Deretan Kejanggalan Kasus Kematian Brigadir J yang Diungkap Komnas HAM

Agatha Vidya Nariswari | Suara.com

Senin, 08 Agustus 2022 | 13:08 WIB
Deretan Kejanggalan Kasus Kematian Brigadir J yang Diungkap Komnas HAM
Brigadir J (ist)

Suara.com - Kasus Brigadir J yang masih bergulir kembali dengan perkembangan fakta-fakta yang diungkap oleh Komnas HAM. Sebagai salah satu lembaga yang ikut mengungkap kasus ini, Komnas HAM juga dibantu oleh tim khusus independen.

Melalui Komisioner Komnas HAM Mochamad Choirul Anam, dirinya mengungkap bahwa Komnas HAM akan selalu mendampingi pihak keluarga Brigadir J dan menelusuri kasus ini untuk mengungkap penyebab asli kematian Brigadir J.

Kasus penembakan Brigadir J yang akhirnya membuat Bharada E ditetapkan sebagai tersangka ternyata membuka fakta terbaru. Simak inilah deretan fakta kasus Brigadir J yang diungkap Komnas HAM.

Kontak keluarga diretas

Kasus dugaan pembunuhan berencana yang dilakukan kepada Brigadir J ini ternyata mengungkap fakta yang disampaikan oleh Komnas HAM.

Adanya pemblokiran beberapa kontak keluarga dari ponsel Brigadir J dan adanya upaya peretasan dari ponsel keluarga Brigadir J yang terjadi diungkap oleh Komnas HAM dapat dipastikan merupakan salah satu fakta yang berkaitan dengan kematian Brigadir J.

"Terkait peretasan kami dapatkan informasi yang cukup detail, kapan terjadi, pada siapa, dan bagaimana, termasuk apakah ada yang hilang, atau tidak. Kami mendapat informasi yang cukup untuk itu," kata Choirul Anam.

Rekaman CCTV terungkap

Bukti lain yang juga dipegang oleh Komnas HAM adalah rekaman CCTV yang menunjukkan keberadaan Irjen Ferdy Sambo dan sang istri serta Brigadir J yang baru sampai dari Magelang.

Saat itu, Brigadir J masih hidup dan tampak masih berkomunikasi dengan sang atasan. Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik juga meminta para penyidik untuk tidak menutupi apapun yang terjadi di CCTV demi transparansi dalam kasus ini.

Tidak ada penodongan senjata yang dilakukan Brigadir J

Fakta lain yang diungkap Komnas HAM adalah tidak adanya penodongan senjata yang dituduhkan kepada Brigadir J dan menjadi dugaan utama terjadinya baku tembak dengan Bharada E tersebut.

Komnas HAM juga mengungkap bahwa hingga saat ini tidak ada saksi yang melihat Brigadir J melakukan penodongan senjata kepada istri Irjen Sambo, Putri C seperti yang dilaporkan sebelumnya. 

Fakta soal PCR yang dilakukan Irjen Ferdy Sambo

Hal janggal lain yang juga diungkap oleh Komnas HAM adalah adanya narasi bahwa Irjen Ferdy Sambo sedang melakukan PCR di luar rumah saat kejadian, padahal fakta sesungguhnya yang didapatkan oleh Komnas HAM adalah Irjen Ferdy Sambo beserta keluarga melakukan PCR bukan di rumah dinas, melainkan di rumah pribadinya sehari sebelum kejadian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sudah Muncul ke Publik, Komnas HAM Berharap Dapat Segera Periksa Istri Ferdy Sambo

Sudah Muncul ke Publik, Komnas HAM Berharap Dapat Segera Periksa Istri Ferdy Sambo

News | Senin, 08 Agustus 2022 | 13:05 WIB

Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi akan Diperiksa Besok

Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi akan Diperiksa Besok

| Senin, 08 Agustus 2022 | 12:57 WIB

Bharada E Akan Diperiksa Ulang Oleh Komnas HAM

Bharada E Akan Diperiksa Ulang Oleh Komnas HAM

| Senin, 08 Agustus 2022 | 12:49 WIB

Komnas HAM Masih Butuh Pendalaman Keterangan Bharada Richard Eliezer

Komnas HAM Masih Butuh Pendalaman Keterangan Bharada Richard Eliezer

News | Senin, 08 Agustus 2022 | 12:48 WIB

MENGEJUTKAN! Ternyata Pengakuan Bharada E Diduga Berubah Total, Begini Kronologi di Rumah Dinas Kadiv Propam

MENGEJUTKAN! Ternyata Pengakuan Bharada E Diduga Berubah Total, Begini Kronologi di Rumah Dinas Kadiv Propam

| Senin, 08 Agustus 2022 | 12:46 WIB

Terkini

Jejak Pelarian Pengasuh Ponpes Ndolo Kusumo Pati Berakhir di Wonogiri, Muka Lesu Tangan Diborgol

Jejak Pelarian Pengasuh Ponpes Ndolo Kusumo Pati Berakhir di Wonogiri, Muka Lesu Tangan Diborgol

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:35 WIB

Letjen Robi Herbawan Ditunjuk Jadi Kabais TNI

Letjen Robi Herbawan Ditunjuk Jadi Kabais TNI

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:32 WIB

Isu Persija vs Persib Tergusur Acara GRIB Jaya, Pramono: Saya Tidak Mau Berspekulasi

Isu Persija vs Persib Tergusur Acara GRIB Jaya, Pramono: Saya Tidak Mau Berspekulasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:19 WIB

Donald Trump: Ayolah Iran, Kibarkan Bendera Putih

Donald Trump: Ayolah Iran, Kibarkan Bendera Putih

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:09 WIB

Ade Armando Resmi Keluar dari PSI, Pengamat Sebut Demi Selamatkan Citra Partai

Ade Armando Resmi Keluar dari PSI, Pengamat Sebut Demi Selamatkan Citra Partai

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:47 WIB

Mensos Gus Ipul Sambangi KPK Besok, Minta Nasihat Terkait Pengadaan Sekolah Rakyat yang Disorot

Mensos Gus Ipul Sambangi KPK Besok, Minta Nasihat Terkait Pengadaan Sekolah Rakyat yang Disorot

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:39 WIB

Gelandang Botafogo Danilo Incar Satu Slot Timnas Brasil di Piala Dunia 2026: Banyak Pemain Top

Gelandang Botafogo Danilo Incar Satu Slot Timnas Brasil di Piala Dunia 2026: Banyak Pemain Top

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:38 WIB

Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Intelijen Itu Alat Negara, Bukan Alat Emosi

Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Intelijen Itu Alat Negara, Bukan Alat Emosi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:37 WIB

Menkes Budi Waspadai Hantavirus Masuk Indonesia, Rapid Test hingga PCR Disiapkan

Menkes Budi Waspadai Hantavirus Masuk Indonesia, Rapid Test hingga PCR Disiapkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:29 WIB

Akan Disampaikan di Forum Dunia, 3 Poin tentang Kekerasan Anak yang Tak Bisa Lagi Diabaikan

Akan Disampaikan di Forum Dunia, 3 Poin tentang Kekerasan Anak yang Tak Bisa Lagi Diabaikan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:25 WIB