Warga Jepang Heningkan Cipta Peringati 11 Tahun Gempa dan Tsunami

Siswanto, Deutsche Welle

Minggu, 13 Maret 2022 | 12:37 WIB
Warga Jepang Heningkan Cipta Peringati 11 Tahun Gempa dan Tsunami
DW

Suara.com - Orang-orang di timur laut Jepang berdoa dan melakukan pencarian orang hilang untuk memperingati 11 tahun setelah gempa bumi dan tsunami yang menelan sekitar 18.500 korban dan memicu kehancuran PLTN Fukushima.

Jepang mengheningkan cipta selama satu menit pada pukul 14:46 waktu setempat untuk memperingati peristiwa gempa berkekuatan 9,0 magnitudo yang melanda Jepang timur laut pada 11 Maret 2011.

Gempa tersebut merupakan salah satu gempat terkuat yang pernah tercatat sejarah dan menimbulkan tsunami mematikan yang menghancurkan seluruh komunitas pesisir dan memicu bencana nuklir terburuk di dunia sejak kecelakaan Chernobyl tahun 1986.

Tidak akan ada upacara nasional yang didanai negara tahun ini untuk memperingati para korban, karena pemerintah sekarang telah mengakhiri upacara tahunan setelah lebih dari satu dekade berlalu sejak bencana terjadi.

Televisi Jepang menayangkan orang-orang yang melakukan pencarian tahunan untuk mereka yang masih hilang di wilayah Namie di Fukushima pada peringatan itu.

Banyak keluarga serta lebih dari 33.000 mantan penduduk di kawasan itu yang masih digolongkan sebagai pengungsi, yang diperintahkan atau memilih untuk pergi karena radiasi, berkumpul untuk memperingati peristiwa tersebut.

Mencoba untuk melupakan

Di wilayah Tohoku yang hancur akibat tsunami, dilaporkan beberapa orang berkumpul di pagi hari di sepanjang pantai untuk berdoa.

Namun Sadao Kon, yang kehilangan saudara perempuan, ipar, dan keponakannya dalam tsunami, mengatakan bahwa dia secara sadar berusaha untuk tidak secara khusus memperingati hari itu.

baca juga

"Tidak hanya kerabat saya yang meninggal dunia, tetapi saya juga melihat banyak korban selama bertugas sebagai pemimpin pemadam kebakaran (lokal),” katanya kepada stasitun penyiaran nasional NHK di pelabuhan nelayan setempat.

"Jadi saya sengaja mencoba untuk tidak memikirkan hari itu dengan cara yang istimewa. Itu adalah kenangan menyakitkan yang akan saya lupakan jika saya bisa," kata laki-laki berusia 68 tahun itu.

Di sekitar PLTN Fukushima yang hancur dihantam tsunami, dekontaminasi ekstensif telah dilakukan, dan tahun ini dilaporkan ada lima mantan penduduk Futaba, kota tak berpenghuni terakhir di kawasan itu, kembali untuk tinggal di sana sebagai percobaan.

Sekitar 12 persen wilayah Fukushima pernah dinyatakan tidak aman, tetapi zona larangan bepergian sekarang hanya mencakup 2,4 persen dari prefektur, meskipun populasi di banyak kota tetap jauh lebih rendah daripada sebelumnya.

Lebih dari satu dekade, tantangan tetap ada

Operator PLTN Fukushima Daiichi, TEPCO, menghadapi penentangan terhadap rencana mereka untuk membuang lebih dari satu juta ton air dari PLTN yang diolah untuk menghilangkan sebagian besar unsur radioaktif, ke laut.

Pemerintah Jepang mengatakan pembuangan selama beberapa dekade aman, tetapi beberapa negara tetangga dan komunitas nelayan lokal khawatir tentang kontaminasi yang tersisa di dalam air.

Tuntutan hukum terkait dengan bencana juga terus berlanjut, di mana enam orang berusia muda menggugat TEPCO pada bulan Januari lalu atas klaim bahwa mereka mengidap kanker tiroid karena paparan radiasi.

PBB mengatakan bencana itu tidak secara langsung membahayakan kesehatan penduduk setempat dan bahwa tingkat kanker tiroid yang lebih tinggi pada anak-anak setempat kemungkinan disebabkan oleh diagnosa yang lebih ketat.

Namun, pengacara penggugat berpendapat bahwa kanker mereka bukan disebabkan karena faktor keturunan.

Rusia kembali angkat kenangan Upaya untuk menjaga kenangan bencana tahun 2011 itu tetap hidup juga menghadapi perjuangan berat di Jepang, terlebih lagi ketika serangan Rusia terhadap pembangkit listrik tenaga nuklir di Ukraina memicu kekhawatiran akan bencana nuklir baru.

Dilaporkan setiap harinya ada sekitar 4.000 orang bekerja di PLTN Fukushima, menghasilkan sejumlah besar limbah dari alat pelindung diri mereka sendiri, termasuk kaus kaki, sarung tangan, dan masker yang harus terus dipakai di sebagian besar bagian PLTN.

Upaya penonaktifan PLTN diperkirakan akan memakan waktu 30-40 tahun dan menelan biaya US$69 miliar (Rp966 triliun), yang menurut TEPCO akan ditanggung.

Namun, angka itu tidak termasuk biaya perawatan dan pembuangan air yang terkontaminasi.

Sebuah jajak pendapat yang dirilis pada hari Minggu (06/03) oleh surat kabar Jepang Yomiuri Shimbun menunjukkan sekitar 85 persen responden merasa perhatian publik di daerah yang dilanda bencana memudar. rap/ha (AFP)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:57 WIB

Game Silent Hill: Townfall Resmi Rilis ke PS5 hingga PC

Game Silent Hill: Townfall Resmi Rilis ke PS5 hingga PC

Tekno | Rabu, 30 September 2026 | 07:35 WIB

RI Masuk 5 Besar Pertumbuhan Global, Platform Edukasi Digital Bidik Ekspansi

RI Masuk 5 Besar Pertumbuhan Global, Platform Edukasi Digital Bidik Ekspansi

Tekno | Rabu, 30 September 2026 | 07:25 WIB

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

News | Rabu, 30 September 2026 | 23:12 WIB

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 22:41 WIB

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

News | Rabu, 30 September 2026 | 22:15 WIB

Wajah Baru Dunia Keuangan, Menyatunya TradFi dan Kripto di BBW 2026

Wajah Baru Dunia Keuangan, Menyatunya TradFi dan Kripto di BBW 2026

News | Rabu, 30 September 2026 | 11:10 WIB

Ekosistem Kerja Inklusif, Strategi Kawasan Perkantoran Modern Tetap Diminati

Ekosistem Kerja Inklusif, Strategi Kawasan Perkantoran Modern Tetap Diminati

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 20:00 WIB

Terkini

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:57 WIB

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:45 WIB

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:57 WIB

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

News | Rabu, 30 September 2026 | 23:12 WIB

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 22:41 WIB

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 22:34 WIB

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 22:20 WIB

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

News | Rabu, 30 September 2026 | 22:15 WIB

×