facebook

Profil Nani Indrawati, Disetujui DPR Jadi Hakim Agung Kamar Perdata MA

Farah Nabilla
Profil Nani Indrawati, Disetujui DPR Jadi Hakim Agung Kamar Perdata MA
Dr. Nani Indrawati, S.H.,M.Hum. resmi terpilih menjadi Calon Hakim Agung Kamar Perdata oleh DPR RI pada Kamis, (30/06/2022) kemarin

Dr. Nani Indrawati, S.H.,M.Hum. resmi terpilih menjadi Calon Hakim Agung Kamar Perdata oleh DPR RI pada Kamis, (30/06/2022) kemarin

Suara.com - Nani Indrawati resmi terpilih sebagai Hakim Agung Kamar Perdata oleh DPR RI melalui Rapat Paripurna ke-26 masa persidangan V pada Kamis (30/06/2022) kemarin.  Simak profil Nani Indrawati berikut sepak terjangnya di dunia hukum.

Setelah melewati fit and proper test oleh Komisi III DPR, Nani Indrawati dinyatakan layak dan akhirnya dipilih sebagai Hakim Agung Kamar Perdata 2022.

Lalu, siapa sebenarnya hakim wanita  ini? Simak profil Nani Indrawati selengkapnya.

1. Lulusan universitas ternama

Baca Juga: DPR Resmi Sahkan Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc MA

Latar belakang pendidikan Nani Indrawati memang tidak bisa diragukan. Beliau merupakan lulusan S2 Hukum Bisnis dari Universitas Gadjahmada (UGM) pada tahun 2006 lalu. Beliau pun melanjutkan pendidikan S3 di Universitas Airlangga dan telah lulus dengan gelar doktor pada Februari 2022 lalu.

2. Pengalaman kerja

Karir Nani Indrawati juga cukup cemerlang di bidang persidangan hukum. Nani Indrawati diketahui pernah menjabat sebagai asisten wakil ketua Mahkamah Agung (MA) sejak 2006-2019. Beliau juga pernah menjadi ketua Pengadilan Neheri Selong selama 1 tahun dari 2012 hingga 2013.

Tak hanya itu, Nani Indrawati juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan selama 3 tahun dari tahun 2013-2016. Sebelum terpilih sebagai Calon Hakim Agung, Nani Indrawati juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Palangkaraya pada tahun 2020-2021.

3. Punya banyak pengalaman di peradilan

Baca Juga: KPT Surabaya Zaid Umar Bobsaid Jalani Wisuda Purnabakti

Sepanjang karirnya, Nani Indrawati punya banyak pengalaman dalam mengadili terdakwa antara lain kasus di PT Bandung, PT Makassar, PN Tipikor Jakarta, PN Balikpapan, PN Yogyakarta, PN Bantul dan PN Wonosari.

Komentar