Antisipasi Krisis Global, Banggar DPR Minta Pemerintah Sisir Program Tak Mendesak di APBN 2026

Bangun Santoso, Bagaskara Isdiansyah

Kamis, 12 Maret 2026 | 13:55 WIB
Antisipasi Krisis Global, Banggar DPR Minta Pemerintah Sisir Program Tak Mendesak di APBN 2026
Ketua Banggar DPR RI, Said Abdullah. (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • Ketua Banggar DPR RI, Said Abdullah, meminta pemerintah menajamkan prioritas APBN 2026 guna memperkuat cadangan fiskal negara.
  • Pemerintah disarankan menunda program tidak mendesak, seperti pembangunan jalan tol, menjadi proyek tahun jamak demi mitigasi risiko global.
  • Program Makan Bergizi Gratis wajib dijalankan karena masuk klaster mandatori anggaran pendidikan, berbeda dengan Koperasi Desa yang tidak mendesak.

Suara.com - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, meminta pemerintah segera melakukan penajaman prioritas pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat bantalan fiskal atau cadangan kas negara di tengah situasi geopolitik Timur Tengah yang semakin tidak menentu.

Said menekankan, agar pemerintah tidak memaksakan seluruh program berjalan secara bersamaan.

Menurutnya, program yang bersifat wajib dan mendesak harus tetap berjalan, sementara program yang bisa ditunda sebaiknya dialihkan menjadi proyek tahun jamak (multi-years).

"Agar tidak berlarut-larut, alangkah baiknya pemerintah melakukan penajaman program terhadap prioritas. Yang memang mendesak, wajib terus dilakukan. Terhadap program-program prioritas yang tidak begitu mendesak, bisa dilakukan tahun jamak," ujar Said di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Salah satu poin krusial yang disoroti Said adalah pembangunan infrastruktur seperti jalan tol.

Ia menyarankan agar pemerintah menahan diri dalam pengerjaan proyek tersebut guna mengamankan ketersediaan dana cadangan mitigasi risiko global.

"Salah satunya yang tidak begitu mendesak, umpamanya kalau pemerintah untuk tol dan sebagainya, ya mbok ditahan dulu. Toh faktanya tol itu juga tahunnya tahun jamak. Sehingga pemerintah bisa mempertebal kantong cadangan pemerintah untuk jaga-jaga," tuturnya.

Said menegaskan, bahwa penundaan ini bukan berarti pembatalan, melainkan strategi agar pemerintah memiliki "kantong tebal" untuk menghadapi situasi yang sulit diprediksi (unpredictable).

baca juga

Selain infrastruktur, Said menyoroti kebocoran subsidi LPG 3 kg yang terus membengkak hingga 8,6 juta metrik ton per tahun.

Ia menyoroti sistem distribusi yang masih terbuka sehingga tidak tepat sasaran. Banggar mengusulkan transformasi skema subsidi dengan teknologi biometrik.

"Penajaman LPG 8,6 juta metrik ton per tahun kan naik terus tuh. Seharusnya pakai fingerprint aja, klik. Atau lebih canggih pakai retina mata. Nah itu saya yakin (konsumsinya) paling sekitar 5,5 juta (metrik ton) maksimal," tegasnya.

Terkait program prioritas Presiden terpilih Prabowo Subianto, Said memberikan catatan berbeda untuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes).

Menurutnya, program MBG bersifat wajib karena masuk dalam klaster mandatori anggaran pendidikan.

"Kalau MBG dalam klaster mandatori anggaran pendidikan, itu wajib. Sudah nggak bisa ditawar. Bahwa di lapangan perlu perbaikan tata kelola, setuju. Tapi hukumnya wajib karena mandatori," jelas Said.

Sementara untuk program Koperasi Desa Merah Putih, Said menilai skala prioritasnya tidak terlalu mendesak untuk dijalankan secara instan di seluruh wilayah.

Ia mencatat bahwa target pemerintah pun baru mencakup 32.000 dari total 80.000 desa.

"Kopdes kan tidak bisa seketika langsung. Skala prioritasnya menurut saya tidak (mendesak sekali). Pemerintah harus punya kantong tebal untuk jaga-jaga sebagai bagian dari mitigasi karena memang unpredictable," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Buka-bukaan Soal Tekor APBN 2026: Ya Memang Kita Desain Defisit

Purbaya Buka-bukaan Soal Tekor APBN 2026: Ya Memang Kita Desain Defisit

Bisnis | Rabu, 11 Maret 2026 | 16:34 WIB

Garuk-garuk Kepala! Purbaya Sudah Buat APBN 2026 Defisit 0,53 Persen

Garuk-garuk Kepala! Purbaya Sudah Buat APBN 2026 Defisit 0,53 Persen

Bisnis | Sabtu, 07 Maret 2026 | 08:59 WIB

APBN Jadi 'Bemper', Menko Airlangga: MBG Itu Investasi 1 Dolar Menghasilkan 7 Dolar

APBN Jadi 'Bemper', Menko Airlangga: MBG Itu Investasi 1 Dolar Menghasilkan 7 Dolar

Bisnis | Kamis, 05 Maret 2026 | 15:08 WIB

Klarifikasi DPR soal Polemik MBG Sedot Anggaran Pendidikan

Klarifikasi DPR soal Polemik MBG Sedot Anggaran Pendidikan

Bisnis | Minggu, 01 Maret 2026 | 17:44 WIB

Ketua Banggar DPR Kritisi Impor 105.000 Mobil Niaga dari India: Ancaman bagi Industri Dalam Negeri

Ketua Banggar DPR Kritisi Impor 105.000 Mobil Niaga dari India: Ancaman bagi Industri Dalam Negeri

News | Rabu, 25 Februari 2026 | 18:50 WIB

Kemenkeu Klarifikasi Pernyataan Purbaya soal Gugatan Guru Honorer untuk Anggaran MBG UU APBN 2026

Kemenkeu Klarifikasi Pernyataan Purbaya soal Gugatan Guru Honorer untuk Anggaran MBG UU APBN 2026

Bisnis | Jum'at, 20 Februari 2026 | 16:15 WIB

Soal Jokowi Setuju UU KPK Dikembalikan ke Versi Lama, Said PDIP: Bicara UU Bukan Selera Kekuasaan

Soal Jokowi Setuju UU KPK Dikembalikan ke Versi Lama, Said PDIP: Bicara UU Bukan Selera Kekuasaan

News | Kamis, 19 Februari 2026 | 16:45 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×