Upaya Peternak di Indonesia untuk Menekan Penyebaran Wabah PMK

SiswantoABC Suara.Com
Senin, 15 Agustus 2022 | 14:53 WIB
Upaya Peternak di Indonesia untuk Menekan Penyebaran Wabah PMK
Hewan ternak di Kabupaten Paser diduga tertular PMK. [ANTARA]

Upaya untuk menurunkan kasus

Wabah PMK di Indonesia saat ini menjadiyang terbesar sejak tahun 1990 denganperkiraan kerugian bagi perekonomian Indonesia mencapaiRp1,7 triliun per bulan.

Sejak bulan Mei lalu ketika kasus pertama terdeteksi sudah lebih dari 479 ribu hewan terkena virus tersebut,

Lebih dari sembilan ribu, sebagian besar sapi ternak, terpaksa disembelih dan lima ribu ekor lainnya mati.

Menurut Ketua Tim Pakar Satgas Penanganan Penyakit Kuku dan Mulut, Profesor Wiku Adisasmito, selama beberapa pekan terakhir sudah tidak ada kasus baru lagi di enam provinsi.

Wikumemperkirakan tidak akan ada lagi penambahan kasus baru di seluruh Indonesia akhir tahun nanti.

Program vaksinasi terus dilakukan dan saat ini sudah1,2 juta vaksinasi yang diberikan.

Pekan lalu, PemerintahAustralia juga mengeluarkan paket biosekuriti baru kepada Indonesia sebesarAU$10 juta dan AU$4 juta diantaranya untuk pembelian vaksin PMK.

Robi mengatakan kasus PMK sudah melandai jika dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya.

"

"Tidak seperti di April dan Mei di mana kita saksikan adanya antrean di rumah potong, gambar-gambar hewan tidak bisa berdiri, atau tidak mau makan. Itu masa yang sangat menyedihkan.'

Baca Juga: Menko PMK Serahkan Bendera Estafet Penyelenggaraan IOI 2023 kepada Hungaria

"

Professor Rochadi Tawaf dari Pemberdayaan Pertanian di Jawa Barat mengatakan sampai sejauh inibelum ada data yang akurat untuk menggambarkan situasi sebenarnya.

Namun menurutnyasituasi membaik setelah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) diperintahkan untuk menangani wabah tersebut.

"Bagi saya, yang terjadi adalah kombinasi dengan Pemerintah lebih serius menangani wabah dan juga di kalangan petani dan masyarakat juga memberikan kontribusi dengan merawat ternak mereka lebih baik dari sebelumnya," kata Professor Rochadi.

"Di media pemberitaan tidaklah segencar sebelumnya. Jadi tidak banyak lagi pemberitaan dan gambar misalnya di media sosial berkenaan dengan kasus PMK seperti sebelumnya."

Provinsi Jawa Timur saat ini memiliki angka kasus PMK tertinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI