Nekatnya Bukan Main! Pria Ini Tiba-Tiba Peluk Jokowi di Depan Paspampres

Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Rabu, 13 Juli 2022 | 15:04 WIB
Nekatnya Bukan Main! Pria Ini Tiba-Tiba Peluk Jokowi di Depan Paspampres
Presiden Joko Widodo atau Jokowi dipeluk oleh seorang pria pelaku UKM di acara Pemberian Nomor Induk Berusaha (NIB) Pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK) Perseorangan Tahun 2022 di Gedung Olahraga Nanggala Kopassus, Jakarta, Rabu (13/7/2022). (Tangkap layar YouTube Sekretariat Presiden)

Suara.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi dikejutkan dengan seorang pria pada acara Pemberian Nomor Induk Berusaha (NIB) Pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK) Perseorangan Tahun 2022 di Gedung Olahraga Nanggala Kopassus, Jakarta, Rabu (13/7/2022). Meskipun belum mendapatkan izin, pria tersebut memeluk Jokowi di atas panggung.

Pria tersebut ialah I Made Jan Ardana. Ia diajak naik ke atas panggung bersama pelaku UMK lainnya untuk menceritakan soal produk usahanya.

Saat diberikan kesempatan untuk berbicara, I Made melontarkan satu pertanyaan kepada Jokowi.

"Pak boleh peluk enggak, pak?," kata I Made.

Belum mendapatkan jawaban, I Made langsung menghampiri Jokowi dan memeluk orang nomor satu di Indonesia tersebut. Jokowi langsung tersenyum melihat tindakan berani yang dilakukan oleh I Made.

Salah satu anggota Paspampres yang awalnya berada di bawah langsung naik ke atas panggung untuk menjaga Jokowi dari jarak yang lebih dekat. Anggota Paspampres itu juga yang kemudian meminta I Made untuk tidak berlama-lama.

"Ini kesempatan sekali seumur hidup," ucap I Made usai memeluk Jokowi.

Setelah itu, I Made menceritakan soal usaha yang dirintisnya. Ia mengaku menggeluti usaha produk herbal.

Awal mula I Made menjalankan usaha tersebut dikarenakan tidak memiliki biaya untuk membeli obat herbal bagi orang tuanya yang sedang sakit.

Berawal dari itu, I Made mendapatkan keuntungan yang tidak sedikit.

"Awalnya orang tua sakit terus saya rasa herbal itu mahal saya coba produksi sendiri lama-lama alhamdulillah berkembang sampai hingga saat omzet bisa Rp 2 juta per hari," cerita I Made.

Jokowi kemudian mengatakan kalau omzet yang diperoleh I Made itu tidak sedikit. Kalau misalkan omzet itu dihitung per tahun, maka I Made bisa mengantongi setidaknya Rp 210 juta.

"Per tahun Rp 270 juta omzetnya gede banget ini kalau untungnya 30 persen berarti Rp 210 juta untungnya."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berkontribusi Besar  Bagi Perekonomian, Presiden Tekankan Pentingnya Izin bagi UMKM

Berkontribusi Besar Bagi Perekonomian, Presiden Tekankan Pentingnya Izin bagi UMKM

| Rabu, 13 Juli 2022 | 14:11 WIB

Dongkrak Omzet, Jokowi Ajak Pelaku UMKM Manfaatkan Platform Daring

Dongkrak Omzet, Jokowi Ajak Pelaku UMKM Manfaatkan Platform Daring

News | Rabu, 13 Juli 2022 | 14:39 WIB

Tren Kepuasan Terhadap Presiden Jokowi Meningkat, Pemerintah Dinilai Berhasil Menjawab Permasalahan Rakyat

Tren Kepuasan Terhadap Presiden Jokowi Meningkat, Pemerintah Dinilai Berhasil Menjawab Permasalahan Rakyat

Bisnis | Rabu, 13 Juli 2022 | 13:23 WIB

Peduli Nasib Santri, 4 Fakta Pembatalan Pencabutan Izin Operasional Ponpes Shiddiqiyyah

Peduli Nasib Santri, 4 Fakta Pembatalan Pencabutan Izin Operasional Ponpes Shiddiqiyyah

News | Rabu, 13 Juli 2022 | 12:40 WIB

Dana KUR Rp185 Triliun Belum Tersalurkan, Jokowi: UMKM Segera ke Bank BRI, Bunga Cuma 3%

Dana KUR Rp185 Triliun Belum Tersalurkan, Jokowi: UMKM Segera ke Bank BRI, Bunga Cuma 3%

Bisnis | Rabu, 13 Juli 2022 | 12:35 WIB

Terkini

Kisah Difabel Tuli Perdana Dengar Suara Takbiran: Dulu Duniaku Sangat Sunyi

Kisah Difabel Tuli Perdana Dengar Suara Takbiran: Dulu Duniaku Sangat Sunyi

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:17 WIB

Viral Keluhan Ban Mobil Dikempeskan di Monas, Kadishub DKI: Jangan Parkir di Badan Jalan!

Viral Keluhan Ban Mobil Dikempeskan di Monas, Kadishub DKI: Jangan Parkir di Badan Jalan!

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:13 WIB

Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda

Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:02 WIB

Kritik KPK, Sahroni Usul Tahanan Rumah Harus Bayar Mahal: Biar Negara Gak Rugi-Rugi Banget

Kritik KPK, Sahroni Usul Tahanan Rumah Harus Bayar Mahal: Biar Negara Gak Rugi-Rugi Banget

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:02 WIB

Mudik Siswa Sekolah Rakyat, Naila Akhirnya Punya Rumah Baru Layak Huni

Mudik Siswa Sekolah Rakyat, Naila Akhirnya Punya Rumah Baru Layak Huni

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:00 WIB

Tentara Amerika Gali Kuburannya Sendiri Jika Serang Pulau Kharg

Tentara Amerika Gali Kuburannya Sendiri Jika Serang Pulau Kharg

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:55 WIB

Dukung Wacana WFH ASN demi Hemat Energi, Komisi II DPR: Tapi Jangan Disalahgunakan untuk Liburan

Dukung Wacana WFH ASN demi Hemat Energi, Komisi II DPR: Tapi Jangan Disalahgunakan untuk Liburan

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:54 WIB

Lebaran Perdana Warga Kampung Nelayan Sejahtera, Kini Tanpa Rasa Cemas

Lebaran Perdana Warga Kampung Nelayan Sejahtera, Kini Tanpa Rasa Cemas

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:52 WIB

Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Mantan Penyidik: KPK Tak Boleh Beri Perlakuan Istimewa

Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Mantan Penyidik: KPK Tak Boleh Beri Perlakuan Istimewa

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:48 WIB

Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan

Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:42 WIB