Serangan Siber Meningkat di Ukraina, Prancis dan Australia Selamatkan Warga

Siswanto, Deutsche Welle

Kamis, 24 Februari 2022 | 16:00 WIB
Serangan Siber Meningkat di Ukraina, Prancis dan Australia Selamatkan Warga
DW

Suara.com - Serangan siber menjangkiti web pemerintahan hingga perbankan Ukraina. Para pengamat menilai aktivitas itu sesuai dengan pedoman cyber-wedding Rusia. Sementara itu, Prancis meminta warganya segera meninggalkan Ukraina.

Situs web milik pemerintah, parlemen, dan perbankan Ukraina dilanda gelombang serangan pelumpuhan jaringan komputer Distributed-Denial-of Service (DDOS) pada Rabu (23/02).

Peneliti keamanan siber mengatakan bahwa penyerangan yang tak dikenal juga menginfeksi ratusan komputer dengan malware yang merusak.

Bahkan beberapa komputer yang terinfeksi berada di negara tetangga, yaitu Latvia dan Lithuania. Pada Kamis (24/02) pagi waktu setempat, situs Kementerian Luar Negeri dan Dewan Menteri Ukraina tidak dapat dijangkau, situs lain juga mengalami perlambatan yang menunjukkan bahwa serangan DDOS terus berlanjut meskipun tidak ada konfirmasi resmi, seiring dengan meningkatnya kekhawatiran terhadap invasi Rusia.

Para pejabat telah lama memperkirakan serangan siber akan mendahului dan menyertai setiap serangan militer Rusia.

Pengamat mengatakan aktivitas semacam itu sesuai dengan pedoman operasi cyber-wedding Rusia dengan serangan dunia nyata.

Laboratorium riset ESET mengatakan pihaknya mendeteksi malware penghapus data yang sebelumnya tidak terlihat pada Rabu (23/02), tetapi tidak jelas berapa banyak jaringan yang terpengaruh.

"Terkait apakah malware berfungsi sesuai kemampuannya menghapus, kami berasumsi bahwa serangan itu memang mampu melakukannya dan mesin yang terpengaruh dihapus,” ujar Kepala Penelitian ESET, Jean-Ian Boutin.

Dia hanya menyebutkan bahwa terduga pelaku adalah "organisasi besar” tanpa menyebutkan tentang target. ESET juga tidak bisa mengatakan siapa yang bertanggung jawab.

baca juga

Menurut Direktur Teknis Symantec Threat Intelligence, Vikram Thakur, tiga organisasi yang terdeteksi terkena malware penghapus diantaranya adalah kontraktor pemerintah Ukraina di Latvia dan Lithuania, serta sebuah lembaga keuangan di Ukraina.

Keduanya merupakan anggota NATO. "Para penyerang telah mengejar target-target ini tanpa terlalu peduli di mana keberadaan mereka secara fisik,” ujarnya.

Thakur mengatakan bahwa ketiganya memiliki hubungan yang dekat dengan pemerintah Ukraina.

Symantec meyakini serangan itu memiliki target. Menurut Thakur, ada sekitar 50 komputer di perusahaan keuangan yang terpengaruh, beberapa di antaranya datanya telah dihapus.

Prancis desak warganya tinggalkan Ukraina

Pada Rabu (23/02), Prancis menjadi negara Barat terakhir yang meminta warganya untuk meninggalkan Ukraina segera.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Commuter Line Disulap Jadi Etalase Promosi Visit Malaysia 2026 di Indonesia

Commuter Line Disulap Jadi Etalase Promosi Visit Malaysia 2026 di Indonesia

Foto | Rabu, 29 Juli 2026 | 06:30 WIB

GIIAS 2026 Dibuka, Astra Financial Hadirkan Solusi Pembiayaan Terintegrasi

GIIAS 2026 Dibuka, Astra Financial Hadirkan Solusi Pembiayaan Terintegrasi

Foto | Rabu, 29 Juli 2026 | 05:50 WIB

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:06 WIB

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:28 WIB

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:27 WIB

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:23 WIB

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:22 WIB

Terkini

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:40 WIB

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:06 WIB

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:37 WIB

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:28 WIB

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:27 WIB

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:23 WIB

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:22 WIB

×