Tentara Veteran Dikepung Rusia: Kami Cerdik, Mereka Cuma Andalkan Artileri

Siswanto | BBC | Suara.com

Jum'at, 08 April 2022 | 14:15 WIB
Tentara Veteran Dikepung Rusia: Kami Cerdik, Mereka Cuma Andalkan Artileri
BBC

Suara.com - Suara dentuman artileri Rusia semakin keras saat kami melaju ke posisi garis depan Ukraina di Luhansk. Gemuruh meriam diselingi dengan rentetan tembakan senjata ringan.

Kami berada dalam jarak 500 meter dari posisi pasukan Rusia.

Ini mungkin konflik di abad ke-21 tetapi, dengan jaringan paritnya, terkadang terasa lebih seperti di medan Perang Dunia Pertama pada awal abad ke-20.

Serangan militer Rusia di Ukraina timur sudah semakin intensif. Anda dapat melihatnya dalam antrean panjang lalu lintas yang melaju ke barat, wilayah yang relatif aman.

Anda dapat merasakannya di jalan-jalan yang sepi saat berkendara melewati kota-kota besar dan kecil di wilayah Donbas; dan Anda dapat mendengar meningkatnya suara artileri Rusia.

Baca juga:

Rusia mengerahkan lebih banyak pasukan dari utara ke timur Ukraina. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pertempuran di Luhansk dan Donetsk - yang sebagian sudah dikuasai oleh separatis dukungan Rusia.

Di sana, Rusia akan mengambil keuntungan dari jalur pasok yang lebih pendek. Itu yang menjadi masalah dalam serangan yang gagal ke Ibu Kota Kyiv.

Rusia dan milisi sekutunya sekarang menguasai sekitar 90% Luhansk dan lebih dari setengah Donetsk - jantung industri Ukraina di masa lalu. Asap mengepul melintasi lanskap yang sudah dirusak oleh pertambangan dan pabrik.

Tentara Ukraina telah berperang di sini selama delapan tahun terakhir. Unit mereka ini termasuk beberapa pasukan yang paling tangguh di negara itu.

Para pejabat Barat mengatakan pasukan Ukraina yang ditempatkan di Donbas adalah unit yang paling terlatih dan punya peralatan lengkap.

Saat serangan Rusia dilancarkan dari utara, timur dan selatan, ada bahaya yang nyata bahwa mereka akan segera dikepung.

Di kawasan itu Ukraina kalah banyak dari Rusia.

Tapi mereka siap bertarung dengan membuat parit-parit pertahanan. Saat kami melakukan perjalanan ke timur menuju garis depan, kami melihat posisi pertahanan baru dan parit-parit sedang digali.

Anatoly, seorang tentara berusia 52 tahun, mengintip melalui periskop dari paritnya untuk melihat posisi Rusia. Dia mengatakan kepada saya, "Saya melihat orang Rusia, mereka terlihat seperti saya."

Tapi dia siap untuk bertahan. Dia berujar, "Jika mereka mencoba untuk mengambil posisi kami, saya akan membunuh mereka. Jika saya tidak membunuh mereka, mereka akan membunuh saya. Ini adalah aturan perang."

Sebagian besar pria yang kami ajak bicara percaya bahwa parit dan pertahanan mereka yang dipersiapkan dengan baik akan memberi keunggulan dalam melawan penjajah.

Andrej, seorang tentara berusia 27 tahun, ditemani oleh anjing peliharaannya, Lucifer, selama berada di parit. Dia mengatakan kepada saya, "Kami memiliki senjata yang bagus dan pertahanan yang bagus dan jika Rusia menyerang kami di sini, mereka akan kalah."

Pasukan Ukraina itu mengaku telah dipasok dengan senjata-senjata Barat seperti rudal antitank Javelin.

Mereka bersyukur, walau berharap lebih banyak bantuan lagi.

Andrej mengatakan bahwa Presiden Putin adalah seorang "psikopat" tetapi dia juga menambahkan bahwa para tentara Rusia yang tewas "akan menjadi pupuk yang baik untuk tanah".

Mereka tampak lelah bertempur, tetapi semuanya mengaku masih bersemangat tinggi.

Roman, seorang wakil komandan, telah menghabiskan empat tahun belajar psikologi di Universitas Lviv. Selain bertempur, dia juga bisa menawarkan dukungan kesehatan mental kepada para anak buahnya.

Tapi dia mengatakan "biasanya orang-orang tidak membutuhkan bantuan".

"Mereka memiliki motivasi yang baik untuk berjuang demi keluarga, teman, dan rumah mereka, tidak seperti orang Rusia yang bertempur seperti zombi," ujarnya.

Pasukan Ukraina sangat menyadari bahwa Rusia mengerahkan lebih banyak pasukan ke arah timur. Mereka tahu bahwa situasi yang lebih buruk akan terjadi.

Tapi Roman percaya bahwa pasukan Ukraina lebih cerdik secara taktis. Dia mengatakan bahwa doktrin militer Rusia tidak berkembang sejak Perang Dunia Kedua, cuma mengandalkan artileri.

Namun tembakan artileri Rusia itu sudah memaksa puluhan ribu orang meninggalkan rumah mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekonom Senior AMRO: Disrupsi Energi Timur Tengah 4 Kali Lebih Ngeri Dibanding Perang Rusia-Ukraina

Ekonom Senior AMRO: Disrupsi Energi Timur Tengah 4 Kali Lebih Ngeri Dibanding Perang Rusia-Ukraina

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:30 WIB

Bisnis Kurban Melejit, Irfan Hakim Kebanjiran Pesanan Sapi dari Raffi Ahmad hingga Maia Estianty

Bisnis Kurban Melejit, Irfan Hakim Kebanjiran Pesanan Sapi dari Raffi Ahmad hingga Maia Estianty

Entertainment | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:30 WIB

Kabar Terkini Calvin Dores usai Alami Serangan Jantung, Masih Gunakan Oksigen

Kabar Terkini Calvin Dores usai Alami Serangan Jantung, Masih Gunakan Oksigen

Entertainment | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:24 WIB

Profil Woodyrman, Selebgram Penganiaya Warga Negara Brunei Darussalam di Blok M sampai Tewas

Profil Woodyrman, Selebgram Penganiaya Warga Negara Brunei Darussalam di Blok M sampai Tewas

Entertainment | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:21 WIB

Siluet EV Baru Bentuknya Mirip Mobil Kodok VW, Berapa Harganya?

Siluet EV Baru Bentuknya Mirip Mobil Kodok VW, Berapa Harganya?

Otomotif | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:20 WIB

Viral Duel Maut WNA Brunei di Blok M, Korban Tewas Setelah 10 Hari Kritis di ICU

Viral Duel Maut WNA Brunei di Blok M, Korban Tewas Setelah 10 Hari Kritis di ICU

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:20 WIB

Kemensos dan Kementerian PU Targetkan 93 Sekolah Rakyat Permanen Rampung Bulan Juni

Kemensos dan Kementerian PU Targetkan 93 Sekolah Rakyat Permanen Rampung Bulan Juni

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:19 WIB

Vokal Tiara Andini Saat Manggung Dikritik Netizen, Disarankan Buat Hiatus Sementara

Vokal Tiara Andini Saat Manggung Dikritik Netizen, Disarankan Buat Hiatus Sementara

Entertainment | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:18 WIB

Marc Klok Kenang Tiga Tahun Berserajah Bareng Bojan Hodak: Bandung Mencintai Anda Selamanya

Marc Klok Kenang Tiga Tahun Berserajah Bareng Bojan Hodak: Bandung Mencintai Anda Selamanya

Bola | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:18 WIB

Gagal Sewa Gedung di Gunawarman, Perusahaan Ini Ditipu Rp2 Miliar Akibat Penipuan Sewa Gedung

Gagal Sewa Gedung di Gunawarman, Perusahaan Ini Ditipu Rp2 Miliar Akibat Penipuan Sewa Gedung

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:14 WIB

Terkini

Ekonom Senior AMRO: Disrupsi Energi Timur Tengah 4 Kali Lebih Ngeri Dibanding Perang Rusia-Ukraina

Ekonom Senior AMRO: Disrupsi Energi Timur Tengah 4 Kali Lebih Ngeri Dibanding Perang Rusia-Ukraina

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:30 WIB

Studi: Model Iklim Saat Ini Dinilai Kurang Akurat Baca Dampak Perubahan Iklim di Perkotaan, Kenapa?

Studi: Model Iklim Saat Ini Dinilai Kurang Akurat Baca Dampak Perubahan Iklim di Perkotaan, Kenapa?

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:30 WIB

Viral Duel Maut WNA Brunei di Blok M, Korban Tewas Setelah 10 Hari Kritis di ICU

Viral Duel Maut WNA Brunei di Blok M, Korban Tewas Setelah 10 Hari Kritis di ICU

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:20 WIB

Kemensos dan Kementerian PU Targetkan 93 Sekolah Rakyat Permanen Rampung Bulan Juni

Kemensos dan Kementerian PU Targetkan 93 Sekolah Rakyat Permanen Rampung Bulan Juni

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:19 WIB

Gagal Sewa Gedung di Gunawarman, Perusahaan Ini Ditipu Rp2 Miliar Akibat Penipuan Sewa Gedung

Gagal Sewa Gedung di Gunawarman, Perusahaan Ini Ditipu Rp2 Miliar Akibat Penipuan Sewa Gedung

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:14 WIB

Lahan Papua Cuma Dihargai Rp300 Ribu, Yorrys Raweyai: Itu Tidak Manusiawi

Lahan Papua Cuma Dihargai Rp300 Ribu, Yorrys Raweyai: Itu Tidak Manusiawi

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:07 WIB

Polemik PSN Papua Tak Bisa Lagi Dipandang Sebelah Mata, DPD Resmi Bentuk Pansus

Polemik PSN Papua Tak Bisa Lagi Dipandang Sebelah Mata, DPD Resmi Bentuk Pansus

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:57 WIB

Alarm Bahaya RUU HAM, Korban Terancam Kehilangan Pengawas Independen

Alarm Bahaya RUU HAM, Korban Terancam Kehilangan Pengawas Independen

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:37 WIB

Prabowo Kurban 1.098 Sapi Pakai Duit APBN, MUI: Bagus Untuk Rakyat

Prabowo Kurban 1.098 Sapi Pakai Duit APBN, MUI: Bagus Untuk Rakyat

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:35 WIB

Kemhan Klarifikasi Kabar Bandara Kertajati jadi 'Markas' Hercules AS: Masih Rencana

Kemhan Klarifikasi Kabar Bandara Kertajati jadi 'Markas' Hercules AS: Masih Rencana

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:30 WIB