Korea Selatan: Mengapa Banyak Orang Susah Tidur di Negara Itu?

Siswanto, BBC

Senin, 25 April 2022 | 13:39 WIB
Korea Selatan: Mengapa Banyak Orang Susah Tidur di Negara Itu?
BBC

Suara.com - Korea Selatan adalah salah satu negara yang warganya paling kurang tidur di dunia, dan gangguan ini telah memakan banyak korban jiwa, kata wartawan BBC Chloe Hadjimatheou.

Ji-Eun mulai mengalami kesulitan tidur ketika jam kantornya menjadi sangat melelahkan sehingga dia tidak bisa bersantai lebih lama lagi.

Rata-rata dia bekerja dari pukul tujuh pagi sampai sekitar pukul 10 malam, tetapi pada hari-hari yang sangat sibuk, staf humas berusia 29 tahun itu akan berada di kantor sampai pukul tiga pagi.

Bosnya sering menelepon saat tengah malam, meminta sesuatu segera dilakukan.

"Sepertinya saya sudah lupa cara untuk bersantai," katanya.

Baca juga:

Di klinik Dream Sleep di distrik Gangnam yang elite di Seoul, Dr Ji-hyeon Lee, seorang psikiater yang berspesialisasi dalam masalah tidur, mengatakan bahwa dia sering melihat klien yang meminum hingga 20 pil tidur setiap malam.

"Biasanya butuh waktu untuk tertidur, tetapi orang Korea ingin tidur sangat cepat sehingga mereka minum obat," katanya.

Kecanduan obat tidur sudah menjadi epidemi nasional. Walau belum ada statistik resmi, tetapi diperkirakan 100.000 orang Korsel kecanduan pil tidur.

baca juga

Ketika masih tidak bisa tidur, mereka sering menggunakan alkohol selain obat - dengan konsekuensi yang berbahaya.

''Banyak orang tidur sambil jalan. Mereka pergi ke lemari es dan makan banyak hal tanpa disadari, termasuk makanan mentah,'' kata Dr Lee. ''Bahkan ada kasus kecelakaan mobil di pusat kota Seoul yang disebabkan oleh pasien berjalan sambil tidur.''

Dr Lee terbiasa melihat pengidap insomnia kronis menderita apa yang dikenal sebagai hypo-arousal.

Beberapa pasien mengatakan kepadanya bahwa sudah beberapa dekade sejak mereka tidur selama lebih dari beberapa jam dalam semalam.

''Mereka menangis [tetapi] masih menyimpan seberkas harapan [ketika mereka datang ke sini]. Ini situasi yang sangat menyedihkan,'' katanya.

Terlalu banyak bekerja, stres, dan kurang tidur

Korsel adalah salah satu negara yang warganya paling kurang tidur di dunia.

Negara itu juga memiliki tingkat bunuh diri tertinggi di antara negara-negara maju, begitu konsumsi minuman keras tertinggi dan banyak orang di sana menggunakan antidepresan.

Ada sejumlah penyebabnya.

Hanya dalam beberapa dekade, negara ini telah berubah dari negara miskin menjadi salah satu negara dengan teknologi paling maju di dunia.

Korsel kini juga memiliki kekuatan cukup besar, dengan pengaruh budaya popnya yang terus berkembang.

Negara-negara seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab dapat memanfaatkan sumber daya alam mereka, tetapi Korsel tidak memiliki kekayaan seperti itu.

Korsel berhasil mengubah nasib melalui dedikasi rakyatnya yang didorong oleh nasionalisme kolektif yang memicu mereka untuk bekerja lebih keras dan lebih cepat.

Salah satu akibatnya adalah orang-orangnya terlalu banyak bekerja, stres, dan kurang tidur.

Kini, ada industri yang terus berkembang untuk melayani mereka yang tidak bisa tidur - dan industri tidur itu diperkirakan bernilai $2,5 miliar (Rp34 triliun) pada 2019.

Industri bantuan tidur sedang berkembang

Di Seoul, seluruh pusat perbelanjaan dikhususkan untuk produk tidur, dari seprai yang sempurna hingga bantal yang optimal, sementara apotek menawarkan rak yang penuh dengan obat tidur herbal dan tonik.

Dan kemudian ada pendekatan teknologi untuk insomnia. Lebih dari dua tahun yang lalu Daniel Tudor memulai aplikasi meditasi - Kokkiri - yang ditujukan untuk membantu anak muda Korsel yang stres.

Meskipun Korsel secara historis adalah negara Buddhis, kaum mudanya menganggap meditasi hanya untuk orang tua, bukan sesuatu yang bisa dilakukan oleh pekerja kantoran di Seoul.

Daniel mengatakan bahwa dia harus mengemas ulang meditasi sebagai ide Barat bagi anak muda Korsel agar menganggapnya menarik.

Makin banyak lembaga tradisional yang juga bergabung dalam aksi tersebut.

Hyerang Sunim adalah seorang biarawati Buddhis yang membantu mengelola tempat retret Temple-Stay di pinggiran Seoul di mana mereka yang kurang tidur dapat melakukan meditasi dan menyerap ajaran Buddha.

Di masa lalu, istirahat kecil semacam ini disediakan untuk para pensiunan yang menginginkan pengajaran dan doa.

Sekarang para pesertanya cenderung lebih muda atau masih di usia kerja.

Tetapi kuil-kuil Buddha yang sama ini juga telah dikritik karena mengambil keuntungan dari retret semacam itu. ''Tentu saja ada kekhawatiran ... tapi saya pikir manfaatnya lebih besar,'' kata Hyerang Sunim.

''Dulu jarang melihat orang muda datang dan mencari ajaran Buddha. Dan mereka kini mendapatkan banyak dari interaksi mereka dengan tinggal di kuil.''

Perlunya perubahan mendasar

Lee Hye-ri, yang menghadiri salah satu retret Buddhis setelah tekanan di tempat kerja sudah terlalu banyak, mengatakan dia telah belajar untuk bertanggung jawab atas kondisi stresnya.

''Semuanya dimulai dari saya, semua masalah dimulai dari saya. Itu yang saya pelajari di sini.''

Tetapi membingkai solusi atas stres dan kurang tidur sebagai sesuatu yang harus ditangani pada tingkat individu bisa jadi problematis.

Mereka yang percaya bahwa masalah ini disebabkan oleh budaya kerja yang tidak masuk akal dan tekanan masyarakat telah mengkritik pendekatan individualistis ini dengan mengatakan bahwa itu sama saja dengan menyalahkan korban.

Para kritikus ini mengatakan meditasi atau relaksasi hanya jalan keluar sementara namun solusi yang nyata hanya dapat terjadi melalui perubahan mendasar pada masyarakat.

Ji-Eun akhirnya jadi sangat kurang tidur dan stres sehingga dia berhenti dari pekerjaannya. Kini dia bekerja dengan jam kerja yang jauh lebih masuk akal sebagai pekerja lepas dan pada saat pandemi berarti dia bisa bekerja dari rumah.

Dia juga mencari bantuan profesional di klinik tidur Dr Lee untuk mengatasi insomnianya.

''Apa gunanya sekarang bekerja begitu keras?'' Kata Ji-Eun.

"Kita seharusnya bisa santai."

Anda mungkin juga tertarik dengan tayangan berikut:

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berapa Gaji dan Tunjangan Deputi Bakom RI? Gaya Hidup Mewah Timothy Ivan Triyono Disorot

Berapa Gaji dan Tunjangan Deputi Bakom RI? Gaya Hidup Mewah Timothy Ivan Triyono Disorot

News | Sabtu, 26 September 2026 | 14:59 WIB

Modal Tekun dan Kehati-hatian, Wanita Asal Blitar Ini Tak Menyerah Merintis Usaha Dua Kali

Modal Tekun dan Kehati-hatian, Wanita Asal Blitar Ini Tak Menyerah Merintis Usaha Dua Kali

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 14:42 WIB

5 Shio yang Disebut Paling Cepat Kaya dari Usaha Sampingan, Ada Kamu?

5 Shio yang Disebut Paling Cepat Kaya dari Usaha Sampingan, Ada Kamu?

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 14:35 WIB

Make Munir Live Again: Merawat Ingatan Kasus HAM di Aksi Kamisan Jogja

Make Munir Live Again: Merawat Ingatan Kasus HAM di Aksi Kamisan Jogja

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 14:32 WIB

Koleksi Tas Mewah Deputi II Bakom RI Timothy Ivan Triiyono Disorot, Capai Puluhan Juta!

Koleksi Tas Mewah Deputi II Bakom RI Timothy Ivan Triiyono Disorot, Capai Puluhan Juta!

News | Sabtu, 26 September 2026 | 14:30 WIB

Arti Suara Kucing Menangis Melengking di Luar Rumah Saat Malam Hari Menurut Kepercayaan Jawa

Arti Suara Kucing Menangis Melengking di Luar Rumah Saat Malam Hari Menurut Kepercayaan Jawa

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 14:25 WIB

Cara Mengatasi Bintik Karat Pada Bodi Mobil yang Tak Bisa Dianggap Sepele

Cara Mengatasi Bintik Karat Pada Bodi Mobil yang Tak Bisa Dianggap Sepele

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 14:17 WIB

6 Sepatu Slip On Tanpa Tali Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Harga Mulai Rp120 Ribuan

6 Sepatu Slip On Tanpa Tali Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Harga Mulai Rp120 Ribuan

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 14:14 WIB

350 Ribu Kematian Terjadi Setiap Tahun Akibat Stroke, Gimana Cara Penanganannya?

350 Ribu Kematian Terjadi Setiap Tahun Akibat Stroke, Gimana Cara Penanganannya?

Health | Sabtu, 26 September 2026 | 14:12 WIB

New Balance 530 vs 2002R, Mana yang Lebih Nyaman untuk Jalan Kaki?

New Balance 530 vs 2002R, Mana yang Lebih Nyaman untuk Jalan Kaki?

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 14:06 WIB

Terkini

Ulasan Motherhood: Ketika Kasih Sayang Ibu Terjebak dalam Luka Masa Lalu

Ulasan Motherhood: Ketika Kasih Sayang Ibu Terjebak dalam Luka Masa Lalu

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 15:00 WIB

Berapa Gaji dan Tunjangan Deputi Bakom RI? Gaya Hidup Mewah Timothy Ivan Triyono Disorot

Berapa Gaji dan Tunjangan Deputi Bakom RI? Gaya Hidup Mewah Timothy Ivan Triyono Disorot

News | Sabtu, 26 September 2026 | 14:59 WIB

Bikin Elus Dada! Anak di Gunungsindur Bogor Tega Aniaya Sang Ayah Hingga Meninggal

Bikin Elus Dada! Anak di Gunungsindur Bogor Tega Aniaya Sang Ayah Hingga Meninggal

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 14:57 WIB

Modal Tekun dan Kehati-hatian, Wanita Asal Blitar Ini Tak Menyerah Merintis Usaha Dua Kali

Modal Tekun dan Kehati-hatian, Wanita Asal Blitar Ini Tak Menyerah Merintis Usaha Dua Kali

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 14:42 WIB

5 Shio yang Disebut Paling Cepat Kaya dari Usaha Sampingan, Ada Kamu?

5 Shio yang Disebut Paling Cepat Kaya dari Usaha Sampingan, Ada Kamu?

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 14:35 WIB

Make Munir Live Again: Merawat Ingatan Kasus HAM di Aksi Kamisan Jogja

Make Munir Live Again: Merawat Ingatan Kasus HAM di Aksi Kamisan Jogja

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 14:32 WIB

Heboh Tahanan Kasus Narkoba di Rutan Balige Meninggal, Apa Sebabnya?

Heboh Tahanan Kasus Narkoba di Rutan Balige Meninggal, Apa Sebabnya?

Sumut | Sabtu, 26 September 2026 | 14:32 WIB

Polres Metro Bongkar Praktik Bisnis Gelap Solar Subsidi: Modus Borong SPBU untuk Ditimbun

Polres Metro Bongkar Praktik Bisnis Gelap Solar Subsidi: Modus Borong SPBU untuk Ditimbun

Lampung | Sabtu, 26 September 2026 | 14:31 WIB

Koleksi Tas Mewah Deputi II Bakom RI Timothy Ivan Triiyono Disorot, Capai Puluhan Juta!

Koleksi Tas Mewah Deputi II Bakom RI Timothy Ivan Triiyono Disorot, Capai Puluhan Juta!

News | Sabtu, 26 September 2026 | 14:30 WIB

Career Break bagi Perempuan: Jeda Karier atau Tanda Kehilangan Arah?

Career Break bagi Perempuan: Jeda Karier atau Tanda Kehilangan Arah?

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 14:30 WIB

×