Migran Sulit Cari Kerja Teknik di Australia, Padahal Banyak Lowongan

Siswanto, ABC

Jum'at, 09 September 2022 | 12:04 WIB
Migran Sulit Cari Kerja Teknik di Australia, Padahal Banyak Lowongan
Ilustrasi kerja sama (Freepik)

Suara.com - Data terbaru di Australia menunjukkan hampir separuh migran di bidang teknik masih mencari kerja, padahal lowongan kerja di bidang ini naik 176 perse

Laporan dari pasar ketenagakerjaan Australia, yang merangkum data sampai bulan Juni 2022, menemukan 47 persen migran dengan kemampuan teknik masih belum bekerja.

Sementara lowongan kerja di bidang teknik mencapai angka tertinggi sejak tahun 2012.

CEO lembaga Engineers Australia, Romilly Madew, mengatakan banyak migran yang memiliki keterampilan yang sudah berada di Australia bisa mengisi lowongan kerjaan.

Tapi permasalahannya ada di sejumlah perusahaan.

"Penelitian menunjukkan ada cukup banyak insinyur dari kalangan migran yang sudah ada di Australia dan mereka mengalami kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan sesuai dengan pengalamannya," katanya.

"Penelitian kami menunjukkan perusahaan melihat para migran ini bukan sebagai warga "lokal", baik soal pengalaman, jaringan, standar, referensi dan kualifikasi. Ini jadi masalah utamanya.

"Kalau kita bisa memberdayakan para tenaga kerja yang sudah ada pasti segera akan bisa menyelesaikan kekurangan tenaga kerja."

Latar belakang budaya jadi masalah

Karen Huang mengatakan tidak terkejut kalau warga pendatang di Australia kesulitan mendapatkan pekerjaan di bidang mereka.

baca juga

Karen pindah ke Australia dari Taiwan di tahun 2012 dengan gelar universitas untuk bekerja di bidangnya.

Sama seperti banyak migran terampil lainnya, dia tidak bisa mendapatkan pekerjaan di bidang 'hospitality'.

Dia sudah tinggal di kawasan Pilbara, Australia Barat, selama empat tahun.

Kawasan ini dikellingi sektor sumber daya alam dan pertambangan, bahkan Perdana Menteri Anthony Albanese menggambarkan sebagai "pusat pergerakan ekonomi" Australia.

Karen saat ini menjabat Presiden di organisasi Northwest Multicultural Association di Pilbara.

Menurutnya banyak anggota dari organisasinya yang pindah ke Pilbara untuk bekerja di sektor sumber daya, tapi kesulitan mendapatkan pekerjaan meski mereka memiliki kualifikasi.

"Sangat sulit kalau Anda berasal dari budaya bukan Australia, khususnya ketika melakukan wawancara," katanya.

"Keterampilan tidak mendapat perhatian karena para bos khawatir kita tidak akan bisa bekerja sama dengan yang lain."

Dia mengatakan masalah bahasa juga menjadi salah satu penghalang untuk mendapat pekerjaan.

"Kita bisa ditolak karena kesalahan penulisan tata bahasa dalam surat lamaran yang kita buat. Mereka beranggapan kita tidak berpendidikan hanya karena bahasa Inggris kita kurang sempurna," katanya.

Karen berharap lebih banyak migran yang akan bisa mendapatkan pekerjaan di bidang teknik dan sumber daya.

"Saya kira kalau kita melakukan sesuatu, lakukan saja, jangan batasi diri, kalau Anda mau terus kejar, teruslah berusaha, bahkan ketika mungkin harus melakukannya ratusan bahkan ribuan kali, nantinya akan berhasil," katanya.

Pengalaman tidak dihargai

Engineers Australia adalah lembaga yang ditunjuk oleh Pemerintah Federal Australia untuk menilai keterampilan dan kompetensi bagi profesi di bidang teknik.

Organisasinya juga melakukan program bagi migran yang memiliki kualifikasi di bidang teknik.

"Kami mencoba melihat apakah kualifikasi mereka dari luar neger dan keterampilan mereka setara dengan persyaratan untuk menjadi insinyur di Australia," kata Romilly dari Engineers Australia.

Setelah menyelesaikan program tersebut, para migran bisa membuktikan apa yang telah mereka pelajari di luar negeri, serta pengalaman mereka, yang nantinya bisa untuk memenuhi syarat bekerja di bidangnya di Australia.

Peserta juga harus memenuhi standar kemampuan berbahasa Inggris untuk menunjukkan kemampuan bahasa mereka di tempat kerja.

Tapi, setelah mereka menyelesaikan program tersebut, para migran mengatakan pengalaman internasional mereka tidak dihargai atau tidak dianggap serius.

Romilly mengatakan ada bias yang tidak disadari untuk tidak mempekerjakan mereka yang bukan warga Australia.

"Ketika penilaian sudah dilakukan, pengalaman mereka harusnya diakui, jadi memang ada bias di sini," katanya.

"Ini pada dasarnya karena mereka tidak punya pengalaman lokal atau jaringan lokal, maka mereka tidak berhasil dalam pekerjaan mereka di Australia."

ABC sudah menghubungi berbagai perusahaan besar di bidang teknik dan pertambangan yang mengatakan mereka tetap berusaha mematuhi aturan yang ada

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari ABC News

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perkuat Sistem Ketenagalistrikan, PLN Jalin Kerja Sama Strategis dengan Australia

Perkuat Sistem Ketenagalistrikan, PLN Jalin Kerja Sama Strategis dengan Australia

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 16:10 WIB

MotoGP Australia 2026 Gagal Total: Selamat Tinggal Phillip Island!

MotoGP Australia 2026 Gagal Total: Selamat Tinggal Phillip Island!

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 13:50 WIB

Pertimbangan Investasi Properti Lintas Negara, Studi di Australia Ini Bisa Jadi Masukan

Pertimbangan Investasi Properti Lintas Negara, Studi di Australia Ini Bisa Jadi Masukan

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:10 WIB

MotoGP Australia 2026 Batal! Marquez Tetap Kokoh, Harapan Veda Ega Pupus

MotoGP Australia 2026 Batal! Marquez Tetap Kokoh, Harapan Veda Ega Pupus

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 10:48 WIB

Veda Ega Pratama Bidik Poin Penuh Moto3 Malaysia Usai GP Australia Batal

Veda Ega Pratama Bidik Poin Penuh Moto3 Malaysia Usai GP Australia Batal

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:56 WIB

Alasan MotoGP Australia 2026 Dibatalkan Hingga Pupuskan Harapan Pole Position Veda Ega Pratama

Alasan MotoGP Australia 2026 Dibatalkan Hingga Pupuskan Harapan Pole Position Veda Ega Pratama

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:43 WIB

Jadwal MotoGP Australia 2026: Usaha Marc Marquez Dapat Ancaman dari Aprilia

Jadwal MotoGP Australia 2026: Usaha Marc Marquez Dapat Ancaman dari Aprilia

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:29 WIB

Mathew Baker Ungkap Alasan Pilih Timnas Indonesia, Singgung Ambisi Kalahkan Australia

Mathew Baker Ungkap Alasan Pilih Timnas Indonesia, Singgung Ambisi Kalahkan Australia

Bola | Senin, 19 Oktober 2026 | 14:35 WIB

Edhie Baskoro Bertemu Ketua DPR Australia, Bahas Diplomasi Parlemen hingga Isu AI

Edhie Baskoro Bertemu Ketua DPR Australia, Bahas Diplomasi Parlemen hingga Isu AI

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 10:05 WIB

Luke Vickery: 2024 Main di GBT Bela Australia, 2026 Cetak Assist di GBK Bersama Timnas Indonesia

Luke Vickery: 2024 Main di GBT Bela Australia, 2026 Cetak Assist di GBK Bersama Timnas Indonesia

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 20:54 WIB

Terkini

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:20 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:14 WIB

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:58 WIB

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:56 WIB

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:32 WIB

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:27 WIB

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:19 WIB

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:13 WIB

×