Dampak Perang Ukraina: Industri Otomotif Jerman Langka Gas Neon dan Nikel

Siswanto, Deutsche Welle

Kamis, 07 April 2022 | 13:28 WIB
Dampak Perang Ukraina: Industri Otomotif Jerman Langka Gas Neon dan Nikel
DW

Suara.com - Bahan baku penting dari Ukraina dan Rusia menjadi semakin langka akibat perang. Pakar industri mobil minta Uni Eropa cari pasar baru dan meningkatkan produksi nikel di dalam negeri.

Sektor otomotif Jerman sudah menghadapi kelangkaan bahan-bahan penting sebelum invasi Rusia ke Ukraina.

Pandemi COVID-19 menyebabkan hambatan pasokan semikonduktor secara global. Lalu sejak perang di Ukraina dimulai pada 24 Februari, harga minyak, gas dan batu bara melonjak tajam.

Sekarang muncul kesulitan baru: kelangkaan bahan-bahan mentah penting seperti gas neon dan nikel.

Volkswagen (VW), produsen mobil terbesar di Eropa, mengatakan kepada DW, ini masalah serius yang bisa berlangsung untuk waktu lama.

Pengamat ekonomi juga mengingatkan pentingnya masalah ini segera ditangani.

"Tidak boleh ada yang meremehkan ancaman kekurangan pasokan bahan baku penting bagi produsen mobil dan pemasok mereka," kata pakar industri otomotif Stefan Bratzel dari Center of Automotive Management (CAM) kepada DW.

"Ini pada akhirnya mengarah pada kenaikan harga, bahkan masa tunggu yang lebih lama bagi pelanggan untuk mobil baru, dan akan memperlambat peningkatan elektromobilitas."

Gas neon dari Ukraina, nikel dari Rusia Ukraina adalah salah satu pemasok gas neon yang dibutuhkan untuk produksi semikonduktor, kata Asosiasi Industri Otomotif Jerman VDA kepada DW.

baca juga

Padahal saat ini industri masih menghadapi kelangkaan semikonduktor yang dibutuhkan di hampir semua industri.

"Bahan mentah ini akan menjadi lebih penting di masa depan," kata seorang juru bicara VDA.

Paladium dan nikel dari Rusia hingga saat ini diimpor dari Rusia. Paladium diperlukan untuk sistem kontrol emisi di mobil dengan mesin bensin.

"Dengan pangsa pasar global 38%, Rusia adalah pemasok terpenting kedua setelah Afrika Selatan dengan 39%," kata Michael Schmidt dari German Raw Materials Agency (DERA) kepada DW.

Sulit membayangkan bagaimana kemungkinan masalah pasokan paladium dari Rusia dapat dijembatani oleh negara-negara produsen lain, tambahnya.

Harga nikel belakangan bahkan melonjak lebih ekstrem lagi. Nikel terutama dibutuhkan dalam produksi baterai untuk mobil listrik.

"Dalam skala global, Rusia adalah produsen bijih nikel terbesar ketiga," kata Michael Szurlies dari Institut untuk Geosains dan Sumber Daya Alam BGR kepada DW.

"Kegagalan pengiriman jangka pendek (dari Rusia) umumnya sulit untuk dikompensasi."

Cina diuntungkan dari krisis

Produsen mobil listrik dan baterai di Cina, di sisi lain, bisa mendapatkan keuntungan dari sanksi ekonomi Barat terhadap Rusia, dengan menawarkan untuk membeli bahan baku dari Rusia dengan harga lebih rendah.

"Cina memiliki posisi yang kuat dalam rantai pasokan logam baterai, dan (perkembangan ini) akan semakin memperkuat posisi kompetitif globalnya, jika dapat membeli nikel Rusia dengan harga murah karena sanksi tersebut," kata analis GlobalData Daniel Clarke.

Analis GlobalData lainnya, Lil Read, menambahkan bahwa satu-satunya pilihan yang tersisa bagi produsen Barat adalah memperluas hubungan bisnis dengan negara-negara penghasil nikel lain seperti Indonesia atau Filipina.

Namun, ini bisa menimbulkan masalah lebih lanjut. Karena jarak geografis yang lebih jauh antara kedua negara produsen, emisi selama transportasi akan meningkat, dan jika bahan mentah diekstraksi lebih intensif di negara asal, masalah lingkungan akan meningkat.

Dengan latar belakang ini, Lil Read percaya kuncinya ada pada pengembangan teknologi baru untuk baterai.

"Laju inovasi baterai sangat menakjubkan selama beberapa dekade terakhir, tetapi inovasi tidak terjadi dalam semalam. Kami berharap baterai lithium-ion phosphate (LFP), yang tidak mengandung nikel atau kobalt, akan mendapatkan popularitas dan penerimaan dalam jangka menengah, jika konflik berlanjut." (hp/pkp)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Manfaatkan Abaya Pavilion, Bank BSN Genjot Inklusi Keuangan Syariah

Manfaatkan Abaya Pavilion, Bank BSN Genjot Inklusi Keuangan Syariah

Foto | Jum'at, 26 Juni 2026 | 05:50 WIB

Dari Pendiri Bisnis Menjadi Angel Investor, Perjalanan Venjii Hernando Mendukung Wirausaha Lokal

Dari Pendiri Bisnis Menjadi Angel Investor, Perjalanan Venjii Hernando Mendukung Wirausaha Lokal

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:10 WIB

Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia

Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:30 WIB

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:08 WIB

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:58 WIB

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:53 WIB

Industri Film Indonesia Masuki Era Baru dengan Dukungan Blockchain dan AI

Industri Film Indonesia Masuki Era Baru dengan Dukungan Blockchain dan AI

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:43 WIB

Gedebage Jazz Festival Naik Kelas, Evolusi Menuju Panggung Dunia

Gedebage Jazz Festival Naik Kelas, Evolusi Menuju Panggung Dunia

Entertainment | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:27 WIB

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:26 WIB

Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal

Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 01:25 WIB

Terkini

Dittipideksus Bareskrim dan Kortastipidkor Sinkronkan Penyidikan Kasus PT TSL

Dittipideksus Bareskrim dan Kortastipidkor Sinkronkan Penyidikan Kasus PT TSL

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:31 WIB

Gus Ipul Apresiasi Jawa Timur, Provinsi Dengan Sekolah Rakyat Terbanyak

Gus Ipul Apresiasi Jawa Timur, Provinsi Dengan Sekolah Rakyat Terbanyak

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 07:47 WIB

Kaesang Pangarep Hadiri Pelantikan Pengurus DPD PSI Mesuji, Targetkan Satu Kursi di Setiap Dapil

Kaesang Pangarep Hadiri Pelantikan Pengurus DPD PSI Mesuji, Targetkan Satu Kursi di Setiap Dapil

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 06:00 WIB

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:08 WIB

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:58 WIB

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:53 WIB

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:26 WIB

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!

Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat

Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:50 WIB

×