facebook

Hentikan Perang Rusia-Ukraina, Presiden AAYG Beri Resolusi Penyelesaian

Iwan Supriyatna
Hentikan Perang Rusia-Ukraina, Presiden AAYG Beri Resolusi Penyelesaian
Presiden Pemuda Asia Afrika atau Asian African Youth Government (AAYG) Respiratori Saddam Al-Jihad.

Presiden AAYG Respiratori Saddam Al-Jihad mengajukan beberapa hal dalam proses menyelesaikan perang antara Rusia dan Ukraina.

Suara.com - Presiden Pemuda Asia Afrika atau Asian African Youth Government (AAYG) Respiratori Saddam Al-Jihad mengajukan beberapa hal dalam proses menyelesaikan perang antara Rusia dan Ukraina.

Saddam mendorong perang antara Rusia dan Ukraina dihentikan. Dia pun, menekankan untuk melakukan solusi yang tepat kepada kedua belah pihak.

"Sebagai representasi Indonesia di MUN (Model United Nations) saya memiliki harapan besar kepada negara-negara untuk mendorong agar perang Rusia-Ukraina segera berakhir. Perlu solusi yang menguntungkan kedua belah pihak, dan menekankan hentikan intervensi dari luar," kata Saddam ditulis Selasas (24/5/2022).

Dalam hal ini, Saddam menyampaikan dalam forum MUN The Best Diplomats dengan fokus pembahasan Russian-Ukraine Crisis.

Baca Juga: Krisis Finansial, Spartak Moscow Bubarkan Tim Lapis Kedua

Adapun, Saddam memberikan beberapa arahan terkait persoalan Rusia-Ukraina. Diantaranya, pihak terkait menilai permasalahan ini secara objektif.

"Pertama, adanya dewan internasional yang menilai secara objektif akar persoalan perang Rusia-Ukraina. Kedua, tidak membawa kepentingan baik kedua belah pihak yang bertikai maupun pihak eksetrnal. Dewan nantinya berfungsi menjadi mediator untuk menemukan win-win solution," ucapnya.

"Ketiga, menegaskan Amerika untuk menghentikan pembangunan senjata militer biologi, biological miletary weapon, yang dibangun dan dikembangkan di Ukraina. Jika tidak dihentikan, bukan hanya mengancam masyatakat Rusia tetapi juga dunia," sambungnya.

Dengan ini, Saddam berharap agar sanksi pada sektor ekonomi segera dicabut. Hal ini, berdampak negatif ke ekonomi negara-negara Eropa karena ketergantungan gas dan minyak ke Rusia.

Baca Juga: Persiapkan Pabrik Lepas dari Ketergantungan Gas Alam, BMW Gunakan Alternatif Hidrogen

Komentar