Bela Korea Utara, Cina dan Rusia Memveto Resolusi Amerika Serikat

Siswanto | Deutsche Welle | Suara.com

Senin, 30 Mei 2022 | 13:27 WIB
Bela Korea Utara, Cina dan Rusia Memveto Resolusi Amerika Serikat
DW

Suara.com - Cina dan Rusia memveto rancangan sanksi Amerika Serikat terhadap Korea Utara, Kamis (26/05). Keputusan itu terkait peluncuran baru rudal balistik. Ini merupakan perpecahan nyata pertama di antara negara-negara DK PBB.

Sebanyak 13 anggota Dewan Keamanan PBB yang tersisa seluruhnya memberikan suara mendukung resolusi Amerika Serikat yang mengusulkan pelarangan ekspor tembakau dan minyak ke Korea Utara.

Rancangan ini juga akan memasukkan kelompok peretas Lazarus ke dalam daftar hitam yang menurut Washington memiliki keterkaitan dengan Pyongyang.

Pemungutan suara dilakukan sehari setelah Korea Utara menembakkan tiga rudal, termasuk satu rudal yang disebut sebagai rudal balistik antarbenua (ICBM) terbesarnya, setelah perjalanan Presiden AS Joe Biden ke Asia.

Kejadian itu adalah yang terbaru dalam serangkaian peluncuran rudal balistik tahun ini. Duta Besar AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield menggambarkan pemungutan suara itu sebagai "hari yang mengecewakan" bagi dewan.

"Dunia menghadapi bahaya yang nyata dan sekarang dari DPRK (Korea Utara)," katanya. "Pengendalian dan diamnya dewan belum menghilangkan atau bahkan mengurangi ancaman. Jika ada, DPRK sungguh berani."

Dia mengatakan, Washington telah menaksir bahwa Pyongyang telah melakukan enam peluncuran ICBM tahun ini dan "secara aktif bersiap untuk melakukan uji coba nuklir."

Selama 16 tahun terakhir, Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat, meningkatkan sanksi untuk memotong dana bagi program senjata nuklir dan rudal balistik Korea Utara. Mereka terakhir kali memperketat sanksi terhadap Pyongyang pada 2017 lalu.

Cina dan Rusia mendorong pelonggaran sanksi untuk Korea Utara

"Pemberlakuan sanksi baru terhadap DPRK (Korea Utara) akan menemui jalan buntu," kata Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia.

"Kami menekankan pada ketidakefektifan dan ketidakmanusiawian dari penguatan tekanan sanksi terhadap Pyongyang."

Duta Besar Cina untuk PBB Zhang Jun mengatakan bahwa sanksi tambahan terhadap Korea Utara tidak akan membantu dan hanya akan menyebabkan lebih banyak "efek negatif dan eskalasi konfrontasi."

"Situasi di Semenanjung telah berkembang menjadi seperti sekarang ini terutama berkat kebijakan AS yang gagal dan kegagalan untuk menegakkan hasil dialog sebelumnya," katanya.

Cina telah mendesak Amerika Serikat untuk mengambil tindakan, termasuk mencabut beberapa sanksi sepihak, untuk membujuk Korea Utara melanjutkan pembicaraan yang terhenti sejak 2019, setelah tiga pertemuan puncak yang gagal antara Kim Jong Un dan Presiden AS saat itu Donald Trump.

Majelis Umum PBB akan membahas tentang Korea Utara dalam dua minggu ke depan di bawah aturan baru yang mengharuskan 193 anggotanya untuk melakukan pertemuan setiap kali veto diberikan di Dewan Keamanan oleh salah satu dari lima anggota tetap – Rusia, Cina, Amerika Serikat, Perancis, dan Inggris. yas/ha (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menaker Yassierli: Hubungan Industrial Harus Dibangun Dengan Kepedulian

Menaker Yassierli: Hubungan Industrial Harus Dibangun Dengan Kepedulian

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 07:23 WIB

Jordi Amat Soroti Kualitas JIS, Lebih Betah Bermarkas di SUGBK?

Jordi Amat Soroti Kualitas JIS, Lebih Betah Bermarkas di SUGBK?

Your Say | Jum'at, 20 Maret 2026 | 07:01 WIB

Ramadan Lebih Nyaman dengan Akses Air Minum Bersih dan Halal di Ruang Publik

Ramadan Lebih Nyaman dengan Akses Air Minum Bersih dan Halal di Ruang Publik

Lifestyle | Jum'at, 20 Maret 2026 | 06:41 WIB

Manga Shojo From Far Away Dapat Anime TV, Rayakan 35 Tahun Kisah Legendaris

Manga Shojo From Far Away Dapat Anime TV, Rayakan 35 Tahun Kisah Legendaris

Your Say | Jum'at, 20 Maret 2026 | 07:15 WIB

Harmoni dalam Perbedaan: Refleksi Nyepi dan Dinamika Idulfitri di Indonesia

Harmoni dalam Perbedaan: Refleksi Nyepi dan Dinamika Idulfitri di Indonesia

Your Say | Jum'at, 20 Maret 2026 | 06:13 WIB

10 Pantun untuk Minta THR Lucu, Cara Kreatif Bikin Lebaran Penuh Tawa

10 Pantun untuk Minta THR Lucu, Cara Kreatif Bikin Lebaran Penuh Tawa

Lifestyle | Jum'at, 20 Maret 2026 | 05:45 WIB

Haris Azhar Soroti Kejanggalan Penahanan Prajurit oleh Puspom TNI dalam Kasus Andrie Yunus

Haris Azhar Soroti Kejanggalan Penahanan Prajurit oleh Puspom TNI dalam Kasus Andrie Yunus

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 07:25 WIB

Waketum MUI Cholil Nafis Imbau Umat Islam Hormati Nyepi, Takbir Tak Pakai Pengeras Berlebihan

Waketum MUI Cholil Nafis Imbau Umat Islam Hormati Nyepi, Takbir Tak Pakai Pengeras Berlebihan

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 07:05 WIB

Setelah Puasa Ramadan Sebulan, Bolehkah Berhubungan Suami Istri di Hari Raya Idulfitri?

Setelah Puasa Ramadan Sebulan, Bolehkah Berhubungan Suami Istri di Hari Raya Idulfitri?

Lifestyle | Jum'at, 20 Maret 2026 | 04:42 WIB

Review Film Sugar: Perjuangan Ibu Melawan Birokrasi Demi Obat untuk Anaknya

Review Film Sugar: Perjuangan Ibu Melawan Birokrasi Demi Obat untuk Anaknya

Your Say | Jum'at, 20 Maret 2026 | 07:15 WIB

Terkini

Respons Dinamika Timur Tengah, Presiden Prabowo Pimpin Rapat Strategis Penghematan Energi

Respons Dinamika Timur Tengah, Presiden Prabowo Pimpin Rapat Strategis Penghematan Energi

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 08:36 WIB

Prabowo Pangkas Anggaran 'Akal-akalan' Rp308 Triliun: Jika Tak Dipotong, Ini ke Arah Korupsi

Prabowo Pangkas Anggaran 'Akal-akalan' Rp308 Triliun: Jika Tak Dipotong, Ini ke Arah Korupsi

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 08:25 WIB

BNI Hadirkan Agen46 di Jalur Mudik, Permudah Transaksi  Pemudik

BNI Hadirkan Agen46 di Jalur Mudik, Permudah Transaksi Pemudik

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 08:20 WIB

Sentil Pejabat Daerah, Prabowo: Saya Presiden Pakai Mobil Rp1 Miliar, Gubernur Beli Rp8 Miliar

Sentil Pejabat Daerah, Prabowo: Saya Presiden Pakai Mobil Rp1 Miliar, Gubernur Beli Rp8 Miliar

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 08:18 WIB

Tak Penuhi Standar, Presiden Prabowo Tangguhkan 1.030 Dapur Makan Bergizi Gratis

Tak Penuhi Standar, Presiden Prabowo Tangguhkan 1.030 Dapur Makan Bergizi Gratis

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 07:59 WIB

Lepas 1.431 Pekerja Panasonic dalam Program Mudik, Menaker Minta Perusahaan Manusiakan Pekerjanya

Lepas 1.431 Pekerja Panasonic dalam Program Mudik, Menaker Minta Perusahaan Manusiakan Pekerjanya

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 07:58 WIB

Libur Panjang, Posko THR Kemnaker Tetap Siaga Tangani Aduan Pekerja

Libur Panjang, Posko THR Kemnaker Tetap Siaga Tangani Aduan Pekerja

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 07:57 WIB

Jemaah Muhammadiyah Padati Menteng Raya Tunaikan Salat Idulfitri 1447 H

Jemaah Muhammadiyah Padati Menteng Raya Tunaikan Salat Idulfitri 1447 H

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 07:46 WIB

Haris Azhar Soroti Kejanggalan Penahanan Prajurit oleh Puspom TNI dalam Kasus Andrie Yunus

Haris Azhar Soroti Kejanggalan Penahanan Prajurit oleh Puspom TNI dalam Kasus Andrie Yunus

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 07:25 WIB

Gedung Putih Tak Pasang Target Akhiri Perang Iran, Minta Dana Tambahan Rp3.394 Triliun

Gedung Putih Tak Pasang Target Akhiri Perang Iran, Minta Dana Tambahan Rp3.394 Triliun

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 07:25 WIB