Timotius Murib Sebut Anggota MRP Yang Datang Ke Istana Bogor Bertemu Jokowi Adalah Ilegal

Bangun Santoso | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Kamis, 26 Mei 2022 | 07:57 WIB
Timotius Murib Sebut Anggota MRP Yang Datang Ke Istana Bogor Bertemu Jokowi Adalah Ilegal
Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Timotius Murib

Suara.com - Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Timotius Murib menegaskan kalau perwakilan anggota MRP yang menghadiri pertemuan dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Istana Bogor, beberapa waktu lalu sebagai bentuk tindakan ilegal. Pasalnya, anggota MRP tersebut tidak mengantongi surat perintah dari pimpinan.

Anggota MRP yang dimaksud berjumlah enam orang. Mereka datang ke Istana Bogor pada Jumat (20/5/2022) untuk memenuhi undangan dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Selain anggota MRP, hadir pula empat anggota MRP Barat, Bupati Jayapura Mathius Awoitau, Wali Kota Sorong Lambert Jitmau, Rektor Universitas Cenderawasih Apolo Safanpo, dan Rektor Universitas Papua Meky Sagrim.

Pertemuan itu membahas terkait pelaksanaan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021 tentang Otonomi Khusus di Provinsi Papua yang di dalamnya terdapat pembahasan mengenai daerah otonomi baru (DOB).

Timotius menuturkan kalau kehadiran mereka menjadi tanda tanya bagi masyarakat Papua termasuk MRP. Pasalnya, kehadiran 'oknum' anggota MRP itu dianggap bukan mewakili majelis.

Ia menyebut kalau para oknum anggota MRP itu bahkan tidak mengantongi sejumlah dokumen sebagai bentuk syarat untuk hadir ke undangan Jokowi tersebut.

"Kenapa demikian? Karena kami ada punya mekanisme, anggota di mana melakukan perjalanan tentu saja melakukan surat perjalanan SPPD atau SPT surat perintah dari pimpinan kepada anggota," kata Timotius saat dihubungi Suara.com, Rabu (25/5/2022).

"Keenam anggota oknum MRP tidak memiliki persyaratan dokumen itu, maka kami nayatakan kehadiran mereka adalah ilegal," sambungnya.

Atas dasar itu, otomatis enam anggota MRP tersebut tidak mewakili majelis melainkan atas kepentingan pribadi.

Curiga Ada Permainan

Timotius juga menyampaikan kalau pertemuan MRP dengan Jokowi itu pernah dilakukan di Istana Negara Jakarta pada 25 April 2022.

Pembahasan soal UU Otsus dengan DOB juga dibicarakan pada pertemuan tersebut. Timotius tidak menyangka kalau ternyata masih ada pertemuan 'terselubung' yang diagendakan oleh kelompok tertentu di Istana.

Ia mencurigai kalau undangan pihak Istana untuk MRP itu hanya demi meloloskan DOB yang menurutnya tidak memiliki dasar kajian serta hukum.

"Itu artinya masyarakat Papua dan MRP ketahui ada kelompok tertentu di Istana yang bermain merekayasa semua untuk meloloskan kepentingan mereka yaitu tentang DOB yang yang tanpa mekanisme hukum, tanpa ada kajian ilmiah, tanpa aspirasi-aspirasi masyarakat Papua dan tanpa konsultasi dengan pimpinan lembaga-lembaga di tanah Papua," jelasnya.

Timotius meminta Jokowi untuk bisa klarifikasi terkait pertemuannya dengan MRP di Istana Bogor. Sebab, ia kembali mencurigai orang-orang disekeliling Jokowi memiliki niat negatif terutama untuk kepentingan sendiri di Bumi Cenderawasih.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Majelis Rakyat Papua Dukung Kebijakan Pemekaran Daerah

Majelis Rakyat Papua Dukung Kebijakan Pemekaran Daerah

News | Sabtu, 21 Mei 2022 | 11:17 WIB

Bupati Jayapura Temui Jokowi, Klaim Daerah Otonomi Baru di Papua adalah Aspirasi Warga

Bupati Jayapura Temui Jokowi, Klaim Daerah Otonomi Baru di Papua adalah Aspirasi Warga

News | Sabtu, 21 Mei 2022 | 00:03 WIB

Diundang ke Istana Bogor, MRP Senang Jokowi Mau Bahas Daerah Otonomi Baru Papua

Diundang ke Istana Bogor, MRP Senang Jokowi Mau Bahas Daerah Otonomi Baru Papua

News | Jum'at, 20 Mei 2022 | 19:43 WIB

MRP: Penolakan Pemekaran Semakin Besar di Akar Rumput Orang Asli Papua

MRP: Penolakan Pemekaran Semakin Besar di Akar Rumput Orang Asli Papua

News | Rabu, 18 Mei 2022 | 15:53 WIB

Siapa Sosok Usulkan Paulus Waterpauw Jadi Penjabat Gubernur Papua Barat?

Siapa Sosok Usulkan Paulus Waterpauw Jadi Penjabat Gubernur Papua Barat?

News | Kamis, 12 Mei 2022 | 13:00 WIB

Mahfud MD Didesak MRP soal Buka Data Klaim 82 Persen Orang Papua Minta Pemekaran

Mahfud MD Didesak MRP soal Buka Data Klaim 82 Persen Orang Papua Minta Pemekaran

Video | Rabu, 27 April 2022 | 13:15 WIB

DPR Masih Tunggu Putusan MK dan Surpres Jokowi Sebelum Ketok Palu Pemekaran Provinsi di Papua

DPR Masih Tunggu Putusan MK dan Surpres Jokowi Sebelum Ketok Palu Pemekaran Provinsi di Papua

News | Selasa, 26 April 2022 | 15:05 WIB

Setelah ke Jokowi, Majelis Rakyat Papua Kini Minta Bantuan Pimpinan DPR Tunda Pemekaran Wilayah

Setelah ke Jokowi, Majelis Rakyat Papua Kini Minta Bantuan Pimpinan DPR Tunda Pemekaran Wilayah

News | Selasa, 26 April 2022 | 14:09 WIB

Terkini

Menakar Posisi Tawar Iran: Benarkah Makin Kuat Usai Digempur AS dan Israel?

Menakar Posisi Tawar Iran: Benarkah Makin Kuat Usai Digempur AS dan Israel?

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 19:18 WIB

Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen

Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 19:13 WIB

Ribuan ASN Kemensos Mangkir di Hari Pertama Kerja, Gus Ipul Bakal Sanksi dan Potong Tukin 3 Persen

Ribuan ASN Kemensos Mangkir di Hari Pertama Kerja, Gus Ipul Bakal Sanksi dan Potong Tukin 3 Persen

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 19:08 WIB

Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres

Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 19:02 WIB

Meski Masih WFA, Gus Ipul Temukan 2.708 ASN Kemensos Alpa

Meski Masih WFA, Gus Ipul Temukan 2.708 ASN Kemensos Alpa

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 18:22 WIB

Normalisasi Sungai Terdampak Bencana Jadi Prioritas Satgas PRR

Normalisasi Sungai Terdampak Bencana Jadi Prioritas Satgas PRR

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 18:15 WIB

Sembari Menunggu Data Rampung, Pemerintah Percepat Penyaluran Bantuan Pemulihan Sumatera

Sembari Menunggu Data Rampung, Pemerintah Percepat Penyaluran Bantuan Pemulihan Sumatera

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 18:08 WIB

Namanya Dicatut dalam Isu Sensitif, Menteri HAM Pigai Pertimbangkan Tempuh Jalur Hukum

Namanya Dicatut dalam Isu Sensitif, Menteri HAM Pigai Pertimbangkan Tempuh Jalur Hukum

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:59 WIB

Kasus Korupsi Kuota Haji, KPK Kuliti Peran Gus Yaqut dan Gus Alex

Kasus Korupsi Kuota Haji, KPK Kuliti Peran Gus Yaqut dan Gus Alex

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:30 WIB

Ketua Satgas Dorong Percepatan Pemulihan Bencana Sumatra melalui Sinergi Antar Daerah

Ketua Satgas Dorong Percepatan Pemulihan Bencana Sumatra melalui Sinergi Antar Daerah

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:26 WIB