Hasil PCR Keliru Viral di Medsos, Menkes: Tak Ada yang 100 Persen Sempurna

Agung Sandy Lesmana, Ria Rizki Nirmala Sari

Senin, 07 Februari 2022 | 13:44 WIB
Hasil PCR Keliru Viral di Medsos, Menkes: Tak Ada yang 100 Persen Sempurna
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (ANTARA/Devi Nindy)

Suara.com - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin buka suara soal adanya kekeliruan pada hasil tes PCR di salah satu laboratorium. Menurutnya, tidak ada tes PCR yang bisa 100 persen sempurna.

Budi menjelaskan bahwa hasil tes PCR itu kisaran 95 hingga 99 persen kalau menurut sensitivitas dan spesifikasinya. Bahkan Budi menyebut dari ratusan ribu tes yang dilakukan itu akan ada ribuan yang keliru.

"Tidak ada tes PCR yang 100 persen sempurna. Jadi kalau tes kami kemarin sampai 500 ribu sehari ada 5.000 yang bisa missed," jelas Budi dalam konferensi pers yang disiarkan langsung melalui YouTube Sekretariat Presiden, Senin (7/2/2022).

Atas dasar itu pula, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperbolehkan masyarakat untuk melakukan 2 tes pembanding di laboratorium berbeda. Laboratorium itu tentunya sudah mendapatkan akreditasi dari Kemenkes.

"Sehingga kalau keluar 2 hasilnya bisa lihat kejadiannya ada 3, kalau 2 negatif bilang negatif ya negatif, kalau 2 positif berarti positif," ujarnya.

Hal tersebut memang diperbolehkan Kemenkes karena menyadari bahwa tidak ada hasil tes PCR yang 100 persen akurat.

"Tidak ada PCR di dunia 100 persen tepat, jadi dikasih kesempatan kalau datang dibilang psoitif ragu boleh tes pembanding."

Mulanya kasus hasil tes PCR keliru itu terkuak setelah video komplain seorang perempuan yang viral di media sosial. Berdasarkan informasi yang didapat Suara.com, peristiwa terjadi pada Kamis (3/2/2022).

Berdasarkan pengakuan perempuan perekam video, dirinya telah membuat janji menjalani tes Covid-19 di laboratorium Bumame Farmasi, kawasan SCBD, Jakarta Selatan. Namun, belum sampai menjalani tes, ia malah sudah menerima hasilnya yang menyatakan positif mengidap Covid-19.

baca juga

"Sementara sayanya belum datang. Ini kan aneh sekali, orang saya belum datang kok sudah dikirimi hasil? Terus dua-duanya positif lagi," protes wanita yang merekam video tersebut.

Padahal, perempuan tersebut sudah berencana terbang ke Bali, yang tentu saja memerlukan hasil negatif tes covid-19. Dalam video tersebut, tampak pegawai laboratorium membandingkan hasil tes covid-19 yang dibawa si perekam video.

"Saya besok mau terbang ke Bali, saya enggak bisa dong. Karena kalian sudah bikin hasil tes palsu. Orang sayanya juga belum datang. Ini parah sekali lho kesalahan kalian," tuturnya.

Pihak laboratorium lantas melakukan investigasi singkat mengenai penyebab situasi yang terjadi. Salah satu pegawai laboratorium yang lain menyebut hasil yang diterima tersebut sebagai human error.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Calon Penumpang Ngamuk Gegara Diminta PCR di Bandara Kualanamu, Ini Penjelasan Angkasa Pura

Viral Calon Penumpang Ngamuk Gegara Diminta PCR di Bandara Kualanamu, Ini Penjelasan Angkasa Pura

Sumut | Senin, 07 Februari 2022 | 13:38 WIB

Menko Luhut Terima Telepon saat Jokowi Pidato, Ternyata Ini Sosok yang Menghubungi

Menko Luhut Terima Telepon saat Jokowi Pidato, Ternyata Ini Sosok yang Menghubungi

Riau | Minggu, 06 Februari 2022 | 21:05 WIB

Surat Keterangan Antigen dan PCR Palsu Marak Beredar, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie Ancam Klinik

Surat Keterangan Antigen dan PCR Palsu Marak Beredar, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie Ancam Klinik

Sulsel | Minggu, 06 Februari 2022 | 18:38 WIB

Kasus COVID-19 Kembali Melonjak, Ini Cara Kerja PCR 0+ untuk Deteksi Varian Omicron

Kasus COVID-19 Kembali Melonjak, Ini Cara Kerja PCR 0+ untuk Deteksi Varian Omicron

Surakarta | Minggu, 06 Februari 2022 | 08:42 WIB

Terkini

Jelang MPLS, Gus Ipul Ingatkan Kepala Sekolah Rakyat Siap Hadapi Fase Krusial

Jelang MPLS, Gus Ipul Ingatkan Kepala Sekolah Rakyat Siap Hadapi Fase Krusial

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 08:12 WIB

Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 23:24 WIB

Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik

Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:39 WIB

Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan

Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:28 WIB

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:39 WIB

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:20 WIB

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:59 WIB

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:37 WIB

Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu

Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:35 WIB

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:05 WIB

×