Suara.com - Anggota DPR RI fraksi PDIP, Indah Kurniawati menanggapi soal Ketua Umum Pemuda Pejuang Bravo Lima, Ali Fanser Marasabessy yang mengancam akan melaporkan balik putranya, Justin Frederick ke kepolisian. Rencana pelaporan bakal dilakukan lantaran Ali menuding Justin Frederick yang lebih dulu melakukan pemukulan dan sempat mengacungkan jari tengah.
Merespons hal itu, Indah mengatakan, putranya sempat mengacungkan jari tengah lantaran kemungkinan sedang jengkel mendapati mobilnya dipepet.
"Jengkelnya Justin mungkin kalau dikatakan mengacungkan tangan waktu itu, dia baru beli mobil itu," kata Indah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/6/2022).
Indah mengatakan, mobil yang dikendarai putranya kala terjadi penganiayaan tersebut sangat disayang dan dirawat. Sehingga, menurut Indah, Justin merasa emosi ketika sempat dipepet.
![Ali Fanser Marasabessy (kanan) bersama putranya, Faisal Marasabessy dengan mobil X-Trail berwarna silver yang rupanya pelat mobil tersebut palsu. [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/06/06/50901-ali-fanser-marasabessy-dan-putranya-faisal-marasabessy.jpg)
"Dan dia compound sendiri mobilnya Justin itu bersih, mengkilap, dirawat, baru berapa bulan. Dia hati-hati banget sama mobilnya. Mobil Tahun 98 dibatu temen saya yang kolektor mobil tua, dibantuin. Dia seneng hati-hati. Terus ditabrak kan ya otomatis. Dan orangnya gak ada rasa bersalah," tuturnya.
Sementara itu, Indah sangat menyesalkan aksi main hakim sendiri yang dilakukan pelaku. Menurutnya, hal itu tindakan tak wajar.
"Yang pasti yang kita harapkan main hakimnya yang sampai diviral video itu yang kami sesalkan. Mungkin kalau mereka debat aja. Enggak mau ganti apa engga wajar," ujarnya.
Adapun kakak kandung korban, Verlita Evelin, enggan mau berprasangka buruk soal tundingan yang dilontarkan kubu Ketum Pemuda Pejuang Bravo Lima. Pasalnya keluarga sama-sama tidak ada dalam tempat kejadian perkara.
"Saya enggak tahu ya itu kan yang dia sampaikan menurut dia. Kami juga semua gak ada di lokasi. Jadi reaksi apa pun waktu itu kedua pihak bukan domain kita," tuturnya.
Dituding Acungkan Jari Tengah
Sebelumnya, Sekretaris Pemuda Pejuang Bravo Lima, Ahmad Zazali mengklaim pemukulan yang dilakukan Justin Frederick terhadap Ali itu lah yang kemudian memicu tersangka FM melakukan pemukulan.

"Bahwa dalam peristiwa tersebut AFM (Ali) menjadi korban pemukulan yang dilakukan JF (Justin), hal itu menjadi pemicu perkelahian antara JF dengan FM. Bahkan telah berusaha melerai perkelahian tersebut," kata Zazali dalam keterangannya, Minggu (5/6/2022).
Di sisi lain, berdasar keterangan Ali, Zazali mengklaim bahwa peristiwa pemukulan yang viral di media sosial ini juga diawali oleh tindakan Justin Frederick mengacungkan jari tengah ke arah mobil yang ditumpangi Ali. Peristiwa ini menurutnya terjadi tatkala kendaraan Nissan X-Trail dengan pelat nomor RFH yang ditumpangi Ali menyalip kendaraan milik Justin Frederick.
"Perlu kami luruskan yang terjadi sebenarnya adalah JF yang terlebih dahulu mengacungkan jari tengah ("berengsek") ketika mobilnya didahului oleh kendaraan yang ditumpangi AFM," katanya.
Lebih lanjut, kata Zazali, kendaraan yang ditumpangi Ali pun berupaya menghentikan kendaraan Justin Frederick untuk menanyakan maksudnya mengacungkan jari tengah. Namun, dia mengklaim Justin Frederick justru marah dan melakukan pemukulan terhadap Ali.