Kapal Perang Moskva Milik Rusia Tenggelam Ditembak Rudal atau karena Badai?

Siswanto, BBC

Jum'at, 22 April 2022 | 11:18 WIB
Kapal Perang Moskva Milik Rusia Tenggelam Ditembak Rudal atau karena Badai?
BBC

Suara.com - Gambar-gambar dramatis - dan sebuah tayangan video yang kredibel - yang menunjukkan kapal perang Rusia Moskva sebelum tenggelam minggu lalu telah muncul secara daring.

Video dan gambar-gambar tersebut sesuai dengan bentuk dan desain kapal penjelajah rudal itu.

Rusia mengatakan kebakaran menyebabkan amunisi meledak dan kapal itu tenggelam saat ditarik di tengah badai. Sebaliknya, Ukraina mengatakan telah menyerangnya dengan rudal.

Gambar-gambar baru itu tidak langsung mendukung klaim kedua belah pihak - tetapi tidak ada tanda-tanda badai pada saat itu.

Apa yang ditunjukkan video dan foto-foto itu?

Gambar-gambar itu diduga diambil pada 14 April, sehari setelah Ukraina mengklaim telah menyerang kapal perang itu.

Klip video berdurasi tiga detik itu - kemungkinan diambil dari sebuah kapal penyelamat - menunjukkan Moskva dari kejauhan dalam keadaan sangat miring di sisi kirinya.

Baca juga:

Sebuah kapal tunda, kemungkinan Shakhter asal Rusia, ada di sebelah kanannya.

Asap terlihat mengepul dari kapal, dengan bagian lambung timbulnya rusak berat.

baca juga

Beberapa lubang juga terlihat di bagian lain dari lambung timbul itu dalam suatu foto, menunjukkan kapal perang tersebut telah dimasuki banyak air.

Tampaknya juga semua sekoci kapal telah diturunkan.

Apakah ada detil lebih lanjut tentang penyebabnya?

Ukraina mengatakan pihaknya berhasil menyerang Moskva dengan dua rudal Neptune buatannya yang baru-baru ini diperkenalkan Rabu lalu.

Kalangan pejabat AS yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada media Amerika bahwa mereka percaya versi Ukraina.

Sedangkan Rusia mengaku kapal itu rusak setelah ada ledakan dan kemudian tenggelam karena "badai laut".

BBC menunjukkan rekaman itu kepada tiga pakar angkatan laut. Mereka menjelaskan bahwa kerusakan itu tampak konsisten dengan serangan rudal, dan tidak setuju bahwa ada penyebab lain yang mungkin menyebabkan Moskva tenggelam.

Jonathan Bentham, pengamat dari International Institute for Strategic Studies, menyimpulkan bahwa kapal dalam foto-foto itu adalah kapal penjelajah kelas Slava dan "kemungkinan" adalah Moskva.

Bentham mengatakan kerusakan yang terlihat pada kapal penjelajah itu tampaknya disebabkan oleh serangan rudal Neptune, tetapi menekankan tidak mungkin untuk mengesampingkan penyebab lain pada tahap ini.

"Bekas-bekas asap di sisi kiri kapal tampaknya berada di dekat garis air. Ini mungkin mengindikasikan tanda tembakan rudal Neptune, seperti yang dilaporkan," kata Bentham.

Kebocoran bahan bakar

Pakar lain, Laksamana Muda Chris Parry, yang sebelumnya memimpin kapal perusak Angkatan Laut Kerajaan Inggris, mengatakan kepada BBC bahwa dia yakin kerusakan itu disebabkan oleh serangan rudal.

"Anda dapat melihat sisi kapal yang meledak sangat bergerigi," kata Parry. "Jika itu adalah ledakan internal, Anda akan melihat lapisan yang menonjol ke luar daripada ke dalam. Tapi ini menunjukkan penetrasi dan ledakan berikutnya. Tidak diragukan lagi kapal itu dihantam oleh satu atau dua rudal."

Mantan komandan NATO itu juga mengatakan penjelasan lainnya adalah rudal-rudal yang disimpan di kapal itu juga terkena dampaknya saat diserang dan terjadi kebocoran bahan bakar di sepanjang dek kapal, sehingga menyebabkan kebakaran hebat.

"Anda dapat melihat geladak benar-benar tertekuk, seluruh kapal tampak seperti habis terbakar. Menurut saya bahan bakarnya telah mengalir di sepanjang geladak, bahkan di bagian belakang," lanjut dia.

Ledakan amunisi

Pakar militer lainnya, Sidharth Kaushal dari Royal United Services Institute, mengungkapkan kepada BBC bahwa area utama kerusakan akibat kebakaran itu adalah "tempat amunisi untuk senjata anti-pesawat".

"Salah satu hipotesisnya adalah bahwa kebakaran yang dimulai akibat serangan awal telah menghancurkan amunisi senjata anti-pesawat," kata Kaushal.

Kondisi laut

Walau kondisinya dapat bervariasi pada waktu yang berbeda, tidak ada dalam video itu yang mengkonfirmasi pernyataan awal Kremlin bahwa Moskva tenggelam karena badai.

Sebelum tenggelam, kementerian pertahanan Rusia mengeluarkan pernyataan bahwa "kapal itu rusak parah. Seluruh kru telah dievakuasi".

BBC belum dapat memverifikasi klaim tersebut.

Rusia juga belum mengakui adanya korban. Pada hari Sabtu (16/04), kementerian pertahanan Rusia menerbitkan rekaman yang menunjukkan apa yang digambarkannya sebagai awak kapal Moskva yang sedang berparade di kota pelabuhan Sevastopol, Krimea.

Kapal perang dengan 510 awak itu selama ini dikenal memimpin serangan laut Rusia dalam invasinya ke Ukraina, sehingga menjadikannya sebagai target simbolis dan militer yang penting.

Kapal Moskva juga terkenal setelah sempat menyerukan agar pasukan Ukraina yang berjaga di Pulau Ular, Laut Hitam, untuk menyerah. Seruan itu mendapat pesan balasan yang diterjemahkan secara bebas berarti "enyahlah ke neraka".


Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

CATCHPLAY+ Rilis Deretan Film dan Serial September 2026, Ada Thriller hingga Animasi Minions

CATCHPLAY+ Rilis Deretan Film dan Serial September 2026, Ada Thriller hingga Animasi Minions

Entertainment | Senin, 07 September 2026 | 08:30 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Transisi Energi Rendah Karbon Tak Cuma Teori, Industri Didesak Patuh

Transisi Energi Rendah Karbon Tak Cuma Teori, Industri Didesak Patuh

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 07:00 WIB

Bantuan Korban Bencana Gempa NTT Terus Bergulir

Bantuan Korban Bencana Gempa NTT Terus Bergulir

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 07:55 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×