"Maksudnya apa? Hadits ini ingin menegaskan, bahwa puasa ini dilakukan, bukan mengikuti momentumnya, tapi mengikuti waktunya,” tegas UAH.
"Waktu orang wukuf tanggal berapa, delapan apa sembilan? Jadi waktu orang wukuf di tanggal sembilan Dzulhijjah,” ungkap UAH.
Itu artinya, kalau di satu tempat, atau satu negara sudah masuk ke tanggal 9 Dzulhijjah, sekalipun tidak sama dengan tempat orang wukuf di Arab Saudi, maka sudah harus menunaikan puasanya.
“Jadi jatuh puasanya pada tanggalnya, bukan pada momentum wukufnya, jelas ya,” kata UAH.
"Jadi nanti kalau pemerintah menetapkan waktu, misal bersamaan Alhamdulillah, kalau tidak ikuti waktu kita,” tegas UAH.
Demikian penjelasan dari UAS dan UAH mengenai perbedaan waktu perayaan Idul Adha 1443 H di Indonesia dan Arab Saudi.
Kontributor : Rishna Maulina Pratama