Kisah Pilu Bocah Somalia, Menyamar Jadi Siswa Sekolah Demi Sebungkus Makanan

Bangun Santoso

Selasa, 21 Juni 2022 | 09:07 WIB
Kisah Pilu Bocah Somalia, Menyamar Jadi Siswa Sekolah Demi Sebungkus Makanan
Anak-anak kelaparan di Somalia. (Shutterstock)

Suara.com - Di sebuah kota perbatasan di Somalia, setiap pagi Bashir Nur Salat merencanakan aksinya dari balik pagar kawat sekolah yang melengkung.

Bermodal seragam sekolah warna kuning milik temannya, buku pinjaman dan senyum yang lebar, mata bocah laki-laki 11 tahun itu memperhatikan sasarannya: makan siang.

Bashir tinggal di negara di mana tiga krisis sedang bertemu: pemanasan global, lonjakan harga pangan dan perang.

Kekeringan terburuk dalam empat dekade di negeri yang dilanda perang itu memaksa keluarganya meninggalkan ladang mereka tiga bulan lalu dan pindah sejauh 100 km ke kota Dollow di perbatasan Somalia-Ethiopia.

Bashir memimpin sekelompok bocah yang berkumpul ketika Sekolah Dasar Kabasa menyajikan makan siang buat para siswa.

Lewat pagar kawat, anak-anak itu menatap para siswa yang sedang menikmati bubur hangat atau sepiring kacang dan jagung yang disediakan program PBB, satu dari sedikit sumber pangan yang ada di kota itu.

Kebanyakan anak di kelompoknya adalah bagian dari gelombang terakhir warga yang mengungsi ke Dollow dan terlambat mendaftar ke sekolah.

Satu per satu, mereka menyelinap lewat gerbang yang rusak dan lari melintasi halaman berdebu untuk mendapatkan makan siang saat para guru tidak melihat mereka.

"Kalau saya tak mendapat makanan, saya lapar sekali. Saya berbaring dan tak bisa tidur," kata Bashir dengan suara pelan.

baca juga

Dia tidak makan pada malam sebelumnya dan pagi hari. Delapan saudara kandungnya di rumah semuanya lapar, kata dia.

Kekeringan sejak tahun lalu itu diperkirakan akan memburuk dan diperparah oleh perubahan iklim, kata para ilmuwan dan organisasi kemanusiaan.

Sepertiga jumlah ternak mati akibat kehausan atau kelaparan. Tanaman pangan dan buah-buahan juga layu.

Somalia, yang lama dilanda pemberontakan, harus mengimpor pangan lebih banyak tetapi masyarakatnya tak mampu membeli.

Bantuan asing menyusut dan harga pangan meroket akibat perang di Ukraina, pengekspor biji-bijian terbesar keempat di dunia.

Sedikitnya 448 anak telah kehilangan nyawa sejak Januari saat dirawat akibat kekurangan gizi akut, kata PBB.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kekeringan Berkecamuk di Somalia, Anak-anak Meninggal Kelaparan

Kekeringan Berkecamuk di Somalia, Anak-anak Meninggal Kelaparan

Malang | Rabu, 08 Juni 2022 | 15:57 WIB

Dijuluki "Negeri Bajak Laut", Inilah 5 Fakta Tentang Negara Somalia!

Dijuluki "Negeri Bajak Laut", Inilah 5 Fakta Tentang Negara Somalia!

Your Say | Jum'at, 20 Mei 2022 | 16:13 WIB

Kalahkan Petahana, Hassan Sheikh Mohamud Terpilih Jadi Presiden Somalia

Kalahkan Petahana, Hassan Sheikh Mohamud Terpilih Jadi Presiden Somalia

News | Senin, 16 Mei 2022 | 12:29 WIB

Ledakan Bom di Restoran Pinggir Pantai Somalia, 6 Orang Tewas

Ledakan Bom di Restoran Pinggir Pantai Somalia, 6 Orang Tewas

Sumut | Sabtu, 23 April 2022 | 16:52 WIB

Ledakan di Restoran Pinggir Pantai Somalia Tewaskan Enam Orang

Ledakan di Restoran Pinggir Pantai Somalia Tewaskan Enam Orang

News | Sabtu, 23 April 2022 | 11:55 WIB

Ramadhan Warga Somali di Minneapolis: Longgarnya Prokes, Iftar Bersama dan Tarawih

Ramadhan Warga Somali di Minneapolis: Longgarnya Prokes, Iftar Bersama dan Tarawih

Video | Jum'at, 22 April 2022 | 17:55 WIB

Kala Anak-anak Pengungsi Rohingya hingga Somalia Ikut Pesantren Kilat Ramadhan di Medan

Kala Anak-anak Pengungsi Rohingya hingga Somalia Ikut Pesantren Kilat Ramadhan di Medan

Sumut | Jum'at, 15 April 2022 | 18:51 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×