Dubes Rusia: 8 Tahun Militer dan Neo Nazi Ukraina Membunuhi Warga Donbas, Kenapa Barat Tak Pernah Berteriak?

Reza Gunadha

Jum'at, 04 Maret 2022 | 14:43 WIB
Dubes Rusia: 8 Tahun Militer dan Neo Nazi Ukraina Membunuhi Warga Donbas, Kenapa Barat Tak Pernah Berteriak?
Duta Besar Rusia Untuk Indonesia, Lyudmila Georgievna Vorobieva ketika melakukan sesi wawancara khusus dengan tim Suara.com di Kedutaan Besar Rusia, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (2/3/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Lyudmila Georgievna Vorobieva, Duta Besar Rusia untuk Indonesia, mengkritik pemimpin-pemimpin negara Barat yang mengeluarkan pernyataan menyudutkan pemerintahannya setelah Presiden Vladimir Putin memutuskan operasi khusus militer di Ukraina.

Dia mengatakan, kampanye militer Rusia tersebut tidak ditujukan untuk menjajah ataupun mencaplok Ukraina.

Operasi militer, kata dia, hanya untuk melakukan demiliterisasi serta de-Nazi-fikasi rezim Kiev yang selama ini melakukan penindasan kultural maupun fisik terhadap warga di banyak daerah terutama Luhansk dan Donetsk.

“Kini, pemerintah dan media Barat berteriak tentang operasi militer di Ukraina. Tapi saat militer dan grup Neo Nazi Ukraina menyerang dan membunuhi warga Luhansk dan Donetsk selama 8 tahun terakhir mereka tak pernah berteriak,” kata Lyudmila saat melakoni wawancara khusus dengan Suara.com, Rabu (2/3/2022).

Dia mengatakan, warga Luhansk dan Donetsk hanya mencoba mempertahankan budaya mereka, tapi secara konstan diserang kelompok-kelompok Neo Nazi yang dijadikan voluntir oleh militer Ukraina.

Lyudmila menuturkan, kelompok-kelompok sipil anti-Nazi di Ukraina maupun Rusia memunyai banyak bukti video maupun foto tentang kekejaman militer terhadap warga Luhansk serta Donetsk.

“Kami bisa menunjukkan anda salah satu foto yang memilukan. Foto seorang ibu muda di Donbas dibunuh oleh militer Neo Nazi. Ibu itu terkapar di genangan darah bersama bayinya. Tapi, kami tak pernah melihat itu dalam pemberitaan media-media Barat,” kata dia.

Dia menambahkan, kebanyakan media Barat tak menyiarkan ekspresi sukacita warga Luhanks dan Donetsk saat militer Rusia mengusir militer serta grup Neo Nazi di wilayahnya dalam operasi militer.

“Ini sangat aneh. Saat Perang Dunia II, Rusia dan Ukraina di bawah Uni Soviet berjuang bersama melawan Nazi. Setelah PD II, kami dan seluruh negara Eropa sepakat melarang ideologi Nazi. Tapi sejak 2014, pemerintah Kiev justru mendukung Neo Nazi.”

baca juga

Dia mencontohkan, pemerintah Ukraina memasukkan Azov Battalion dan Aidar battalion—dua kelompok Neo Nazi—menjadi bagian dari militernya.

“Bahkan, Azov Battalion dan Aidar Battalion kini dijadikan pahlawan nasional oleh Ukraina,” kata Lyudmila.

Dia menjelaskan, kebijakan diskriminatif serta berkembangnya Neo Nazi di Ukraina, maupun operasi militer yang dilancarkan Rusia saat ini erat terkait dengan gelombang massa yang menggulingkan Presiden Ukraina Viktor Yanukovych tahun 2014.

Anggota Gerakan Azov pawai di Kyiv, Ukraina, Maret, 2020. Azov adalah gerakan neo-Nazi. [Buzzfeed]
Anggota Gerakan Azov pawai di Kyiv, Ukraina, Maret, 2020. Azov adalah gerakan neo-Nazi. [Buzzfeed]

Lyudmila menjelaskan, peristiwa tersebut sebagai kudeta yang berdarah karena proses penggulingan Presiden Yanukovych turut memakan korban warga sipil.

Sejak saat itu, pemerintahan Ukraina selalu dipegang oleh presiden yang didukung oleh negara-negara Barat.

“Ukraina sejak 2014 semakin disetir Barat, masuk dalam apa yang disebut sebagai Anti-Russia Project,” kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenlu RI Evakuasi  80 WNI dari Ukraina dengan Pesawat Garuda

Kemenlu RI Evakuasi 80 WNI dari Ukraina dengan Pesawat Garuda

Batam | Jum'at, 04 Maret 2022 | 14:00 WIB

Dubes Rusia: Kami Hanya Serang Militer Ukraina Disebut Barbar, Tapi NATO Bom Warga Serbia, Libya, Afghanistan, dan Irak

Dubes Rusia: Kami Hanya Serang Militer Ukraina Disebut Barbar, Tapi NATO Bom Warga Serbia, Libya, Afghanistan, dan Irak

News | Kamis, 03 Maret 2022 | 19:45 WIB

Dubes Rusia di RI: Jika Ukraina Masuk NATO, Nuklir Bisa Hantam Moskow dalam 3 Menit, Kami Harus Lindungi Rakyat

Dubes Rusia di RI: Jika Ukraina Masuk NATO, Nuklir Bisa Hantam Moskow dalam 3 Menit, Kami Harus Lindungi Rakyat

News | Kamis, 03 Maret 2022 | 18:10 WIB

Operasi Militer ke Ukraina Disebut Barbar, Dubes Rusia Kritik Standar Ganda Negara Barat

Operasi Militer ke Ukraina Disebut Barbar, Dubes Rusia Kritik Standar Ganda Negara Barat

Foto | Rabu, 02 Maret 2022 | 19:54 WIB

Operasi Militer Rusia di Ukraina Disebut Aksi Barbar, Dubes Rusia Kritik Standar Ganda Negara Barat

Operasi Militer Rusia di Ukraina Disebut Aksi Barbar, Dubes Rusia Kritik Standar Ganda Negara Barat

News | Rabu, 02 Maret 2022 | 18:11 WIB

Terkini

Bukan Buang Duit, Ini Alasan Sewa Mobil Dinas Tangsel Lebih Hemat Ketimbang Beli

Bukan Buang Duit, Ini Alasan Sewa Mobil Dinas Tangsel Lebih Hemat Ketimbang Beli

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 22:02 WIB

Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI, Redam Friksi Kasus Febrie Adriansyah

Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI, Redam Friksi Kasus Febrie Adriansyah

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:56 WIB

Terungkap! Motif Siswa Padang Ledakkan Bom, Dendam Dibully Sejak SD

Terungkap! Motif Siswa Padang Ledakkan Bom, Dendam Dibully Sejak SD

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:48 WIB

Adian Napitupulu Terima Buku Anotasi KUHAP, Ini Fungsinya

Adian Napitupulu Terima Buku Anotasi KUHAP, Ini Fungsinya

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:43 WIB

Tragedi di Balik Tembok Pesantren: Mengurai Kasus Santri Dibakar di Lombok

Tragedi di Balik Tembok Pesantren: Mengurai Kasus Santri Dibakar di Lombok

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:40 WIB

Bupati Mojokerto Berangkatkan 30 Siswa Sekolah Rakyat ke Kediri untuk Tahun Ajaran 2026/2027

Bupati Mojokerto Berangkatkan 30 Siswa Sekolah Rakyat ke Kediri untuk Tahun Ajaran 2026/2027

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:32 WIB

Rugikan Masyarakat, Gubsu Bobby Minta Pertamina Bereskan Persoalan Distribusi BBM Dalam Dua Hari

Rugikan Masyarakat, Gubsu Bobby Minta Pertamina Bereskan Persoalan Distribusi BBM Dalam Dua Hari

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:29 WIB

Menhut Raja Juli Soal Inpres Gajah: 9 Menteri Wajib Jaga Habitat Nona Seroja dan Bang Domang

Menhut Raja Juli Soal Inpres Gajah: 9 Menteri Wajib Jaga Habitat Nona Seroja dan Bang Domang

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:12 WIB

Legislator PDIP Tegaskan RUU Perampasan Aset Jalan Terus: Kita Geber Sampai Sah!

Legislator PDIP Tegaskan RUU Perampasan Aset Jalan Terus: Kita Geber Sampai Sah!

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:53 WIB

Teror Bom di SD Srengseng, Wakil Ketua Komisi X Desak Polisi Usut Tuntas

Teror Bom di SD Srengseng, Wakil Ketua Komisi X Desak Polisi Usut Tuntas

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:45 WIB

×