Hasto PDIP Pernah Emosi Gegara Rencana Kenaikan Harga BBM di Era SBY, Banjir Sindiran: Minumnya Ludah Sendiri

Farah Nabilla, Elvariza Opita

Senin, 05 September 2022 | 20:34 WIB
Hasto PDIP Pernah Emosi Gegara Rencana Kenaikan Harga BBM di Era SBY, Banjir Sindiran: Minumnya Ludah Sendiri
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menjelaskan persoalan ekonomi bakal menjadi senjata lawan politik untuk menjatuhkan Pemerintahan Jokowi-Maruf Amin. [Suara.com/Bagaskara]

Suara.com - Kenaikan harga BBM yang baru diresmikan pada Sabtu (3/9/2022) memicu beragam reaksi, walau yang dominan tentu saja kecaman untuk pemerintah.

Bukan hanya pemerintah, PDI Perjuangan juga banyak diserang sembari mengungkit jejak digital mereka semasa menjadi oposisi pemerintahan era Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono.

Salah satunya rekaman ketika Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, pernah menyampaikan kritikannya mengenai rencana kenaikan harga BBM bersubsidi. Bahkan ia terlihat sangat emosional dan berapi-api menyampaikan kritikannya kepada pihak pemerintah.

Dalam video tersebut, Hasto menilai kenaikan BBM bukan satu-satunya cara untuk menyelamatkan APBN. Pasalnya alih-alih menyelamatkan APBN, Hasto menilai pemerintahan SBY hanya berniat untuk mencabut subsidi bagi rakyat.

"Dapat kita tangkap bahwa tujuan utama adalah mencabut subsidi untuk rakyat, itu tujuan utama pencabutan BBM," ungkap Hasto, seperti dikutip Suara.com, Senin (5/9/2022) dari video lawaas yang kini viral lagi.

Hasto kemudian mengaitkan masalah APBN ini dengan korupsi di lingkup pemerintahan. "Dari Rp1.200 triliun APBN, 20 persennya dikorupsi," tutur Hasto.

"Kalau Presiden SBY ini berani memberantas korupsi dalam kalangan internalnya, penghematannya Rp200 triliun, dari penghematan APBN," sambung Hasto.

Bukan cuma masalah pemberantasan korupsi, Hasto juga menyinggung perihal banyaknya kebocoran pajak. Menurutnya bila problem ini bisa diselesaikan, maka pemerintah tidak perlu menaikkan harga BBM untuk menyelamatkan APBN.

"Kita bicara kepentingan rakyat, namanya pemerintah melindungi rakyat. Rakyat kan jelas sekarang, kalau mereka ditanya apakah setuju kalau pemerintah menaikkan (harga) BBM, pasti mereka akan menjawab tidak. Maka pemerintah harus kreatif mencari cara untuk menghemat subsidi," pungkas Hasto.

baca juga

Apa yang disampaikan Hasto sebenarnya sejalan dengan sikap PDIP secara umum ketika berada di luar lingkup pemerintahan. Namun video ini sangat disorot karena sikap Hasto yang terlihat begitu berapi-api saat memperjuangkan agar harga BBM tidak jadi dinaikkan.

Bahkan Hasto terlihat tidak mau berhenti menyampaikan argumentasinya ketika moderator debat sudah berusaha untuk menyela.

Sikapnya inilah yang belakangan menjadi bulan-bulanan publik. Pasalnya saat ini PDIP bersikap melempem meskipun pemerintah menaikkan harga BBM.

"Keren ini mas sekjenpdiperjuangan," sindir akun Instagram @undercover.id yang memviralkan kembali potongan video tersebut.

"Apapun makanannya, minumnya ludah sendiri," komentar warganet.

"Nelen ludah sendiri," kecam warganet lain dengan narasi ledekan serupa.

"Koq sekarang diem pak? Inget rakyat pak... rakyat," kata warganet.

"Kemana bapak ini sekarang," ujar warganet.

"Jejak digital kerazzz ygy," seloroh warganet lain.

"Bapak nya suruh nonton dong, siapa tau keingat kembali masa-masa indah dulu," timpal yang lainnya.

PMII Ultimatum Pemerintah Batalkan Kenaikan Harga BBM dalam 1x24 Jam

Demo massa PMII tolak kenaikan harga BBM di kawasan Patung Kuda ricuh. (Suara.com/Rakha)
Demo massa PMII tolak kenaikan harga BBM di kawasan Patung Kuda ricuh. (Suara.com/Rakha)

Sejumlah massa menggelar unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM bersubsidi di beberapa tempat. Termasuk Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) yang menggelar demonstrasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Senin (5/9/2022).

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum PB PMII Abdullah Syukri mengingatkan supaya pemerintah merespons tuntutan mereka dalam kurun waktu sehari atau massa yang diturunkan akan lebih banyak lagi.

"Kita tunggu respons dari pemerintah, jika lebih dari 1x24 jam tidak merespons, kami akan turunkan massa lebih besar," tegas Syukri yang ditemui di lokasi. "Hari ini (estimasi) massa 2.000 demonstran, tapi ternyata ada 5.000 orang."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Demonstran Ultimatum Pemerintah: Jika 1x24 Jam Tak Batalkan Kenaikan BBM, Kami Turunkan Massa Lebih Besar

Demonstran Ultimatum Pemerintah: Jika 1x24 Jam Tak Batalkan Kenaikan BBM, Kami Turunkan Massa Lebih Besar

Jakarta | Senin, 05 September 2022 | 19:30 WIB

Pemda Bantul Siapkan Kompensasi Dampak Kenaikan Harga BBM

Pemda Bantul Siapkan Kompensasi Dampak Kenaikan Harga BBM

Jogja | Senin, 05 September 2022 | 19:18 WIB

Besok Buruh Batam Berdemo Tolak Kenaikan BBM, Ini Poin Penting yang Disampaikan

Besok Buruh Batam Berdemo Tolak Kenaikan BBM, Ini Poin Penting yang Disampaikan

Batam | Senin, 05 September 2022 | 19:00 WIB

Perbandingan Harga BBM Lengkap antara SPBU Pertamina, Vivo, Shell, dan BP AKR

Perbandingan Harga BBM Lengkap antara SPBU Pertamina, Vivo, Shell, dan BP AKR

Video | Senin, 05 September 2022 | 17:28 WIB

Demokrat Kritik Telak Rezim Jokowi: Harga Minyak Dunia Turun Tapi BBM Naik, Uangnya Lari ke Mana?

Demokrat Kritik Telak Rezim Jokowi: Harga Minyak Dunia Turun Tapi BBM Naik, Uangnya Lari ke Mana?

News | Senin, 05 September 2022 | 17:26 WIB

Terkini

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup

Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:31 WIB

Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya

Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:19 WIB

Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus

Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:15 WIB

Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik

Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:13 WIB

PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur

PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:09 WIB

Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai

Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:08 WIB

Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda

Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:00 WIB

×