Invasi Rusia: Sangat Menakutkan Tinggal di Ruang Bawah Tanah dengan Jenazah

Siswanto, BBC

Sabtu, 09 April 2022 | 11:50 WIB
Invasi Rusia: Sangat Menakutkan Tinggal di Ruang Bawah Tanah dengan Jenazah
BBC

Suara.com - Di dinding putih yang lembab di ruang bawah tanah sekolah di Desa Yahidne, Ukraina, terdapat sebuah kalender yang dicoret dengan krayon merah. Krayon merah itu menandai masa-masa traumatis—sejak 5 Maret hingga 2 April—yang tak pernah dibayangkan para penduduknya.

Yahidne berjarak 140 kilometer dari Kyiv, tepat di batas Kota Chernihiv yang berdekatan dengan perbatasan Belarus dan Rusia. Kota ini diduduki oleh tentara Rusia selama hampir satu bulan.

Ketika tentara Rusia datang, mereka membawa penduduk laki-laki, perempuan dan anak-anak dari rumah-rumah mereka, dengan todongan senjata, lalu menahan mereka di ruang bawah tanah sekolah selama empat minggu. Sekitar 130 orang berdesakan di ruangan berukuran 65 meter persegi itu.

Salah satunya adalah Mykola Klymchuk, 60 tahun, yang menunjukkan kepada BBC seperti apa ruang bawah tanah itu.

Baca juga:

Ketika kami menuruni tangga yang pendek, kami mulai mencium bau tak sedap penyakit dan dan bau busuk,

Ruangan itu tampak kotor. Beberapa kasur, pakaian, sepatu, dan buku berserakan di lantai. Empat tempat tidur bayi ditempatkan di tengah dan setumpuk peralatan lainnya di salah satu sudut.

Mykola langsung mengajak kami ke ujung ruangan.

"Ini adalah area setengah meter saya. Saya tidur sambil berdiri," kata dia. Suaranya tercekat dan dia mulai menangis.

baca juga

"Saya mengikat diri saya ke pagar ini menggunakan syal, sehingga saya tidak terjatuh. Saya melalui 25 malam dengan kondisi ini."

Mykola mengatakan tidak bisa bergerak sama sekali karena khawatir menginjak orang. Ada sekitar 40-50 anak yang juga ditahan, termasuk bayi. Bayi termuda yang ada di ruang bawah tanah itu berusia dua bulan.

Pasukan Rusia dengan cepat mencapai desa-desa seperti Yahidne ketika mereka melancarkan serangan ke Chernihiv. Selama berminggu-minggu, kota berpenduduk sekitar 300.000 orang itu terisolasi ketika pasukan Rusia mengepung dan mengebomnya usai mendapat perlawanan.

Rusia menghancurkan jembatan menuju ibu kota Kyiv, sehingga penduduk setempat tidak memiliki akses untuk melarikan diri.

Saat ini pasukan Rusia telah mundur, menyusul kegagalan mereka merebut Kyiv. BBC menjadi salah satu media pertama yang mencapai daerah tersebut. Kengerian akan apa yang terjadi di bawah pendudukan dan pengeboman Rusia terungkap.

Dengan lokasinya yang begitu dekat dengan perbatasan, para penduduk khawatir bahwa Rusia akan segera kembali.

Anastasiia, yang berusia 15 tahun, juga berada di ruang bawah tanah Yahidne bersama ayah dan neneknya.

"Hampir tidak ada kamar. Kami bertahan sambil duduk, tidur sambil duduk. Bukannya kami tidur. Tidak mungkin. Begitu banyak peluru yang mendarat di sekitar sini. Situasinya tak tertahankan," kata dia.

Ruangan itu tidak memiliki ventilasi. Kedua jendelanya ditutup.

"Selama saya di sini, 12 orang meninggal," kata Mykola.

Hidup bersama jenazah

Kebanyakan dari mereka yang meninggal adalah lansia. Tidak jelas apa yang menyebabkan mereka meninggal, namun Mykola meyakini beberapa di antaranya mati lemas.

Ketika ada yang meninggal, jenazah mereka tidak bisa langsung dipindahkan. Tentara Rusia tidak mengizinkan itu setiap hari. Situasinya juga berbahaya karena pertempuran -tembakan dan ledakan-- terus menerus terjadi di luar.

Itu membuat mereka, termasuk anak-anak, hidup di ruang bawah tanah itu bersama jenazah selama berjam-jam bahkan berhari-hari, sampai akhirnya mereka bisa dibawa keluar.

"Itu sangat menakutkan. Saya mengenal orang-orang yang meninggal. Mereka memperlakukan kami dengan baik. Saya sangat sedih mereka meninggal begitu saja di sini tanpa alasan," kata Anastasiia.

"Dalam kondisi normal, mereka tidak akan meninggal seperti ini. Putin adalah penjahat perang," kata Mykola.

"Kaki saya mulai membengkak. Tapi saya terus berpikir bahwa saya harus bertahan demi putri dan kedua cucu saya."

Mereka sering kali tidak diizinkan keluar bahkan untuk menggunakan toilet, sehingga mereka membuat toilet menggunakan ember sebagai gantinya.

"Terkadang tentara membawa orang keluar untuk menjadikannya tameng," kata Mykola.

Mereka diizinkan memasak menggunakan api di luar sebanyak dua kali sehari. Desa itu memiliki persediaan makanan yang cukup dan sebuah sumur sebagai sumber air.

Salah satu tentara Rusia mengatakan kepada Mykola bahwa mereka diberitahu hanya akan berada di Ukraina selama empat hari, waktu yang cukup untuk mengambil alih Kyiv.

Mencari orang-orang yang dicintai di kuburan

Pada 3 April, Rusia akhirnya mundur dari Yahidne. Tentara Ukraina kini berada di desa itu, dan sebagian besar penduduk yang terjebak telah dievakuasi ke daerah terdekat.

"Saya bangun berkali-kali setiap malam. Saya merasa seperti mendengar suara tembakan. Saya berlari ke orang tua saya, ketakutan," kata Anastasiia.

Baca juga:

Rusia menduduki desa-desa seperti Yahidne dalam upaya mengepung dan menguasai Chernihiv.

Mereka tidak dapat memasuki kota, tapi telah terjadi kerusakan besar-besaran di banyak bagian di kota itu. Para pejabat mengatakan sekitar 350 warga sipil telah tewas.

Sejak Rusia mundur dari wilayah sekitar Chernihiv, para relawan menguburkan orang-orang yang meninggal.

Satu area dari pemakaman lokal telah penuh dengan makam-makam baru. Masing-masing ditempelken plakat agar bisa diidentifikasi.

Keluarga yang berpisah pun datang mencari tahu apakah mereka menemukan makam dari orang yang mereka cintai.

Pejabat Ukraina mengatakan sebuah stadion sepak bola dibom oleh pesawat Rusia. Sebuah kawah raksasa terlihat di tengah lapangan, tempat satu bom jatuh. Bom yang lainnya menghancurkan bagian tribun.

Di sebelah stadion, sebuah perpustakaan anak-anak di bangunan bersejarah juga rusak parah.

Saat kami menyusuri kota, kami melewati beberapa area permukiman yang hampir rata dengan tanah.

Di Novoselivka, di wilayah utara Chernihiv, kehancuran juga terlihat sejauh mata memandang.

Puing-puing batu dan bata berserakan di tempat rumah-rumah sebelumnya berdiri. Kami melihat jaket musim dingin anak-anak berwarna merah muda, boneka beruang, boneka gajah, dan kepingan Lego di salah satu jalan setapak menuju area permukiman.

Sepanjang jalan, kami melihat makin banyak kawah bom.

'Mengapa kami tidak diperingatkan?'

Seorang perempuan dan anak memberi isyarat kepada kami untuk mengikuti mereka dari atas sepeda.

Nina Vynnyk, 62, bersama cucunya, Danylo, 10, ingin menunjukkan rumah mereka kepada kami. Hanya tersisa kerangka rumah, sedangkan semua yang ada di dalam dan di sekitarnya telah hancur.

Putri Nina sekaligus ibu Danylo, Lydmyla yang berusia 39 tahun, kehilangan kakinya dan dirawat di rumah sakit.

Saat rumah Nina mulai dibom, mereka berlari ke rumah orang lain berharap mencari perlindungan di ruang bawah tanah. Tetapi ruang bawah tanah itu juga dibom.

"Kami tersingkir oleh ledakan. Seseorang mengalami gegar otak, seseorang terluka. Ketika kami sadar, saya melihat putri saya berteriak, 'Mama, mama, saya tidak punya kaki'. Itu mengerikan," kata dia.

Ludmyla merangkak ke tempat yang aman, lalu dibawa ke rumah sakit.

"Saya merasa ini seperti mimpi buruk yang mengerikan. Ini tidak mungkin nyata. Mengapa pemerintah kami tidak memperingatkan kami? Mengapa mereka tidak mengevakuasi kami," ujar Nina.

Empat generasi keluarga Nina tinggal di rumah yang kini telah hancur itu. "Dalam sesaat, tidak ada yang tersisa. Saya tidak tahu di mana saya akan tinggal pada musim dingin," kata dia.

Nina juga tidak mampu membayar prostetik untuk putrinya.

Mengenai klaim Rusia yang menyatakan bahwa mereka tidak menargetkan warga sipil, Nina mengatakan, "Dia [Putin] penuh dengan kebohongan. Ada seorang perempuan di rumah sakit tanpa kaki. Itu adalah kebenaran."

"Biarkan Putin membayar operasinya. Biarkan Putin membangun rumah ini. Dia sangat menginginkannya, kan? Biarkan dia membayar semuanya sekarang."

Imogen Anderson, Anastasiia Levchenko dan Daria Sipigina berkontribusi dalam laporan ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rudal Pertahanan Udara Ukraina Menipis, Zelenskyy Minta Sekutu Pasok Amunisi Pencegat

Rudal Pertahanan Udara Ukraina Menipis, Zelenskyy Minta Sekutu Pasok Amunisi Pencegat

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:42 WIB

Rudal Jelajah Ukraina FP5 Flamingo Buka Peluang Serang Iran, Jarak Luncur Sampai 3000 Km

Rudal Jelajah Ukraina FP5 Flamingo Buka Peluang Serang Iran, Jarak Luncur Sampai 3000 Km

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 15:08 WIB

Suplai Rudal Patriot Kritis, Pertahanan Udara Ukraina Bobol Hingga Makan Korban Jiwa

Suplai Rudal Patriot Kritis, Pertahanan Udara Ukraina Bobol Hingga Makan Korban Jiwa

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 10:20 WIB

Rusia - Ukraina Saling Tembak Drone dan Rudal, 14 Orang Tewas

Rusia - Ukraina Saling Tembak Drone dan Rudal, 14 Orang Tewas

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 10:09 WIB

Serangan Rudal Iran Terancam Melebar ke Laut Kaspia karena Ulah Ukraina Ini

Serangan Rudal Iran Terancam Melebar ke Laut Kaspia karena Ulah Ukraina Ini

News | Senin, 27 Juli 2026 | 10:08 WIB

Rusia Rekrut Warga Miskin Jadi Tentara Perang, Dijanjikan Uang Melimpah

Rusia Rekrut Warga Miskin Jadi Tentara Perang, Dijanjikan Uang Melimpah

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 11:06 WIB

Warga Rusia Dibatasi Beli Bensin Usai Serangan Drone Ukraina Bakar Kilang Minyak Moskow

Warga Rusia Dibatasi Beli Bensin Usai Serangan Drone Ukraina Bakar Kilang Minyak Moskow

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 14:18 WIB

AS-Iran Sudah Damai, Rusia Masih Perang, Kilang Minyak Moskow Hancur Dihantam Drone Ukraina

AS-Iran Sudah Damai, Rusia Masih Perang, Kilang Minyak Moskow Hancur Dihantam Drone Ukraina

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:07 WIB

Teruji di Medan Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Canggih RQ-70 Dainn

Teruji di Medan Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Canggih RQ-70 Dainn

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 06:10 WIB

Christian Eriksen Beri Kabar Terkini Setelah Kolaps di Lapangan, Kini Sudah Pulang ke Rumah

Christian Eriksen Beri Kabar Terkini Setelah Kolaps di Lapangan, Kini Sudah Pulang ke Rumah

Bola | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:41 WIB

Terkini

DPR Lembur Rampungkan RUU Perampasan Aset, Banyak Serap Aspirasi Masyarakat Sipil

DPR Lembur Rampungkan RUU Perampasan Aset, Banyak Serap Aspirasi Masyarakat Sipil

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:29 WIB

Detik-Detik Mobil Pikap Mahasiswa KKN Unhas Rem Blong, Sopir Sengaja Tabrak Pohon

Detik-Detik Mobil Pikap Mahasiswa KKN Unhas Rem Blong, Sopir Sengaja Tabrak Pohon

Sulsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:27 WIB

Kinerja Pegadaian Dapat Apresiasi Presiden Prabowo dalam Pidato Sidang Tahunan MPR 2026

Kinerja Pegadaian Dapat Apresiasi Presiden Prabowo dalam Pidato Sidang Tahunan MPR 2026

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:10 WIB

Review Kung Fu Soccer: Terlalu Absurd Disebut Film Tentang Sepak Bola, Apakah Layak Ditonton?

Review Kung Fu Soccer: Terlalu Absurd Disebut Film Tentang Sepak Bola, Apakah Layak Ditonton?

Your Say | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:10 WIB

KPK Cecar Pejabat Bulog, Dalami Pembentukan Harga Beras dalam Kasus Korupsi Bansos

KPK Cecar Pejabat Bulog, Dalami Pembentukan Harga Beras dalam Kasus Korupsi Bansos

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:09 WIB

Ancaman Siber Berbasis AI Makin Canggih, Industri Keuangan Diminta Perkuat Ketahanan Digital

Ancaman Siber Berbasis AI Makin Canggih, Industri Keuangan Diminta Perkuat Ketahanan Digital

Tekno | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:06 WIB

Puan Maharani Jawab Pujian Prabowo: PDIP Siap Bahu-Membahu Dukung Pemerintah Selama Demi Rakyat

Puan Maharani Jawab Pujian Prabowo: PDIP Siap Bahu-Membahu Dukung Pemerintah Selama Demi Rakyat

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:02 WIB

Mantan Guru Ngaji Diduga Cabuli Anak di Masjid, Korban Capai 24 Orang dalam 11 Tahun

Mantan Guru Ngaji Diduga Cabuli Anak di Masjid, Korban Capai 24 Orang dalam 11 Tahun

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:02 WIB

PT DSI Bisa Jadi Instrumen Perbaikan Tata Kelola Ekspor, Asal Transparan

PT DSI Bisa Jadi Instrumen Perbaikan Tata Kelola Ekspor, Asal Transparan

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 17:56 WIB

DPR Sayangkan Prabowo Tak Singgung Kesejahteraan Guru di Pidato Kenegaraan

DPR Sayangkan Prabowo Tak Singgung Kesejahteraan Guru di Pidato Kenegaraan

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 17:56 WIB

×