Richard Chauvel Tutup Usia: Saya Cinta dan Merasa Saya Orang Papua

Siswanto, ABC

Selasa, 05 April 2022 | 16:10 WIB
Richard Chauvel Tutup Usia: Saya Cinta dan Merasa Saya Orang Papua
Rumah khas Papua [Antara]

Suara.com - Salah seorang pakar Australia yang banyak mendalami masalah di Indonesia Timur, terutama di Papua dan Maluku, Dr Richard Chauvel, tutup usia di Melbourne, Jumat pekan lalu (01/04).

Dr Richard yang pernah mendapatkan penghargaan Anugerah Kebudayaan Indonesia dalam kategori perorangan asing di tahun 2017 tercatat sebagai akademisi di Victoria University serta kemudian di University of Melbourne.

Selain mengajar di Australia, Dr Richard pernah juga menjadi dosen di Universitas Indonesia (UI) di Jakarta antara tahun 1987-1992 yang membantu membangun Pusat Studi Australia di UI.

Semasa hidupnya, Dr Richard fokus meneliti sejarah dan politik Indonesia, hubungan Australia-Indonesia, kebijakan luar negeri Australia, dinamika kehidupan sosial politik di Indonesia Timur, khususnya di Maluku dan Papua.

Karya akademis Dr Richard antara lain adalah buku berjudul "Nationalists, Soldiers and Separatists: The Ambonese Islands from Colonialism to Revolt", yang terbit di tahun 1990, berisi pemberontakan Republik Maluku Selatan.

Ia juga pernah memiliki dua karya tulis yang diterbitkan oleh proyek East West Center di Washington, Amerika Serikat berjudul "Dinamika dan Manajemen Konflik Internal di Asia".

Menurut peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Adriana Elisabeth, mereka yang ingin tahu sejarah Papua, pasti minimal pernah membaca salah satu tulisan Dr Richard.

Adriana mengenang sosok Dr Richard sebagai pribadi yang selalu antusias berdiskusi mengenai Indonesia dan Papua.

Manuel Kaisiepo, mantan Menteri Percepatan Pembangunan Kawasan Timur Indonesia pada Kabinet Persatuan Nasional dan Kabinet Gotong Royong menggambarkan Dr Richard sebagainya "satu-satunya pakar politik asing yang paling banyak melakukan kajian dan publikasi tentang persoalan politik di Papua" sejak otonomi khusus Papua diberlakukan di tahun 2001.

baca juga

Manuel juga merasa Dr Richard memiliki informasi yang sangat lengkap tentang Papua karena kemampuannya menjalin komunikasi dengan semua unsur rakyat Papua, termasuk pemerintah daerah dan pusat.

'Saya cinta Papua'

Meski tak jarang berbeda pendapat, Bambang Darmono, mantan Kepala Unit Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Papua Barat antara tahun 2011-2014, sudah menganggap Dr Richard sebagai sahabat.

"Bagi saya Profesor Richard adalah seorang Indonesianis yang mumpuni dan fair," ujarnya.

"Saya sering berdiskusi tentang Papua dan Aceh dengan beliau ketika beliau di Indonesia atau kalau saya sedang di Melbourne," kata Bambang.

Pakar studi Indonesia di Australian National University (ANU) di Canberra Profesor Edward Aspinall menyebut Richard Chauvel sebagai seorang analis Indonesia modern sekaligus sejarawan yang hebat.

Menurutnya, Dr Richard adalah seseorang yang bersikap adil dan mau mendengarkan pendapat dari mereka yang tidak masuk dalam kelompok dominan.

Dr Richard sudah beberapa kali menjadi narasumber ABC News dan ABC Indonesia untuk artikel dan berita terkait soal Papua.

Perspektif yang ia berikan kaya data dan fakta, sehingga membantu mendudukkan perkara dari masalah yang tengah dibahas.

Dalam sebuah kesempatan, ia mengatakan perhatiannya pada hubungan Papua dan Australia bukan semata karena ia orang Australia.

"Tapi karena saya merasa saya cinta Papua, dan saya merasa saya orang Papua juga."     

Dikenal sebagai orang yang perhatian

Salah satu koleganya di University of Melbourne, Dr Dave McRae mengaku hal yang paling mengesankan dari Dr Richard adalah perhatiannya terhadap orang lain dan usahanya menciptakan kesempatan kepada siapa saja yang memerlukan.

"Dia sangat memberi perhatian kepada para mahasiswa pascasarjana yang dibimbingnya, dan selalu memiliki waktu untuk berbincang dengan mereka," tutur Dr Dave.

"Dan kadang bekerja di belakang layar guna memastikan mereka mendapatkan kesempatan untuk melakukan penelitian," tambahnya.

Kresno Brahmantyo mengenal Dr Richard sejak tahun 1989 yang saat itu adalah pembimbing skripsinya.

"Sejak itu Pak Richard menjadi mentor dan menjadi teman baik sampai akhir hayatnya.

Ia mengenang bagaimana Dr Richard membantu penulisan skripsinya dengan mengirimkan semua bahan arsip dari Arsip Nasional Australia di Canberra.

"Pak Richard adalah ilmuwan yang amat sangat ringan tangan dalam membantu, tidak hanya soal studi atau yang berkaitan dengan kegiatan ilmiah, bahkan sampai kesulitan pribadi mahasiswanya selalu menjadi perhatian beliau."

Warisan Richard Chauvel untuk Indonesia

Kresno, yang saat ini adalah Manajer Program Kajian Bahasa dan Budaya di Lembaga Bahasa Internasional UI, mengatakan Dr Richard berjasa mengembangkan Studi Australia di UI menggantikan pendahulunya, David Reeve tahun 1987.

"Dia kemudian mendirikan Pusat Kajian Australia di UI, mengajar mata kuliah Sejarah, Politik, Tata Negara Australia di Jurusan Sejarah UI," kata Kresno.

Dekan Fisipol Universitas Gadjah Mada, Dr Wawan Mas'udi, pernah dibimbing oleh Dr Richard saat ia menjadi mahasiswa doktor (PhD) yang dibimbing di tahun  2011.

"Pak Richard memastikan saya terlatih sebagai mahasiswa PhD dan peneliti."

Wawan mengatakan, Dr Richard juga kerap mengingatkan para mahasiswa untuk mengembalikan ilmu pengetahuan yang mereka punya kembali ke masyarakat untuk melakukan perubahan.

"Menurut saya, warisan beliau bukan hanya pada naskah-naskah tertulis yang sudah beliau hasilkan, tetapi warisan terbesar beliau terletak pada murid-muridnya yang saat ini tersebar hampir di seluruh Indonesia."

Seperti yang dikatakan Adriana dari BRIN, karya dan pemikiran Dr Richard akan terus dikenang dan bermanfaat.

"Kematian memisahkan kita selamanya secara fisik, namun kenangan terbaik atas karya dan kontribusi ilmiahnya akan melekat dalam ingatan kita." 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dorong Industri Lokal Naik Kelas, Standar Mutu dan Keberlanjutan Jadi Perhatian

Dorong Industri Lokal Naik Kelas, Standar Mutu dan Keberlanjutan Jadi Perhatian

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:40 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Brace Balsa Sekulic Bawa Persib Hajar Melbourne FC, Maung Bandung Sempurna di ACL Two

Brace Balsa Sekulic Bawa Persib Hajar Melbourne FC, Maung Bandung Sempurna di ACL Two

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Dramatis! Timnas Indonesia Singkirkan Moldova 9-8, Garuda Muda Tembus 16 Besar Piala Dunia U-15

Dramatis! Timnas Indonesia Singkirkan Moldova 9-8, Garuda Muda Tembus 16 Besar Piala Dunia U-15

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:49 WIB

300 Warga Tangerang Ditargetkan Terima Pemeriksaan Mata Gratis dan Bantuan Kacamata

300 Warga Tangerang Ditargetkan Terima Pemeriksaan Mata Gratis dan Bantuan Kacamata

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir

Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir

Video | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Ribuan Massa Gelar Aksi Indonesia Sadar di Bundaran HI, Ini 5 Tuntutannya

Ribuan Massa Gelar Aksi Indonesia Sadar di Bundaran HI, Ini 5 Tuntutannya

Video | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:05 WIB

Bikin Konten hingga Layani Pelanggan, UMKM Masa Kini Mulai Manfaatkan AI

Bikin Konten hingga Layani Pelanggan, UMKM Masa Kini Mulai Manfaatkan AI

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Gerebek Kampung Berlan Matraman, Tim Gabungan Ciduk 8 Orang dan Sita Sabu hingga Ketamin

Gerebek Kampung Berlan Matraman, Tim Gabungan Ciduk 8 Orang dan Sita Sabu hingga Ketamin

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Terkini

7 Cara Membedakan Tas Goyard Asli dan KW Super, Jangan Tertipu Motif

7 Cara Membedakan Tas Goyard Asli dan KW Super, Jangan Tertipu Motif

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Perlukah Indonesia Punya UU Anti-Perundungan? Ini Aturan yang Sudah Ada dan Tantangannya

Perlukah Indonesia Punya UU Anti-Perundungan? Ini Aturan yang Sudah Ada dan Tantangannya

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:05 WIB

5 Moisturizer Niacinamide untuk Usia 40 Tahun, Samarkan Flek Hitam dan Kerutan

5 Moisturizer Niacinamide untuk Usia 40 Tahun, Samarkan Flek Hitam dan Kerutan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Room No. 7: Saat Persoalan Finansial Mengikis Moral dan Empati Seseorang

Room No. 7: Saat Persoalan Finansial Mengikis Moral dan Empati Seseorang

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Kotak Rokok Berisi Sabu, Kurir Sistem Tempel Tak Berkutik Dicegat Polisi di Kedaton

Kotak Rokok Berisi Sabu, Kurir Sistem Tempel Tak Berkutik Dicegat Polisi di Kedaton

Lampung | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:59 WIB

Teknologi AI Lokal Bidik Industri Kreatif, dari Pengembangan Ide hingga Produksi Video

Teknologi AI Lokal Bidik Industri Kreatif, dari Pengembangan Ide hingga Produksi Video

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:58 WIB

Topeng Alim Pembunuh Ibu-Anak Asal Madiun: Ikut Yasinan Warga Sebelum Diciduk di Jombang

Topeng Alim Pembunuh Ibu-Anak Asal Madiun: Ikut Yasinan Warga Sebelum Diciduk di Jombang

Jatim | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:54 WIB

Jangan Tunggu Korban Berjatuhan! Sarif Abdillah Desak Pemda Ubah Total Cara Tangani Bencana

Jangan Tunggu Korban Berjatuhan! Sarif Abdillah Desak Pemda Ubah Total Cara Tangani Bencana

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:48 WIB

Gerak Cepat! Pasukan Oranye Sapu Bersih 26 Ton Sampah di Bundaran HI Pasca Demo

Gerak Cepat! Pasukan Oranye Sapu Bersih 26 Ton Sampah di Bundaran HI Pasca Demo

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:45 WIB

Hilangkan Nyawa Ibu Kandung, Oknum Polda Riau Terancam Dipecat

Hilangkan Nyawa Ibu Kandung, Oknum Polda Riau Terancam Dipecat

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:40 WIB

×