Lewat Golden Visa London Menawarkan Surga Bagi Oligarki Kaya Asal Rusia

Siswanto, ABC

Selasa, 05 April 2022 | 17:24 WIB
Lewat Golden Visa London Menawarkan Surga Bagi Oligarki Kaya Asal Rusia
Ilustrasi Rusia. (Instagram/@Russia)

Suara.com - Tidak butuh waktu bagi kepolisian Inggris untuk datang ke sebuah mansion milik Oleg Deripaska, seorang miliader asal Rusia di Inggris, saat empat orang pengunjuk rasa menempati rumah mewah tersebut.

Terlihat jalanan ditutup, belasan petugas bersiap dengan perisai, helm, dan derek untuk menurunkan pengunjuk rasa yang mencoba memanjat balkon salah satu rumah termewah di London tersebut.

Para aktivis menuntut agar properti milik keluarga Deripaska diberikan kepada pengungsi Ukraina.

Unjuk rasa seperti ini sudah beberapa kali terjadi setelah aset Oleg Deripaska dibekukan di Inggris karena dianggap memiliki hubungan dengan Kremlin dan Vladimir Putin.

Australia juga menjatuhkan sanksi yang sama pada miliarder tersebut.

Cepatnya penindakan yang dilakukan dalam unjuk rasa ini berbeda jauh dengan penindakan pemerintah Inggris atas dugaan "uang haram" dari Rusia yang diangkat dalam laporan Moscow's Gold yang diterbitkan Parlemen Inggris pada tahun 2018.

Ironi ini sudah lama diamati Tom Keatinge, direktur Studi Kejahatan Keuangan dan Keamanan di RUSI.

"Seseorang mengatakan setidaknya ada 20 polisi hari itu," kata Tom.

"Dan 20 polisi ini adalah yang sudah mengawasi masalah ini selama 20 tahun terakhir."

baca juga

Oleg Deripaska menolak tuduhan bahwa dirinya melakukan pelanggaran berkaitan dengan uang.

Ia meminta agar perang di Ukraina dihentikan.

Namun, ia adalah salah satu dari 1.000 orang dan entitas yang dijatuhkan sanksi di Inggris sejak Rusia menyerbu Ukraina karena "terhubung secara dekat dengan pemerintah Rusia dan Vladimir Putin".

Di dalam daftar sanksi ada juga nama pemilik Chelsea FC, Roman Abramovich, salah satu orang yang disukai Putin. 

Roman membeli klab  sepak bola tersebut di tahun 2003 dan di bawah kepemilikannya klab tersebut mendapat 21 piala, meski sekarang ia terpaksa harus menjual klab tersebut.

Kantor Sanksi Keuangan pemerintah Inggris mengatakan Abramovich "mengacaukan Ukraina dan merusak serta mengancam integritas teritorial, kedaulatan, dan kemerdekaan Ukraina" karena memiliki 29 persen saham dari sebuah perusahaan baja.

Perusahaan tersebut menolak tuduhan yang menyebutkan mereka memasok materi untuk pembuatan tank Rusia. 

Para miliarder Rusia dan sejenisnya ini tidak hanya menjadi favorit Pemerintahan Rusia.

Tapi mereka juga telah diperlakukan seperti raja oleh Pemerintah Inggris selama puluhan tahun terakhir.

'Visa emas' membuka pintu masuk uang

Masuknya uang dari Rusia dalam jumlah besar ke London dimulai sejak skema "visa emas" diperkenalkan di Inggris tahun 1994.

Sistem tersebut mengizinkan orang-orang terkaya Rusia dan dari belahan dunia lainnya untuk datang ke Inggris. Syaratnya adalah jika mereka memiliki rekening bank Inggris dan dapat menginvestasi uang minimal $3,5 juta di Inggris.

Bulan lalu, anggota parlemen Inggris, Chris Bryant secara terang-terangan mengkritik agar skema tersebut segera dihentikan.

"Jika Anda dapat menunjukkan bahwa Anda memiliki £2 juta (Rp5 miliar) atau £5 juta (Rp10 miliar) atau £10 juta (Rp252 miliar) untuk diinvestasikan, Anda tidak harus membuktikan dari mana uang tersebut berasal," katanya.

"Anda tidak harus membuktikan bahwa Anda benar-benar sudah berinvestasi di Inggris. Dan menurut saya terlalu banyak orang sudah dibutakan oleh uang."

Sekitar 2.500 warga Rusia telah diberikan "visa emas", termasuk salah satunya Roman Abramovich.

Tom Keatinge dari lembaga RUSI mengatakan warga Rusia yang pindah ke Inggris tidak hanya membeli properti.

"Uang tersebut juga diberikan kepada komunitas, untuk mendukung acara kebudayaan, organisasi akademis, dan juga diberikan pada partai konservatif [dalam bentuk donasi]," katanya.

"Ini bukan hanya isu kejahatan untuk Inggris, tapi juga sudah menjadi masalah keamanan nasional karena uang ini sengaja dicari untuk memengaruhi Inggris dari dalam."

Usaha Inggris perbaiki masalah uang Rusia

Tom sudah memperingatkan Pemerintah Inggris sejak tahun 2014 soal bahaya dari banyaknya uang Rusia yang masuk ke London.

Baru sekarang, setelah Presiden Putin menyatakan perang di Ukraina, Pemerintah Inggris menyelidiki orang-orang kaya asal Rusia.

Maret lalu, majelis rendah di parlemen Inggris meloloskan rancangan undang-undang untuk menghentikan sistem yang mengizinkan miliarder membeli properti melalui perusahaan luar negeri dan menyembunyikan aset mereka.

Meski RUU Kejahatan Ekonomi dan Transparansi tujuannya baik, Tom mengatakan prosesnya dianggap terburu-buru.

"Semacam gagal," katanya.

"Ada banyak celah di sana, dan kita sudah dijanjikan Aturan Kejahatan Ekonomi kedua tahun ini untuk mengisi kekosongan dan memperbaiki kekurangan yang ada."

Bukan berarti sumber kekayaan orang terkaya Rusia ini tidak diketahui selama bertahun-tahun.

Banyak dari mereka sudah menghasilkan uang, bahkan sebelum Vladimir Putin menjadi presiden.

Demam emas di Rusia

Sejak runtuhnya komunisme dan terpecahnya Uni Soviet di tahun 1990-an, Rusia memiliki demam emas versi mereka sendiri.

Di bawah pemerintahan Presiden Boris Yeltsin, aset milik negara diprivatisasi dan pegiat bisnis yang kenal dengan orang dalam bisa menjadi miliarder dalam sekejap dengan mengorbankan pembayar pajak Rusia.

Bill Browder, pengelola keuangan yang dulunya investor asing terbesar di Rusia, mengatakan penjarahan yang dilakukan oleh negara telah menciptakan sistem oligarki, yang menurutnya merupakan "pesta pora mencuri, yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah bisnis".

Setelah Vladimir Putin menjadi presiden di tahun 2000, Bill mengatakan para orang kaya membuat ultimatum: Mereka bisa melanjutkan bisnis bila terhindar dari politik selama dana tersedia.

Bila mereka tidak menanggapi ancaman tersebut dengan serius, mereka akan segera melakukannya dalam waktu dekat.

Orang terkaya Rusia pada saat itu, raja minyak Mikhail Khodorkovsky dipenjara delapan tahun lamanya dengan denda pajak dan penipuan setelah mengangkat isu korupsi terhadap Presiden Putin.

Tapi Presiden Putin mengkonsolidasikan kekuasaannya.

Ia mengangkat kawan lamanya sebagai agen KGB dan menempatkan mereka di posisi kekuasaan dalam perusahaan negara, menciptakan kelas oligarkinya sendiri, yang secara politik bergantung padanya bila ingin memperkaya diri.

Setelah krisis keuangan Rusia terjadi di tahun 1998, saat negara tersebut gagal membayar utangnya, beberapa bank bangkrut dan rubel (mata uang Russia) rugi 60 persen, serta para orang kaya sadar mereka tidak dapat menginvestasi rumah mereka dengan aman.

Ketika Inggris membuka pusat keuangan, uang dari Rusia terus mengalir ke Inggris, dalam bentuk properti, klab sepak bola, toko-toko mahal, dan sistem sekolah swasta Inggris.

Beberapa komunitas menyebut mereka "Londongrad".

Kebijakan "visa emas" menimbulkan risiko besar pula.

Dalam laporan terbaru, Transparency International menemukan setidaknya properti-properti yang bernilai hingga $2,6 miliar di Inggris dimiliki oleh warga Rusia yang memiliki tuduhan kejahatan terkait uang atau memiliki hubungan dengan Kremlin.

Kebanyakan dari rumah tersebut berada di kawasan rumah-rumah elit di London, seperti Knightsbridge, Mayfair dan Belgravia.

Inggris sebenarnya memiliki banyak kesempatan untuk menutup jalur mengalirnya uang dari Rusia.

Banyak yang mengira tindakan untuk menghentikan uang dari Rusia akan dilakukan tahun 2018, setelah kota katedral Salisbury menjadi lokasi pencobaan pembunuhan mantan tentara Rusia Sergei Skripal.

Diproduksi dan diringkas oleh Natasya Salim dari laporan dalam bahasa Inggris

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

7 Cara Membedakan Tas Goyard Asli dan KW Super, Jangan Tertipu Motif

7 Cara Membedakan Tas Goyard Asli dan KW Super, Jangan Tertipu Motif

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:10 WIB

5 Moisturizer Niacinamide untuk Usia 40 Tahun, Samarkan Flek Hitam dan Kerutan

5 Moisturizer Niacinamide untuk Usia 40 Tahun, Samarkan Flek Hitam dan Kerutan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Teknologi AI Lokal Bidik Industri Kreatif, dari Pengembangan Ide hingga Produksi Video

Teknologi AI Lokal Bidik Industri Kreatif, dari Pengembangan Ide hingga Produksi Video

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:58 WIB

Gerak Cepat! Pasukan Oranye Sapu Bersih 26 Ton Sampah di Bundaran HI Pasca Demo

Gerak Cepat! Pasukan Oranye Sapu Bersih 26 Ton Sampah di Bundaran HI Pasca Demo

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:45 WIB

Laba Bank Jago Meroket 50 Persen Jadi Rp298 Miliar hingga Kuartal III-2026

Laba Bank Jago Meroket 50 Persen Jadi Rp298 Miliar hingga Kuartal III-2026

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:37 WIB

Urutan Skincare Pagi untuk Anak Sekolah agar Wajah Cerah dan Segar

Urutan Skincare Pagi untuk Anak Sekolah agar Wajah Cerah dan Segar

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:29 WIB

Bos BEI Tertarik BUMN Hasil Restrukturisasi Danantara Bisa Melantai di Bursa

Bos BEI Tertarik BUMN Hasil Restrukturisasi Danantara Bisa Melantai di Bursa

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:23 WIB

Sopir Angkot Kritik Prabowo: MBG Buang-buang Makanan, BPJS Bikin Warga Gagal Berobat!

Sopir Angkot Kritik Prabowo: MBG Buang-buang Makanan, BPJS Bikin Warga Gagal Berobat!

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:55 WIB

Dihadiri Titiek Soeharto, Momen Prabowo Pimpin Siswa SD Gaungkan Sumpah Pemuda di Perpustakaan

Dihadiri Titiek Soeharto, Momen Prabowo Pimpin Siswa SD Gaungkan Sumpah Pemuda di Perpustakaan

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:00 WIB

4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman

4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:51 WIB

Terkini

7 Cara Membedakan Tas Goyard Asli dan KW Super, Jangan Tertipu Motif

7 Cara Membedakan Tas Goyard Asli dan KW Super, Jangan Tertipu Motif

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Perlukah Indonesia Punya UU Anti-Perundungan? Ini Aturan yang Sudah Ada dan Tantangannya

Perlukah Indonesia Punya UU Anti-Perundungan? Ini Aturan yang Sudah Ada dan Tantangannya

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:05 WIB

5 Moisturizer Niacinamide untuk Usia 40 Tahun, Samarkan Flek Hitam dan Kerutan

5 Moisturizer Niacinamide untuk Usia 40 Tahun, Samarkan Flek Hitam dan Kerutan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Room No. 7: Saat Persoalan Finansial Mengikis Moral dan Empati Seseorang

Room No. 7: Saat Persoalan Finansial Mengikis Moral dan Empati Seseorang

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Kotak Rokok Berisi Sabu, Kurir Sistem Tempel Tak Berkutik Dicegat Polisi di Kedaton

Kotak Rokok Berisi Sabu, Kurir Sistem Tempel Tak Berkutik Dicegat Polisi di Kedaton

Lampung | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:59 WIB

Teknologi AI Lokal Bidik Industri Kreatif, dari Pengembangan Ide hingga Produksi Video

Teknologi AI Lokal Bidik Industri Kreatif, dari Pengembangan Ide hingga Produksi Video

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:58 WIB

Topeng Alim Pembunuh Ibu-Anak Asal Madiun: Ikut Yasinan Warga Sebelum Diciduk di Jombang

Topeng Alim Pembunuh Ibu-Anak Asal Madiun: Ikut Yasinan Warga Sebelum Diciduk di Jombang

Jatim | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:54 WIB

Jangan Tunggu Korban Berjatuhan! Sarif Abdillah Desak Pemda Ubah Total Cara Tangani Bencana

Jangan Tunggu Korban Berjatuhan! Sarif Abdillah Desak Pemda Ubah Total Cara Tangani Bencana

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:48 WIB

Gerak Cepat! Pasukan Oranye Sapu Bersih 26 Ton Sampah di Bundaran HI Pasca Demo

Gerak Cepat! Pasukan Oranye Sapu Bersih 26 Ton Sampah di Bundaran HI Pasca Demo

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:45 WIB

Hilangkan Nyawa Ibu Kandung, Oknum Polda Riau Terancam Dipecat

Hilangkan Nyawa Ibu Kandung, Oknum Polda Riau Terancam Dipecat

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:40 WIB

×