunia Balap Profesional

Your Say | Jum'at, 31 Juli 2026 | 08:00 WIB

Puluhan Warga Tulungagung Tumbang Keracunan MBG, Kasus Sengaja Ditutup-tutupi?

Puluhan Warga Tulungagung Tumbang Keracunan MBG, Kasus Sengaja Ditutup-tutupi?

Jatim | Jum'at, 31 Juli 2026 | 07:53 WIB

Wuling Aira ev Bertema Toy Story Curi Perhatian di GIIAS 2026

Wuling Aira ev Bertema Toy Story Curi Perhatian di GIIAS 2026

Otomotif | Jum'at, 31 Juli 2026 | 07:53 WIB

Bea Cukai Pamer Kawasan Berikat Serap 20 Ribu Tenaga Kerja, Setoran Pajak Tembus Rp 21,41 T

Bea Cukai Pamer Kawasan Berikat Serap 20 Ribu Tenaga Kerja, Setoran Pajak Tembus Rp 21,41 T

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 07:52 WIB

Bea Cukai Ungkap 80% Nilai Ekspor CPO Berasal dari Kawasan Berikat

Bea Cukai Ungkap 80% Nilai Ekspor CPO Berasal dari Kawasan Berikat

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 07:49 WIB

Powerbank Penumpang Batik Air Terbakar Saat Terbang

Powerbank Penumpang Batik Air Terbakar Saat Terbang

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 07:48 WIB

5 Tanaman Hias Pembawa Rezeki di Depan Rumah Menurut Feng Shui, Penarik Energi Positif

5 Tanaman Hias Pembawa Rezeki di Depan Rumah Menurut Feng Shui, Penarik Energi Positif

Lifestyle | Jum'at, 31 Juli 2026 | 07:47 WIB

Kasus Obesitas RI Bisa Ancam Beban Ekonomi Puluhan Triliun per Tahun

Kasus Obesitas RI Bisa Ancam Beban Ekonomi Puluhan Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 07:47 WIB

×