Program Rusun Tak Efektif, BPK Nilai Anies Belum Optimal Sediakan Hunian Terjangkau untuk Warga Miskin

Selasa, 07 Juni 2022 | 09:26 WIB
Program Rusun Tak Efektif, BPK Nilai Anies Belum Optimal Sediakan Hunian Terjangkau untuk Warga Miskin
Sejumlah siswa sekolah dasar bermain di kawasan Rusunawa Marunda, Jakarta, Selasa (3/9/2019). [Antara/M Risyal Hidayat].

Suara.com - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menilai Gubernur Anies Baswedan belum optimal dalam menyediakan hunian terjangkau bagi warga miskin atau Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) karena program Rumah Susun (Rusun) belum berjalan efektif.

Hal ini berdasarkan Laporan Tahunan BPK Tahun 2021 soal pendalaman atas kebijakan publik atau program pemerintah provinsi DKI Jakarta, termasuk soal penyediaan hunian untuk MBR oleh Anies.

"Pemeriksaan kinerja atas penyediaan hunian untuk MBR di Pemprov DKI Jakarta dilakukan atas satu objek pemeriksaan, yaitu pemeriksaan atas penyediaan unit hunian yang terjangkau dan berkelanjutan untuk MBR Tahun Anggaran 2018-2020 pada Pemprov DKI Jakarta," kata Ketua BPK RI Agung Firman Sampurna dalam laporan tahunan BPK, dikutip Selasa (6/6/2022).

Agung mengatakan, pihaknya menilai ketidakefektifan penyediaan Rusun terdapat dalam program Rumah Susun Sewa (Rusunawa) dan Rumah Susun Milik (Rusunami).

Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Agung Firman Sampurna terpilih secara aklamasi sebagai ketua umum PBSi periode 2020-2024 menggantikan Wiranto. [Dok. PBSI]
Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Agung Firman Sampurna terpilih secara aklamasi sebagai ketua umum PBSi periode 2020-2024 menggantikan Wiranto. [Dok. PBSI]

Masalah pertama adalah pada basis data untuk perencanaan penyediaan unit hunian yang terjangkau dan berkelanjutan belum memadai.

Kedua, sumber daya dalam penyediaan unit hunian yang terjangkau dan berkelanjutan belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal. Lalu, pemenuhan unit hunian belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan MBR.

Akar masalahnya adalah pengurangan backlog melalui penyediaan rusunawa untuk MBR yang berjalan lambat. Kekurangan huniannya juga belum dapat terproyeksi dalam RPJMD periode berikutnya.

Karena itu, BPK menilai kemungkinan target ketersediaan rusunami dengan mekanisme BUMD dan kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) yang ditetapkan dalam RPJMD 2017-2022 seperti Rumah DP Rp0 berpotensi tidak tercapai.

Masalah lainnya, kata Agung, Rusunawa tidak dapat dihuni secara optimal. Bahkan, ada potensi peningkatan pengeluaran serta menurunkan kehidupan sosial dan ekonomi MBR yang menghuni rusunawa.

Baca Juga: Imigrasi Jakarta Utara Pastikan Kru dan Pembalap Formula E Patuhi Aturan

"Rekomendasi untuk Gubernur DKI Jakarta adalah mereviu keandalan data, konsep, dan penyempurnaan perencanaan penyediaan unit hunian. Kemudian menyusun kajian konsep maksimalisasi pemanfaatan lahan serta menyusun rencana penyediaan kebutuhan pendanaan pembangunan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Warna Helm Motor Favorit Ungkap Karakter Pasangan Ideal, Tipe Mana Idamanmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kim Seon-ho atau Cha Eun-woo? Cari Tahu Aktor Korea yang Paling Cocok Jadi Pasanganmu!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI