facebook

Puasa Dzulhijjah 2022 Jatuh pada Tanggal Berapa? Ini Jadwal dan Bacaan Niat

Chyntia Sami Bhayangkara
Puasa Dzulhijjah 2022 Jatuh pada Tanggal Berapa? Ini Jadwal dan Bacaan Niat
Ilustrasi Puasa - Puasa Dzulhijjah 2022 Jatuh pada Tanggal Berapa? (Shutterstock)

Puasa Dzulhijjah termasuk puasa yang sangat dianjurkan karena memiliki sejumlah keutamaan serta pahala yang melimpah jika dikerjakan dengan hati yang ikhlas.

Suara.com - Sebentar lagi umat Islam akan memasuki bulan Dzulhijjaj 1443 Hijriah atau 2022 Masehi. Di dalam bulan Dzulhijjah terdapat hari istimewa bagi umat muslim yaitu Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Qurban, pada saat itu umat Islam juga dianjurkan untuk menjalankan puasa sunnah Dzulhijjah. Lalu puasa Dzulhijjah 2022 jatuh pada tanggal berapa

Puasa paling utama di bulan Dzulhijjah adalah puasa Arafah. Puasa ini termasuk puasa yang sangat dianjurkan karena memiliki sejumlah keutamaan serta pahala yang melimpah jika dikerjakan dengan hati yang ikhlas. Lantas puasa Dzulhijjah 2022 jatuh pada tanggal berapa? Simak jadwalnya berikut ini. 

Puasa Dzulhijjah 2022 Jatuh pada Tanggal Berapa? 

Puasa arafah di bulah Dzulhijjah jatuh setiap tanggal 9 Dzulhijjah. Namun sebagian besar ulama menganjurkan untuk mengerjakan puasa sunnah lainnya mulai tanggal 1 sampai dengan 9 Dzulhijjah. 

Baca Juga: Puasa Idul Adha 2022 Jatuh Pada Tanggal Berapa? Ini Jadwal Puasa Arafah

Berdsarkan kalender Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), awal bulan Dzulhijjah 1443 H akan jatuh pada tanggal 1 Juli 2022. Sehingga puasa sunnah 9 hari pertama di Bulan Dzulhijjah dapat dimulai dari tanggal 1 Juli hingga 9 Juli 2022. 

Namun, biasanya PBNU dan pemerintah akan kembali menginformasikan penetapan awal Bulan Dzulhijjah setelah mereka berhasil melihat hilal. Hilal menjadi pertanda pergantian bulan untuk umat Islam. 

Anjuran Pusa Dzulhijjah 

Anjuran puasa sunnah di bulan Dzulhijjah ini berdasarkan salah satu hadits shahih. Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas bahwa Rasulullah SAW bersabda: 

"Tidak ada amal yang dilakukan pada hari-hari lain yang lebih baik daripada yang dilakukan pada sepuluh hari ini para sahabat bertanya, "tidak pula jihad?", beliau menjawab "tidak pula jihad, kecuali seorang laki-laki yang keluar dengan jiwa dan hartanya kemudian ia kembali dengan tidak membawa apapun. (HR. Bukhari). 

Baca Juga: Puasa Sebelum Idul Adha, Begini Hukum dan Keutamaannya

Niat Puasa Dzulhijjah 

Komentar