Dubes Rusia: Kami Hanya Serang Militer Ukraina Disebut Barbar, Tapi NATO Bom Warga Serbia, Libya, Afghanistan, dan Irak

Reza Gunadha | Suara.com

Kamis, 03 Maret 2022 | 19:45 WIB
Dubes Rusia: Kami Hanya Serang Militer Ukraina Disebut Barbar, Tapi NATO Bom Warga Serbia, Libya, Afghanistan, dan Irak
Duta Besar Rusia Untuk Indonesia, Lyudmila Georgievna Vorobieva ketika melakukan sesi wawancara khusus dengan tim Suara.com di Kedutaan Besar Rusia, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (2/3/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Banyak pemimpin negara maupun media massa Barat mengecam operasi khusus militer yang dilancarkan Rusia ke daerah Ukraina sebagai aksi barbar.

Setidaknya, istilah barbaric action tersebut digunakan oleh Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.

Namun, Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Georgievna Vorobieva menegaskan, penggunaan istilah ‘aksi barbar’ itu justru menunjukkan secara jelas standar ganda hak asasi dan kemanusiaan yang digunakan oleh pemimpin negara maupun media massa Barat.

“Aksi barbar? Anda harus lihat dulu, siapa yang menggunakan istilah itu? Kami tidak melakukan hal yang sama seperti mereka. Itu justru menunjukkan mereka menggunakan standar ganda,” kata Lyudmila dalam sesi wawancara khusus dengan Suara.com di rumah dinasnya, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (2/3/2022).

Lyudmila memprotes klaim yang dibuat Uni Eropa, Amerika Serikat dan negara anggota pakta keamanaan NATO lainnya bahwa operasi militer Rusia ke Ukraina telah membawa warga Benua Biru itu ke situasi paling buruk setelah Perang Dunia ke II.

Duta Besar Rusia Untuk Indonesia, Lyudmila Georgievna Vorobieva ketika melakukan sesi wawancara khusus dengan tim Suara.com di Kedutaan Besar Rusia, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (2/3/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]
Duta Besar Rusia Untuk Indonesia, Lyudmila Georgievna Vorobieva ketika melakukan sesi wawancara khusus dengan tim Suara.com di Kedutaan Besar Rusia, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (2/3/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

“Mereka mengatakan konflik di Ukraina saat ini terburuk di Eropa setelah Perang Dunia II, itu sangat salah. Itu sangat bohong. Apakah semua sudah lupa tentang apa yang terjadi di Serbia Yugoslavia?”

Dia mengingatkan, Serbia dibombardir tanpa henti selama 78 hari oleh NATO. Persisnya sejak 24 Maret 1999 sampai 11 Juni 1999.

Lyudmila menjelaskan, pengeboman oleh NATO itu tidak hanya menargetkan instalasi militer tapi juga rumah-rumah sakit, sekolah, maupun rumah-rumah warga.

“Sedikitnya, kalau saya tak salah ingat, 2.500 orang tewas, yang mayoritas warga sipil Serbia, dalam pemboman itu.”

Dia menambahkan, “NATO juga menggunakan bom berkandungan uranium, yang dilarang oleh norma dan hukum internasional, yang efeknya masih dirasakan hingga saat ini. Sampai sekarang, banyak orang serbia yang meninggal karena kanker, itu merupakan akumulasi dari pemboman tersebut.”

Lyudmila mengatakan, Rusia tidak melakukan hal seperti itu. Sejak awal operasi militer, pemerintah Rusia menegaskan tidak menargetkan warga sipil Ukraina, melainkan hanya instalasi militer.

Bahkan, kata dia, Presiden Putin maupun Menteri Pertahanan Sergey Kuzhugetovich Shoygu pada awal operasi militer mengumumkan tak akan menyasar prajurit Ukraina yang mau meletakkan senjata dan dijamin keamanannya untuk pulang ke keluarga masing-masing.

“Ini contoh standar ganda. Saat mereka membombardir warga sipil Serbia, mereka menyebut itu adalah intervensi kemanusiaan. Tapi saat kami mencoba memisahkan warga sipil dan instalasi militer Ukraina, disebut barbar,” kata Lyudmila.

Dia lantas mengungkapkan sejumlah aksi negara-negara Barat di bawah bendera NATO yang melakukan invasi ke sejumlah negara tanpa alasan jelas.

Duta Besar Rusia Untuk Indonesia, Lyudmila Georgievna Vorobieva ketika melakukan sesi wawancara khusus dengan tim Suara.com di Kedutaan Besar Rusia, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (2/3/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]
Duta Besar Rusia Untuk Indonesia, Lyudmila Georgievna Vorobieva ketika melakukan sesi wawancara khusus dengan tim Suara.com di Kedutaan Besar Rusia, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (2/3/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

"Oke, tadi Serbia Yugoslavia. Bagaimana dengan Libya? Sebelum NATO membombardir, Libya adalah negeri yang sangat makmur,” kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

UNICEF: Anak-Anak yang Terjebak Konflik di Ukraina Membutuhkan Dukungan Psikososial

UNICEF: Anak-Anak yang Terjebak Konflik di Ukraina Membutuhkan Dukungan Psikososial

Health | Kamis, 03 Maret 2022 | 19:30 WIB

3 Negara yang Pernah Konflik dengan Rusia Selain Ukraina, Ada yang Jadi Musuh Bebuyutan

3 Negara yang Pernah Konflik dengan Rusia Selain Ukraina, Ada yang Jadi Musuh Bebuyutan

News | Kamis, 03 Maret 2022 | 19:12 WIB

Spotify Tutup Kantor di Rusia

Spotify Tutup Kantor di Rusia

Tekno | Kamis, 03 Maret 2022 | 19:10 WIB

Gagal Ikut Rombongan Evakuasi WNI dari Ukraina ke Indonesia, 14 Orang Tertinggal di Bucharest

Gagal Ikut Rombongan Evakuasi WNI dari Ukraina ke Indonesia, 14 Orang Tertinggal di Bucharest

News | Kamis, 03 Maret 2022 | 18:45 WIB

Malaysia Mendukung Sidang Darurat Khusus ke-11 PBB Soal Ukraina

Malaysia Mendukung Sidang Darurat Khusus ke-11 PBB Soal Ukraina

News | Kamis, 03 Maret 2022 | 18:41 WIB

Curhat Seorang Mahasiswa di Ukraina, Terpaksa Kumpulkan Balok Kayu Dari Jalan Untuk Bikin Nyaman di Lokasi Bersembunyi

Curhat Seorang Mahasiswa di Ukraina, Terpaksa Kumpulkan Balok Kayu Dari Jalan Untuk Bikin Nyaman di Lokasi Bersembunyi

Kalbar | Kamis, 03 Maret 2022 | 18:33 WIB

Mantan Petenis Nomor Satu Dunia Victoria Azarenka Merasa Hancur Lihat Penderitaan di Ukraina

Mantan Petenis Nomor Satu Dunia Victoria Azarenka Merasa Hancur Lihat Penderitaan di Ukraina

Malang | Kamis, 03 Maret 2022 | 18:28 WIB

CEK FAKTA: Sokong Ukraina Mati-matian, TNI Gempur Militer Rusia, Benarkah?

CEK FAKTA: Sokong Ukraina Mati-matian, TNI Gempur Militer Rusia, Benarkah?

News | Kamis, 03 Maret 2022 | 18:32 WIB

Pemerintah Indonesia Tak Pernah Menyebut Invasi Rusia Terhadap Ukraina, Pengamat: Tidak Ingin Memberi Kesan Memihak

Pemerintah Indonesia Tak Pernah Menyebut Invasi Rusia Terhadap Ukraina, Pengamat: Tidak Ingin Memberi Kesan Memihak

Jawa Tengah | Kamis, 03 Maret 2022 | 18:21 WIB

Terkini

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:07 WIB

Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan

Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:04 WIB

Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter

Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:04 WIB

Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor

Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:57 WIB

Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun

Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:49 WIB

Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?

Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:47 WIB

Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah

Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:40 WIB

BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar

BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:24 WIB

LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi

LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:11 WIB