facebook

Delapan Kota di China Tangguhkan Operasional Kereta Api

Siswanto
Delapan Kota di China Tangguhkan Operasional Kereta Api
Ilustrasi Kereta api di China. China miliki rel kereta api terpanjang di atas gurun. [ANTARA]

Departemen Meteorologi Provinsi Liaoning, wilayah timurlaut daratan Tiongkok itu bakal diguyur hujan deras disertai petir mulai Senin (27/6) hingga Selasa ini.

Suara.com - Sedikitnya delapan kota di Provinsi Liaoning, China, menangguhkan operasional 44 jadwal perjalanan kereta api penumpang sebagai tindak lanjut atas ditetapkan status tanggap darurat hujan lebat level IV.

Departemen Meteorologi Provinsi Liaoning, wilayah timurlaut daratan Tiongkok itu bakal diguyur hujan deras disertai petir mulai Senin (27/6) hingga Selasa ini.

Curah hujan hingga 200 milimeter diperkirakan akan turun dari wilayah selatan ke utara sehingga dapat memicu terjadinya berbagai bencana, seperti tanah longsor dan banjir bandang, demikian otoritas meteorologi setempat dikutip media penyiaran China.

SAR dan instansi pemadam kebakaran lokal telah mempersiapkan 116 titik siaga di daerah rawan banjir dengan mengerahkan 1.000 personel, 250 unit kendaraan bermotor, dan 150 unit perahu.

Baca Juga: Beijing Jawab Soal Tudingan "Jebakan Utang" China

Hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah China dalam beberapa hari terakhir telah mengakibatkan banjir, tanah longsor, dan evakuasi warga dari lokasi bencana, serta jatuhnya korban jiwa.

Pusat Meteorologi Nasional China telah memperbarui tanda peringatan menjadi kuning pada Minggu (26/6) dalam menghadapi ancaman cuaca buruk termasuk badai petir dan hujan deras sekaligus menyarankan otoritas di daerah bersiap siaga.

China menetapkan empat tingkat sistem peringatan cuaca, yakni warna merah yang berarti tingkat kewaspadaan sangat tinggi, diikuti oranye, kuning, dan biru. [Antara]

Komentar