Warga Kota Kendari Diminta Waspada Longsor dan Banjir

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 14 Juli 2022 | 16:22 WIB
Warga Kota Kendari Diminta Waspada Longsor dan Banjir
Warga Kota Kendari diminta waspada longsor dan banjir. (Antara)

Suara.com - Warga Kota Kendari diminta waspada longsor dan banjir. Imbauan itu dikatakan langsung oleh Wali Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Sulkarnain Kadir.

Dia meminta bagi masyarakat yang berada di lereng-lereng atau di tebing-tebing daerah tersebut agar mewaspadai potensi terjadinya tanah longsor, dan melakukan koordinasi dengan lurah atau camat dalam melakukan upaya mitigasi sejak dini.

"Kita selalu mengimbau kepada seluruh masyarakat, dalam cuaca ekstrem seperti ini, musim penghujan, angin dan seterusnya mohon kepada seluruh masyarakat yang berada di wilayah-wilayah yang rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan," kata Sulkarnain di Kendari, Kamis.

Kata dia, kalau ada pohon-pohon yang harus diantisipasi untuk kemudian menghindari terjadinya longsor itu segera dilaporkan bersama-sama dengan pemerintah setempat kita menanggulangi, minimal lurah dan camat.

Wali Kota juga meminta Ketua RT dan RT agar mengajak warganya melakukan kerja bakti.

Utamanya membersihkan drainase di lingkungan masing-masing sehingga tidak ada penyumbatan aliran air ketika hujan demi menghindari banjir.

"Mulai sekarang bergerak RT/RW untuk melakukan kerja bakti membersihkan supaya jangan sampai hujan datang kita tidak siap dan meluap, dan akhirnya kita juga yang kemudian akan direpotkan dengan situasi-situasi ini," ucap Wali Kota.

Sementara itu, terkait adanya warga yang mengalami musibah tanah longsor, Wali Kota mengaku prihatin.

Dia telah memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk segera melakukan tindakan minimal mengatasi kondisi darurat.

baca juga

"Setelah itu baru kemudian kita melakukan penilaian terhadap kerugian yang dialami oleh masyarakat dan kemudian nanti diverifikasi oleh Inspektorat. Kita memastikan bahwa itu memungkinkan dibantu, agar segera kita salurkan bantuannya," kata Wali Kota.

Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kendari Aris Manda menyebut, sejauh ini pihaknya telah mencatat sebanyak 10 lebih kejadian tanah longsor di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tenggara ini akibat dari curah hujan dengan intensitas yang tinggi.

"Banyak, tanah longsor ini ada sekitar 10 titik. Tapi sampai sekarang belum sempat di data karena belum selesai satu di data, ada lagi tanah longsor. Selama musim hujan ini, beruntun tanah longsor," kata Aris.

Dia menyebut, kejadian tanah longsor akibat curah hujan dengan intensitas tinggi yang akhir-akhir ini terjadi tersebar di wilayah Kecamatan Mandonga, Kemaraya, dan Kecamatan Kendari.

"Kalau curah hujan begitu tinggi, rata-rata saya lihat tanah longsor ini yang gunung-gunung, apalagi kalau seperti yang di Kelurahan Mandonga memang sudah mulai gundul tanahnya akhirnya air dia bawa turun," kata Aris Manda. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keluarga Korban Banjir Bandang Nepal Putus Asa, Sisir Rumah Sakit Cari Jenazah Kerabat Sendiri

Keluarga Korban Banjir Bandang Nepal Putus Asa, Sisir Rumah Sakit Cari Jenazah Kerabat Sendiri

News | Jum'at, 04 September 2026 | 11:11 WIB

Nepal Terancam Bencana Susulan Pasca Longsor Es dan Batu Himalaya

Nepal Terancam Bencana Susulan Pasca Longsor Es dan Batu Himalaya

News | Rabu, 02 September 2026 | 16:06 WIB

Harapan Terakhir, SAR Gabungan China-Nepal Cari Korban Banjir Bandang di Terowongan PLTA

Harapan Terakhir, SAR Gabungan China-Nepal Cari Korban Banjir Bandang di Terowongan PLTA

News | Selasa, 01 September 2026 | 15:41 WIB

Viral Batu Suci Umat Hindu 31 Ton Ditemukan Pasca Banjir Nepal, Faktanya Seperti Ini

Viral Batu Suci Umat Hindu 31 Ton Ditemukan Pasca Banjir Nepal, Faktanya Seperti Ini

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 19:38 WIB

Update Kondisi WNI di Nepal Setelah Banjir Bandang, Apakah Ada Korban?

Update Kondisi WNI di Nepal Setelah Banjir Bandang, Apakah Ada Korban?

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 17:11 WIB

Grand Canyon Banjir Bandang Sapu Infrastruktur Park Service, 20 Pendaki Hilang

Grand Canyon Banjir Bandang Sapu Infrastruktur Park Service, 20 Pendaki Hilang

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 14:01 WIB

Nepal Tes DNA Ratusan Jenazah Korban Banjir Bandang yang Membusuk

Nepal Tes DNA Ratusan Jenazah Korban Banjir Bandang yang Membusuk

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 12:11 WIB

Paradoks Nepal, Emisi Karbon Rendah Tapi Jadi Korban Perubahan Iklim

Paradoks Nepal, Emisi Karbon Rendah Tapi Jadi Korban Perubahan Iklim

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 11:30 WIB

Cerita Pasangan Asal California Lolos dari Maut Banjir Bandang Nepal: Saya Tahu Akan Mati

Cerita Pasangan Asal California Lolos dari Maut Banjir Bandang Nepal: Saya Tahu Akan Mati

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 11:21 WIB

Suami Cari Istri Korban Banjir Bandang Tibet, Minta Pemerintah Australia, Nepal, dan China Terbuka

Suami Cari Istri Korban Banjir Bandang Tibet, Minta Pemerintah Australia, Nepal, dan China Terbuka

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 17:39 WIB

Terkini

Dana IPO Superbank Rp1,4 T Masih Menganggur

Dana IPO Superbank Rp1,4 T Masih Menganggur

Bisnis | Sabtu, 05 September 2026 | 19:22 WIB

Motor Mungil Harga Rp84,5 Juta: Mengungkap Pesona Honda ST125 Dax yang Bikin 'Sultan' Rela Antre

Motor Mungil Harga Rp84,5 Juta: Mengungkap Pesona Honda ST125 Dax yang Bikin 'Sultan' Rela Antre

Otomotif | Sabtu, 05 September 2026 | 19:05 WIB

Belum Juga Debut Mees Hilgers Bikin Pelatih SC Heerenveen Kecewa Berat

Belum Juga Debut Mees Hilgers Bikin Pelatih SC Heerenveen Kecewa Berat

Bola | Sabtu, 05 September 2026 | 19:05 WIB

Pakar UMY Kritik Keras Penanganan Karhutla: Memidana 400 Orang Tak Bakal Buat Jera

Pakar UMY Kritik Keras Penanganan Karhutla: Memidana 400 Orang Tak Bakal Buat Jera

News | Sabtu, 05 September 2026 | 19:00 WIB

Drama di Way Halim: Tandukan Allano Gagalkan Kemenangan Bajul Ijo di Laga Pembuka

Drama di Way Halim: Tandukan Allano Gagalkan Kemenangan Bajul Ijo di Laga Pembuka

Lampung | Sabtu, 05 September 2026 | 18:59 WIB

Anggaran Cegah Karhutla Seret, Pemerintah Baru Bisa Bergerak Saat Api Membesar

Anggaran Cegah Karhutla Seret, Pemerintah Baru Bisa Bergerak Saat Api Membesar

Bisnis | Sabtu, 05 September 2026 | 18:56 WIB

Aktivis Muda NU Hendriyanto Attan Sandang Gelar Kanjeng Raden Haryo dari Keraton Surakarta

Aktivis Muda NU Hendriyanto Attan Sandang Gelar Kanjeng Raden Haryo dari Keraton Surakarta

Jawa Tengah | Sabtu, 05 September 2026 | 18:51 WIB

Adik Kejar Kakak Pakai Sajam di Pringsewu, Hanya Gara-gara Motor Rusak

Adik Kejar Kakak Pakai Sajam di Pringsewu, Hanya Gara-gara Motor Rusak

Lampung | Sabtu, 05 September 2026 | 18:49 WIB

Bedak Tabur Wardah Lightening Cocok untuk Kulit Apa? Ini Klaim dan Review Pembeli

Bedak Tabur Wardah Lightening Cocok untuk Kulit Apa? Ini Klaim dan Review Pembeli

Lifestyle | Sabtu, 05 September 2026 | 18:45 WIB

Ekonomi yang Membentuk Isi Piring: Mengapa Makan Sehat Jadi Kemewahan?

Ekonomi yang Membentuk Isi Piring: Mengapa Makan Sehat Jadi Kemewahan?

Your Say | Sabtu, 05 September 2026 | 18:45 WIB

×