Berikan Sinyal Berkoalisi di Pilpres 2024 Usai Pertemuan Malam-malam, Ketum Golkar, PAN, PPP: InsyaAllah

Chandra Iswinarno | Bagaskara Isdiansyah | Suara.com

Kamis, 12 Mei 2022 | 22:15 WIB
Berikan Sinyal Berkoalisi di Pilpres 2024 Usai Pertemuan Malam-malam, Ketum Golkar, PAN, PPP: InsyaAllah
Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketum PAN Zulkifli Hasan dan Ketum PPP Suharso Monoarfa gelar pertemuan bahas kerja sama dan kemungkinan koalisi pada Pilpres 2024 mendatang di Rumah Heritage Jakarta pada Kamis (12/5/2022) malam. [Suara.com/Bagaskara]

Suara.com - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan, dan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa melakukan pertemuan di Rumah Heritage Jakarta, Kamis (12/5/2022) malam. Ketiga parpol itu bersepakat akan bekerja sama, hingga berikan sinyal bakal berkoalisi untuk Pilpres 2024.

Zulkifli menjelaskan, perlu ada gagasan baru yakni memunculkan politik gagasan. Menurutnya, hal-hal yang baik dari para pendiri bangsa harus dilanjutkan.

"Jadi yang baik dari Bung Karno dilanjutkan oleh Pak Harto. Yang bagus dari Pak Harto dilanjutkan dan seterusnya dan seterusnya. Oleh karena  kita mesti mulai politik gagasan. Oleh karena itu, yang bagus-bagus yang Pak Jokowi harus juga kita lanjutkan nantinya. Kira-kira gagasan-gagasan seperti yang kita rumuskan, bareng-bareng, gitu aja," kata Zulkifli usai pertemuan digelar.

Sementara itu, ketika ditanya masing-masing apakah memang sudah dipastikan Golkar, PAN dan PPP berkoalisi untuk Pilpres 2024, Zulkifli menjawab tak secara terang-terangan.

"InsyaAllah (berkoalisi Pilpres 2024). Nyaman untuk Indonesia," katanya.

Kemudian Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, juga menjawab secara bersayap. Ia hanya memastikan ketiga parpol akan bersatu ke depannya.

"Jadi Insya Allah tadi namanya juga bertiga bersatu. Jadi bertiga bersatu, bersatunya itu adalah beringin, matahari, dan Kakbah," katanya.

"Jadi kerja sama tiga partai ini mulai dari nasional, propinsi, kabupaten kota dan kita mulai menyamakan program," ujarnya.

Begitu pun juga terpisah Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa, mengatakan, tiga parpol bekerja sama ini tak tertutup kemungkinan untuk parpol lainnya bergabung.

"InsyaAllah, insyaAllah (berkoalisi). Kemungkinan nambah pasti lah," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Golkar, PAN dan PPP Pastikan Bekerja Sama Hadapi Pemilu 2024

Golkar, PAN dan PPP Pastikan Bekerja Sama Hadapi Pemilu 2024

News | Kamis, 12 Mei 2022 | 21:25 WIB

Sejumlah Menteri Digadang-gadang Bakal Ikut Pilpres 2024, Sandiaga Uno Buka Suara

Sejumlah Menteri Digadang-gadang Bakal Ikut Pilpres 2024, Sandiaga Uno Buka Suara

Jabar | Kamis, 12 Mei 2022 | 20:51 WIB

Airlangga Hartarto, Zulkifli Hasan Hingga Suharso Monoarfa Lakukan Pertemuan Malam-malam, Sepakat Berkoalisi di Pilpres?

Airlangga Hartarto, Zulkifli Hasan Hingga Suharso Monoarfa Lakukan Pertemuan Malam-malam, Sepakat Berkoalisi di Pilpres?

News | Kamis, 12 Mei 2022 | 20:21 WIB

Terkini

Terbukti Suap Pejabat Kemnaker, Jaksa Tuntut 3 Tahun Penjara untuk Miki dan Temurila

Terbukti Suap Pejabat Kemnaker, Jaksa Tuntut 3 Tahun Penjara untuk Miki dan Temurila

News | Senin, 18 Mei 2026 | 16:24 WIB

Amnesty Kritik RUU Tata Cara Pidana Mati yang Disiapkan Pemerintah Indonesia

Amnesty Kritik RUU Tata Cara Pidana Mati yang Disiapkan Pemerintah Indonesia

News | Senin, 18 Mei 2026 | 16:20 WIB

Komarudin PDIP Usul Wapres Gibran Berkantor di IKN Agar Gedung Tak Mangkrak Usai Putusan MK

Komarudin PDIP Usul Wapres Gibran Berkantor di IKN Agar Gedung Tak Mangkrak Usai Putusan MK

News | Senin, 18 Mei 2026 | 16:18 WIB

Bincang Singkat dengan Purbaya, Prabowo Tanya Dolar

Bincang Singkat dengan Purbaya, Prabowo Tanya Dolar

News | Senin, 18 Mei 2026 | 16:12 WIB

Pemeriksaan Merambah Kelas TK, Polisi Buka Peluang Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha

Pemeriksaan Merambah Kelas TK, Polisi Buka Peluang Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha

News | Senin, 18 Mei 2026 | 16:10 WIB

Dari Nakba 1948 hingga Reruntuhan Gaza: Kisah Pilu Pria Palestina yang Terusir dari Tanah Airnya

Dari Nakba 1948 hingga Reruntuhan Gaza: Kisah Pilu Pria Palestina yang Terusir dari Tanah Airnya

News | Senin, 18 Mei 2026 | 16:05 WIB

Isu Transfer Data WNI ke AS di Kesepakatan Prabowo  Trump, Menkomdigi Buka Suara

Isu Transfer Data WNI ke AS di Kesepakatan Prabowo Trump, Menkomdigi Buka Suara

News | Senin, 18 Mei 2026 | 16:04 WIB

Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya:  Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!

Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!

News | Senin, 18 Mei 2026 | 15:49 WIB

Amnesty International Sebut Eksekusi Mati Global 2025 Capai Rekor Tertinggi dalam 44 Tahun

Amnesty International Sebut Eksekusi Mati Global 2025 Capai Rekor Tertinggi dalam 44 Tahun

News | Senin, 18 Mei 2026 | 15:46 WIB

Kemkomdigi Siapkan Aturan Baru: Wajib Cantumkan Nomor Telepon Saat Daftar Media Sosial

Kemkomdigi Siapkan Aturan Baru: Wajib Cantumkan Nomor Telepon Saat Daftar Media Sosial

News | Senin, 18 Mei 2026 | 15:33 WIB