Pemerintah Harus Belajar dari Pengalaman Pandemi Covid untuk Resiliensi Berkelanjutan yang Inklusif

Siswanto

Kamis, 26 Mei 2022 | 17:39 WIB
Pemerintah Harus Belajar dari Pengalaman Pandemi Covid untuk Resiliensi Berkelanjutan yang Inklusif
Menko PMK Muhadjir Effendy (kedua kiri) disaksikan oleh Ketua BNPB Letjen TNI Suharyanto (kanan), Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (kiri), dan Counselor Development Effectiveness and Sustainability Australian Embassy Simon Ernst (kedua kanan) memukul gong untuk menandai peresmian Rumah Resiliensi Indonesia dalam rangkaian Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 di Nusa Dua, Bali, Senin (23/5/2022). (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/hp)

Suara.com - Koalisi Masyarakat Sipil untuk Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 mengajak pemerintah dan masyarakat Indonesia bergotong royong belajar dari pengalaman penanganan COVID-19 untuk membangun resiliensi berkelanjutan yang inklusif. Pesan ini selaras dengan topik-topik tentang pemulihan dan kesiapsiagaan bencana yang diangkat dalam Dialog Tingkat Tinggi, sesi-sesi tematik, hingga panggung Rumah Resiliensi Indonesia di GPDRR 2022 hari ini.

“Kesadaran bahwa COVID-19 bukan hanya perkara medis baru muncul pada semester kedua pandemi. Sejak itu, upaya-upaya pelibatan masyarakat pada unit-unit terkecil komunitas menjadi semakin masif, mulai dari aspek pencegahan, identifikasi, karantina, penyembuhan, hingga pemulihan,” ujar Eko Teguh Paripurno, anggota Dewan Pengawas Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia, bagian dari Koalisi Masyarakat Sipil untuk GPDRR, Kamis (26/5/2022).

Menurut Eko, hal ini menunjukkan bahwa penanganan COVID-19 perlu dilakukan dari banyak sisi secara bottom-up, dimulai dari tingkat lokal. Hal ini mulai berjalan setelah selama bulan-bulan pertama pandemi masyarakat hanya ditempatkan sebagai objek medis. Selain itu, tindakan penanganan pandemi dilakukan secara top-down dari tingkat nasional. Perubahan pendekatan ini menunjukkan bahwa pengelolaan pandemi yang berbasis komunitas masih sangat efektif.

Sementara itu, kolaborasi yang inklusif dalam menghadapi risiko bencana pascapandemi COVID-19 merupakan bagian dari upaya membangun resiliensi berkelanjutan. Dalam konsep resiliensi berkelanjutan, perlindungan kelompok berisiko tinggi (at-risk groups), seperti perempuan, anak-anak, dan orang dengan disabilitas, yang tinggal di wilayah berisiko tinggi harus mendapatkan perhatian serius. Konsep ini telah dipaparkan oleh Presiden Joko Widodo dalam pembukaan GPDRR 2022, Rabu (25/5) kemarin.

Dalam GPDRR 2022 hari ini, Dialog Tingkat Tinggi 3, yang bertajuk Learning from COVID-19: Social and Economic Recovery for All, turut membahas pentingnya resiliensi berkelanjutan yang inklusif pascapandemi. Di Indonesia, situasi pandemi telah memunculkan berbagai gerakan kemanusiaan yang memperkuat koordinasi unsur-unsur Pentahelix, yang mencakup elemen pemerintah, masyarakat, sektor swasta, akademisi, dan media massa.

Gerakan-gerakan ini berkembang seiring hadirnya inovasi-inovasi digital untuk memantau dan mengelola risiko bencana. Contohnya Sistem Informasi Data Indeks Kerentanan (SIDIK) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), juga portal hasil kajian risiko bencana InaRISK, Data Bencana Indonesia (DIBI), dan Indeks Risiko Bencana (IRBI) dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Gerakan dan inovasi ini diharapkan dapat mendorong kesadaran jangka panjang tentang kesiapsiagaan bencana, yang tak melupakan kelompok berisiko tinggi.

Inisiatif-inisiatif inovatif dan kolaboratif seputar informasi kebencanaan untuk manajemen risiko bencana juga diangkat dalam sesi tematik berjudul Data Challenges and Solutions for Disaster Risk Management. Bencana merupakan isu lintas-teritori, sehingga Indonesia mendorong kolaborasi dan berbagi praktik baik dalam tata kelola data, informasi dan pengetahuan kebencanaan mulai dari tingkat lokal hingga global.

Bicara tentang kolaborasi dari tingkat lokal, anggota Koalisi Masyarakat Sipil untuk GPDRR kembali mengingatkan bahwa setiap orang dapat menjadi agen perubahan dalam membangun kesiapsiagaan bencana di komunitas, demi terciptanya resiliensi berkelanjutan yang inklusif. Hal ini dapat dilakukan dengan cara-cara yang edukatif dan menyenangkan, seperti permainan bertema kesiapsiagaan bencana untuk anak-anak yang dikembangkan oleh Preparedness for Disaster Toolkit (PREDIKT).

“Dengan belajar tentang kesiapsiagaan bencana, anak-anak diharapkan dapat menjadi lebih tenang, lebih siap, dan lebih tangguh dalam mengantisipasi ancaman bencana susulan,” kata Daris Fauzan, Project Officer PREDIKT, dari panggung Rumah Resiliensi Indonesia di GPDRR 2022.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun

Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun

Otomotif | Rabu, 17 Juni 2026 | 15:38 WIB

'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran

'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran

News | Kamis, 23 April 2026 | 22:05 WIB

Pandemi Senyap 2026: Mengapa Anak Indonesia Kembali Diserang Campak?

Pandemi Senyap 2026: Mengapa Anak Indonesia Kembali Diserang Campak?

News | Selasa, 14 April 2026 | 08:49 WIB

Kadar Gula Tinggi dan Saturasi Oksigen Anjlok, Ivan Gunawan Merasa Ajal Sudah Dekat

Kadar Gula Tinggi dan Saturasi Oksigen Anjlok, Ivan Gunawan Merasa Ajal Sudah Dekat

Entertainment | Rabu, 30 Juli 2025 | 10:00 WIB

Jaksa Agung Sebut Tersangka Korupsi Tata Kelola Minyak Pertamina Bisa Dijerat Hukuman Mati

Jaksa Agung Sebut Tersangka Korupsi Tata Kelola Minyak Pertamina Bisa Dijerat Hukuman Mati

News | Kamis, 06 Maret 2025 | 16:46 WIB

Skandal Raffi Ahmad Sang Utusan Khusus Presiden: Digugat ke Pengadilan saat Pandemi Covid-19

Skandal Raffi Ahmad Sang Utusan Khusus Presiden: Digugat ke Pengadilan saat Pandemi Covid-19

Entertainment | Rabu, 15 Januari 2025 | 21:00 WIB

Sebut WHO Rancang Pandemi Baru, Epidemiolog UI Tepis Ucapan Dharma Pongrekun: Itu Omong Kosong

Sebut WHO Rancang Pandemi Baru, Epidemiolog UI Tepis Ucapan Dharma Pongrekun: Itu Omong Kosong

Kotak Suara | Senin, 18 November 2024 | 13:19 WIB

Dharma Pongrekun Sebut Penyebab Tanah Abang Sepi Akibat Pandemi Covid-19

Dharma Pongrekun Sebut Penyebab Tanah Abang Sepi Akibat Pandemi Covid-19

Kotak Suara | Minggu, 27 Oktober 2024 | 22:15 WIB

Kawal Masyarakat Indonesia Selama Pandemi Covid-19, 10 Tahun Jokowi Catat Kemajuan Pesat Bidang Telemedicine

Kawal Masyarakat Indonesia Selama Pandemi Covid-19, 10 Tahun Jokowi Catat Kemajuan Pesat Bidang Telemedicine

Health | Jum'at, 25 Oktober 2024 | 18:36 WIB

Dampak Lanjutan Pandemi Covid-19 di Australia: Total Ada 8.400 Meninggal Dunia

Dampak Lanjutan Pandemi Covid-19 di Australia: Total Ada 8.400 Meninggal Dunia

News | Senin, 29 Juli 2024 | 13:47 WIB

Terkini

Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol

Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:55 WIB

Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan

Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:30 WIB

Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik

Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:24 WIB

55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia

55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia

Jakarta | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:00 WIB

Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak

Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak

Kalbar | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:45 WIB

Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya

Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya

Sumsel | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:29 WIB

Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar

Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:16 WIB

Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?

Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?

Riau | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:14 WIB

Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi

Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi

Sumbar | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:58 WIB

Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi

Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:57 WIB

×