Wagner, Tentara Bayaran Asal Rusia Mengapa Terkenal Kejam?

Siswanto, BBC

Selasa, 05 April 2022 | 16:54 WIB
Wagner, Tentara Bayaran Asal Rusia Mengapa Terkenal Kejam?
BBC

Suara.com - Intelijen militer Inggris mengatakan 1.000 tentara bayaran dari perusahaan militer swasta Rusia, Wagner Group, sedang dikerahkan ke Ukraina timur.

Kelompok ini aktif selama delapan tahun terakhir di Ukraina, Suriah, dan negara-negara Afrika dan sudah berulang kali dituduh melakukan kejahatan perang dan pelanggaran hak asasi manusia.

Bagaimana asal mula Wagner Group?

Investigasi BBC terhadap Wagner Group mengungkap dugaan keterlibatan seorang mantan perwira militer Rusia berusia 51 tahun, Dmitri Utkin. Dia dianggap sebagai pendiri Wagner dan sebelumnya menamakan grup itu dengan nama panggilannya sendiri.

Dia adalah seorang veteran perang Chechnya, mantan perwira pasukan khusus dan Letnan Kolonel GRU, badan intelijen militer Rusia.

Wagner Group pertama kali beraksi saat pencaplokan Krimea oleh Rusia pada 2014, kata Tracey German, profesor studi konflik dan keamanan di King's College London.

"Tentara bayarannya dianggap sebagai 'pria hijau kecil' yang menduduki wilayah itu," katanya. "Sekitar 1.000 tentara bayarannya kemudian mendukung milisi pro-Rusia yang berjuang untuk menguasai wilayah Luhansk dan Donetsk."

Baca juga:

"Wagner biasanya merekrut veteran tentara yang butuh uang bayar utang," kata Samuel Ramani, pengamat di Royal United Services Institute. "Mereka datang dari daerah pedesaan karena di sana, bagi mereka, peluang untuk menghasilkan uang sedikit."

"Mengerahkan tentara bayaran bertentangan dengan konstitusi Rusia", kata German.

baca juga

"Namun, Wagner memberi pemerintah kekuatan yang tidak dapat disangkal. Wagner bisa terlibat di luar negeri dan Kremlin bisa berkilah: itu tidak ada hubungannya dengan kami."

Siapa yang mendanai Wagner Group?

Beberapa orang menduga badan intelijen militer Rusia, GRU, diam-diam mendanai dan mengawasi Grup Wagner.

Sumber-sumber tentara bayaran mengatakan kepada BBC bahwa pusat pelatihannya berada di Mol'kino, Rusia selatan, dekat dengan basis militer Rusia.

Pemerintah Rusia berkali-kali membantah Wagner memiliki hubungan dengan pihaknya.

Penyelidikan BBC yang mengidentifikasi hubungan Utkin dengan Wagner Group juga menghubungkan Yevgeny Prigozhin, seorang oligark yang dikenal sebagai "kokinya Putin" - disebut demikian karena ia merupakan pemilik restoran yang kemudian jadi penyedia katering untuk Kremlin.

Banyak perusahaan Prigozhin saat ini berada di bawah sanksi AS karena "pengaruh politik dan ekonominya yang jahat di seluruh dunia." Dia selalu membantah adanya hubungan dengan Wagner Group.

Di mana Wagner Group beroperasi?

Pada 2015, Wagner Group mulai beroperasi di Suriah, bertempur bersama pasukan pro-pemerintah dan juga menjaga ladang minyak.

Kelompok tersebut aktif di Libya sejak 2016, mendukung pasukan yang setia kepada Jenderal Khalifa Haftar. Diperkirakan hingga 1.000 tentara bayaran Wagner mengambil bagian dalam kemajuan Haftar pada pemerintahan resmi di Tripoli pada 2019.

Pada 2017, Wagner Group diundang ke Republik Afrika Tengah untuk menjaga tambang berlian. Mereka juga dilaporkan bekerja di Sudan, menjaga tambang emas.

Pada 2020, Departemen Keuangan AS mengatakan Wagner "bertindak sebagai kedok" di negara-negara itu untuk perusahaan pertambangan milik Prighozin, seperti M Invest dan Lobaye Invest. Perusahaan-perusahaan itu pun dijatuhi sanksi oleh AS.

Baru-baru ini Wagner Group diundang oleh pemerintah Mali di Afrika Barat untuk melindunginya dari serangan kelompok-kelompok militan Islam. Kedatangannya pada 2021 memengaruhi keputusan Prancis untuk menarik pasukannya keluar dari negara itu.

Samuel Ramani mengatakan bahwa Wagner Group memiliki total 5.000 tentara bayaran yang beroperasi di seluruh dunia.

Kejahatan apa yang diduga dilakukan Wagner?

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan pemerintah Prancis menuduh para tentara bayaran Wagner melakukan pemerkosaan dan perampokan terhadap warga sipil di Republik Afrika Tengah dan Uni Eropa telah menjatuhkan sanksi kepada mereka karena hal tersebut.

Pada 2020, militer Amerika Serikat menuduh tentara bayaran Wagner menanam ranjau darat dan alat peledak rakitan lainnya di ibu kota Libya, Tripoli, dan sekitarnya.

"Penggunaan ranjau darat dan perangkap lainnya oleh Wagner Group mengorbankan warga sipil yang tidak bersalah," kata Laksamana Muda Heidi Berg, direktur intelijen di Komando Afrika Angkatan Darat AS.

Apa yang dilakukan Wagner Group dalam perang Ukraina saat ini?

Dalam minggu-minggu menjelang invasi Rusia ke Ukraina, diperkirakan tentara bayaran Wagner Group melakukan serangan dengan taktik "bendera palsu" di Ukraina timur untuk memberi alasan kepada Moskow untuk invasi, kata Tracey German.

Sekarang, beberapa pesan telah bermunculan di media sosial Rusia untuk merekrut tentara bayaran dengan mengundang mereka ikut "piknik ke Ukraina". Namun, kelompok tentara bayaran ini menggunakan nama lain, seperti "The Hawks."

Candace Rondeaux, profesor studi Rusia, Eurasia, dan Eropa Timur di Arizona State University mengatakan ini mungkin menandai upaya untuk menghindari nama Wagner karena "nama itu sudah tercemar".

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Kronologi WNI Eks Sopir Taksi Jadi Tentara Bayaran Rusia, Baru 10 Hari Latihan Tewas di Ukraina

Kronologi WNI Eks Sopir Taksi Jadi Tentara Bayaran Rusia, Baru 10 Hari Latihan Tewas di Ukraina

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Nasib Tragis WNI Muhammad Taufiq Eks Sopir Taksi yang Jadi Tentara Bayaran Rusia

Nasib Tragis WNI Muhammad Taufiq Eks Sopir Taksi yang Jadi Tentara Bayaran Rusia

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Rendi Apriyanto Dikontrak 6 Bulan Tentara Bayaran Rusia, 18 September Telepon, 8 Hari Kemudian Tewas

Rendi Apriyanto Dikontrak 6 Bulan Tentara Bayaran Rusia, 18 September Telepon, 8 Hari Kemudian Tewas

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:24 WIB

Tewas di Medan Perang, Rendi Apriyanto Dikontrak Jadi Tentara Bayaran Rusia Bagian Logistik

Tewas di Medan Perang, Rendi Apriyanto Dikontrak Jadi Tentara Bayaran Rusia Bagian Logistik

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:02 WIB

Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Ahli Mesin Disuruh Pulang Buka Bengkel Tapi Keburu Tewas

Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Ahli Mesin Disuruh Pulang Buka Bengkel Tapi Keburu Tewas

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 12:27 WIB

WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir

WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 11:41 WIB

Rendi Apriyanto Jadi Tentara Bayaran Rusia Tergiur Gaji Rp600 Juta, Mau Umrohkan Orangtua

Rendi Apriyanto Jadi Tentara Bayaran Rusia Tergiur Gaji Rp600 Juta, Mau Umrohkan Orangtua

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 10:53 WIB

Warga Natuna Diduga Jadi Tentara Bayaran, Lapangan Kerja di Perbatasan jadi Sorotan

Warga Natuna Diduga Jadi Tentara Bayaran, Lapangan Kerja di Perbatasan jadi Sorotan

News | Rabu, 30 September 2026 | 18:06 WIB

Orangtua WNI Tentara Bayaran Rusia: Rendi Apriyanto Tewas Tak Bisa Hindari Bom Drone Ukraina

Orangtua WNI Tentara Bayaran Rusia: Rendi Apriyanto Tewas Tak Bisa Hindari Bom Drone Ukraina

News | Rabu, 30 September 2026 | 16:10 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×