Taliban Haruskan Semua Perempuan Pembawa Acara TV Pakai Penutup wajah

Siswanto, BBC

Jum'at, 20 Mei 2022 | 14:12 WIB
Taliban Haruskan Semua Perempuan Pembawa Acara TV Pakai Penutup wajah
BBC

Suara.com - Taliban memerintahkan semua perempuan pembawa acara di televisi Afghanistan dan para perempuan lainnya di layar kaca untuk menutupi wajah mereka saat sedang siaran.

Ketetapan itu disebarkan ke semua media di Afghanistan pada Rabu (18/05), kata juru bicara kepolisian syariah kepada BBC Pashto.

Aturan tersebut mengemuka dua pekan setelah semua perempuan di Afghanistan diperintahkan memakai penutup wajah di area umum. Perempuan yang melanggar akan dihukum.

Tak hanya itu, para perempuan dilarang bepergian tanpa wali laki-laki dan para anak perempuan tidak diperkenankan mengenyam pendidikan di sekolah menengah atas.

Baca juga:

Seorang wartawan perempuan Afghanistan yang bekerja untuk sebuah stasiun televisi lokal di Kabul mengaku terkejut saat mendengar pengumuman itu.

"Mereka secara tidak langsung menerapkan tekanan kepada kami agar kami berhenti membawakan acara di televisi," katawa wartawan yang menolak disebutkan identitasnya tersebut kepada BBC.

"Bagaimana saya bisa membaca berita dengan mulut tertutup? Saya tidak tahu harus berbuat apa sekarangsaya harus bekerja, saya tulang punggung keluarga," tambahnya.

Ketetapan baru itu akan berlaku secara efektif pada 21 Mei, sebagaimana dilaporkan kantor berita Reuters yang mengutip keterangan juru bicara Kementerian Pencegahan Kejahatan dan Pendorong Kebaikan.

Sang juru bicara menyebut aturan itu sebagai "nasihat"tapi dia tidak menjelaskan apa yang akan terjadi pada pelanggar.

baca juga

Keputusan Taliban ini menuai kritik di Twitter. Banyak warganet yang menyebutnya sebagai langkah Taliban dalam mendorong ekstremisme.

"Dunia mengerahkan masker untuk melindungi masyarakat dari Covid. Taliban mengerahkan penutup wajah untuk melindungi orang-orang dari pandangan terhadap wajah wartawan perempuan. Bagi Taliban, perempuan adalah penyakit," demikian cuitan salah seorang pegiat.

Stasiun televisi swasta Shamshad mengunggah foto seorang pembawa acaranya memakai penutup wajah, sebuah foto serupa dibagikan ke media sosial.

https://twitter.com/waliarian/status/1527186840318615554

Saat pertama kali berkuasa pada 1990-an, Taliban memaksa para perempuan memakai burka di tempat umum.

Ketika kelompok tersebut dilengserkan dari kekuasaan oleh pasukan Amerika Serikat pada 2001, banyak aturan dilonggarkan. Perempuan yang menampilkan wajah dalam tayangan televisi menjadi hal jamak.

Setelah kembali berkuasa Agustus 2021 lalu, Taliban tidak serta mengeluarkan aturan baru mengenai cara perempuan berpakaian.

Harapan pun muncul bahwa kali ini Taliban memerintah Afghanistan dengan lebih fleksibel.

Banyak perempuan masih memakai burka, tapi hal yang umum pula melihat perempuan memakai kerudung biasa di kota-kota besar.

Akan tetapi, pada awal Mei, Kementerian Pencegahan Kejahatan dan Pendorong Kebaikan mengumumkan semua perempuan harus menutupi wajah mereka di tempat umum seraya mengindikasikan bahwa burka adalah busana tepat untuk mewujudkannya.

Siapapun yang menolak mematuji aturan ini, berisiko dikenai hukuman secara bertingkat.

Saat ini, perempuan masih bekerja di beberapa sektor di Afghanistan, seperti kesehatan dan pendidikan. Namun, banyak yang diminta tidak lagi bekerja karena Taliban berkuasa.

Negara tersebut terperosok ke dalam krisis ekonomi dan kelaparan di bawah kekuasaan Taliban.

Para diplomat dari negara-negara Barat telah mengindikasikan bahwa aliran dana bantuan untuk pembangunan dan pencairan uang tunai bergantung pada bagaimana Taliban memperlakukan perempuan dengan lebih baik.

Namun, harapan Taliban akan lebih fleksibel tampaknya semakin pudar di tengah munculnya sinyalemen kelompok garis keras di dalam tubuh Taliban semakin berkuasa.

Wartawan di Kabul yang berbicara kepada BBC ingin agar komunitas internasional memberikan tekanan kepada Taliban.

"Mereka [komunitas internasional] seharusnya memberitahu Taliban, 'Anda punya waktu 10 hari untuk berubah, jika tidak kami akan memotong semua relasi dan bantuan'."

Dia meyakini Taliban berencana menghentikan perempuan bekerja di luar rumah.

"Mereka ingin perempuan hidup seperti tahanan di dalam rumah. Setiap hari mereka mengeluarkan aturan terhadap kamisaya pikir kami tidak bisa bertahan."

Reportase tambahan oleh Mahfouz Zubaide

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menjeda Rutinitas Sejenak, Menemukan Kebahagiaan Sederhana di Tempat Camping

Menjeda Rutinitas Sejenak, Menemukan Kebahagiaan Sederhana di Tempat Camping

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 15:00 WIB

Pergantian Menkeu Tak Serta-merta Bereskan Beban Fiskal, Utang Tembus Rp10.294 T

Pergantian Menkeu Tak Serta-merta Bereskan Beban Fiskal, Utang Tembus Rp10.294 T

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 14:59 WIB

Seribu Anak Muda Curhat Masal Bareng Dave Hendrik dan Iwet Ramadhan di Stage of Mind 2.0

Seribu Anak Muda Curhat Masal Bareng Dave Hendrik dan Iwet Ramadhan di Stage of Mind 2.0

Entertainment | Rabu, 16 September 2026 | 14:58 WIB

Panduan Lengkap Menghitung Denda Pajak Mobil Mati dan Cara Mengurusnya secara Resmi

Panduan Lengkap Menghitung Denda Pajak Mobil Mati dan Cara Mengurusnya secara Resmi

Otomotif | Rabu, 16 September 2026 | 14:58 WIB

Satu Beasiswa Indonesia Diluncurkan, 71 Program Kuliah Kini Bisa Dicari di Satu Platform

Satu Beasiswa Indonesia Diluncurkan, 71 Program Kuliah Kini Bisa Dicari di Satu Platform

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:56 WIB

Seret Korporasi Besar di kasus ATR/BPN, Independensi KPK Kini Diuji

Seret Korporasi Besar di kasus ATR/BPN, Independensi KPK Kini Diuji

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:54 WIB

Kapan Harus Ganti Helm? Ternyata Ada Masa Pakainya, Cek Sekarang!

Kapan Harus Ganti Helm? Ternyata Ada Masa Pakainya, Cek Sekarang!

Otomotif | Rabu, 16 September 2026 | 14:53 WIB

Regulasi Produk Tembakau Diperketat, Konsumen Pilih Berhenti atau Cari Alternatif?

Regulasi Produk Tembakau Diperketat, Konsumen Pilih Berhenti atau Cari Alternatif?

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:51 WIB

Shin Tae-yong Waspadai Java United, Ada Eks Persija yang Bisa Jadi Ancaman

Shin Tae-yong Waspadai Java United, Ada Eks Persija yang Bisa Jadi Ancaman

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:50 WIB

Antrean BBM Mengular di Sejumlah Daerah, Waspada Efek Domino Harga Sembako Naik

Antrean BBM Mengular di Sejumlah Daerah, Waspada Efek Domino Harga Sembako Naik

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:49 WIB

Terkini

Lonjakan Biomassa Jepang Bikin Indonesia Alami Deforestasi Lebih Parah, Mengapa?

Lonjakan Biomassa Jepang Bikin Indonesia Alami Deforestasi Lebih Parah, Mengapa?

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:35 WIB

PAD Jateng Baru 62,9 Persen, Masih Kurang Rp5,9 Triliun untuk Kejar Target 2026

PAD Jateng Baru 62,9 Persen, Masih Kurang Rp5,9 Triliun untuk Kejar Target 2026

Jawa Tengah | Rabu, 16 September 2026 | 17:31 WIB

Dari Indonesia ke Dunia: Bayan Resources & Kemitraan Strategis Prabowo-Trump Sektor Mineral Kritis

Dari Indonesia ke Dunia: Bayan Resources & Kemitraan Strategis Prabowo-Trump Sektor Mineral Kritis

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 17:30 WIB

Di Balik Lucunya Anak Ayam Warna-warni: Nyawa Rentan yang Dijadikan Mainan Murah

Di Balik Lucunya Anak Ayam Warna-warni: Nyawa Rentan yang Dijadikan Mainan Murah

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 17:25 WIB

Resmi Beroperasi, Jalur Integrasi LRT ke KRL Manggarai Ternyata Belum Tuntas

Resmi Beroperasi, Jalur Integrasi LRT ke KRL Manggarai Ternyata Belum Tuntas

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:24 WIB

Wamen ATR/BPN Ungkap Arahan Nusron Wahid Usai Kasus Dugaan Korupsi HGB

Wamen ATR/BPN Ungkap Arahan Nusron Wahid Usai Kasus Dugaan Korupsi HGB

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:17 WIB

Rp49 Triliun Uang Rakyat Raib Kena Scam, Ini Ternyata Industri Besar!

Rp49 Triliun Uang Rakyat Raib Kena Scam, Ini Ternyata Industri Besar!

Video | Rabu, 16 September 2026 | 17:10 WIB

Diskon Ramen Haraku Terbaru: Bayar Pakai QRIS BRImo, Dapat Cashback hingga Rp100 Ribu!

Diskon Ramen Haraku Terbaru: Bayar Pakai QRIS BRImo, Dapat Cashback hingga Rp100 Ribu!

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 17:09 WIB

Bukan Soal Biaya, Mengapa ESG Perlu Dilihat Sebagai Cara Kelola Risiko?

Bukan Soal Biaya, Mengapa ESG Perlu Dilihat Sebagai Cara Kelola Risiko?

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:00 WIB

Kupas Lagu Teh Hijau Tulus, Sulitnya Mencari Rasa yang Hilang

Kupas Lagu Teh Hijau Tulus, Sulitnya Mencari Rasa yang Hilang

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 17:00 WIB

×