Pengamat: Tak Ada Pilihan Lagi, NasDem Harus Kunci Demokrat dan PKS

Ruth Meliana Dwi Indriani

Rabu, 21 September 2022 | 12:53 WIB
Pengamat: Tak Ada Pilihan Lagi, NasDem Harus Kunci Demokrat dan PKS
Logo Partai NasDem. [tangkapan layar/nasdem.id]

Suara.com - Partai NasDem dinilai tidak memiliki banyak pilihan lagi dan harus mengunci Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Hal ini diungkapkan oleh pengamat politik Universitas Muhammadiyah Kupang Dr. Ahmad Atang, MSi.

Menurutnya, NasDem harus mengunci Partai Demokrat dan PKS dalam satu ikatan koalisi jelang Pilpres 2024. Pasalnya jika tidak segera dikunci, maka NasDem bisa kehilangan momentum.

"Jika Partai Nasdem tidak bisa mengunci PKS dan Demokrat dalam satu ikatan koalisi, maka partai Nasdem bisa kehilangan momentum," kata Ahmad Atang di Kupang, Rabu (21/9/2022).

Ahmad menilai bahwa dinamika menuju Pilpres 2024 terus bergerak dan komunikasi politik antarpartai semakin intens dilakukan. Karena itu, Nasdem harus mengunci PKS dan Demokrat dalam satu baris sebelum ditarik oleh koalisi yang lain.

Ia menganalisis pengelompokan partai yang akan berkoalisi untuk mengusung pasangan calon presiden pada Pilpres 2024 mendatang. Menurutnya, PDIP berpotensi mengusung paslon sendiri tanpa koalisi karena telah memenuhi syarat 20 persen.

Sementara Partai Golkar, PAN dan PPP telah membentuk KIB, dan Gerindra akan berkoalisi dengan PKB, maka partai yang tersisa adalah Nasdem, PKS dan Demokrat.

"Dengan demikian, menurut saya tidak ada pilihan lain bagi Partai Nasdem harus berkoalisi dengan partai PKS dan Partai Demokrat," kata pengajar ilmu politik pada sejumlah perguruan tinggi di Nusa Tenggara Timur (NTT) itu.

Ahmad melanjutkan, dengan dibangun-nya koalisi antara Nasdem, PKS dan Demokrat maka merupakan perpaduan antara basis nasionalis Demokrat dan nasionalis religius.

Mengenai figur Capres, Ahmad menilai jika koalisi ini permanen, maka figur yang memiliki peluang besar untuk diusung adalah Anies Baswedan karena NasDem dan PKS tidak memiliki kader untuk diusung.

baca juga

Sedangkan Demokrat mendorong Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) namun popularitas dan elektabilitas tidak cukup meyakinkan untuk dijadikan Capres, sehingga politik kompromistis tentu diambil agar Anies dan AHY dapat disandingkan.

"Jika koalisi Nasdem, PKS dan Demokrat dipertemukan oleh figur yang sama maka secara otomatis mereka telah melepaskan basis ideologis masing-masing," analisisnya. [ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pamor AHY Naik, Perang Buzzer Dimulai "Jangan Ganggu Jokowi"

Pamor AHY Naik, Perang Buzzer Dimulai "Jangan Ganggu Jokowi"

Denpasar | Rabu, 21 September 2022 | 10:10 WIB

Elektabilitas Demokrat Jatim Naik Lagi dalam Survei ARCI: Emil Dardak Laku Dijual Kalau Partai Mau

Elektabilitas Demokrat Jatim Naik Lagi dalam Survei ARCI: Emil Dardak Laku Dijual Kalau Partai Mau

Jatim | Rabu, 21 September 2022 | 08:39 WIB

'Dewan Kolonel' Besutan Legislator PDIP untuk Pemenangan Puan di 2024

'Dewan Kolonel' Besutan Legislator PDIP untuk Pemenangan Puan di 2024

Serang | Selasa, 20 September 2022 | 23:28 WIB

PKS Bontang Tetap Lanjutkan Proses PAW Ma'Ruf Effendy: Kami Siap

PKS Bontang Tetap Lanjutkan Proses PAW Ma'Ruf Effendy: Kami Siap

Kaltim | Rabu, 21 September 2022 | 07:30 WIB

Ketum Partai Demokrat AHY Digugat ke Pengadilan Negeri Bandung

Ketum Partai Demokrat AHY Digugat ke Pengadilan Negeri Bandung

Jabar | Selasa, 20 September 2022 | 22:15 WIB

Petinggi Gerindra Sebut Jokowi Cari Selamat Lewat Endorse Bakal Capres Sana-sini: Kayak Anies, Barang Mati Dihidupkan!

Petinggi Gerindra Sebut Jokowi Cari Selamat Lewat Endorse Bakal Capres Sana-sini: Kayak Anies, Barang Mati Dihidupkan!

Sumbar | Rabu, 21 September 2022 | 07:10 WIB

Terkini

4 Shio yang Makin Beruntung Setelah 29 Agustus 2026, Rencana Lebih Mudah Terwujud

4 Shio yang Makin Beruntung Setelah 29 Agustus 2026, Rencana Lebih Mudah Terwujud

Lifestyle | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:45 WIB

Dari Marie Curie hingga Dinosaurus: Bagaimana Buku Ini Membuka Pintu Dunia Sains untuk Anak-Anak?

Dari Marie Curie hingga Dinosaurus: Bagaimana Buku Ini Membuka Pintu Dunia Sains untuk Anak-Anak?

Your Say | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:09 WIB

21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran

21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran

Jogja | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:25 WIB

Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija

Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger

Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League

Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League

Jawa Tengah | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Jatim | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:34 WIB

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×