Heboh Foto Bareng Para Pucuk Parpol, Pengamat: Sebagai 'Bujang' Anies Memang Menggoda

Dany Garjito, Fita Nofiana

Rabu, 21 September 2022 | 14:27 WIB
Heboh Foto Bareng Para Pucuk Parpol, Pengamat: Sebagai 'Bujang' Anies Memang Menggoda
Anies Baswedan dan para petinggi partai (twitter.com/Andiarief__)

Suara.com - Foto Gubernur Anies Baswedan bersama para petinggi partai politik mengundang kehebohan. Pasalnya foto yang berasal dari acara resepsi itu digadang-gadangkan berbau koalisi politik.

Tersebarnya foto tersebut bermula dari unggahan politikus Partai Demokrat, Andi Arief pada Minggu (18/9/2022) di akun twitternya.

Pada foto tersebut tampak foto Anies Baswedan di samping ketua umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Surya Paloh.

Selain Surya Paloh, tampak pula ketua umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Presiden PKS Ahmad Syaikhu, dan Mantan Wapres Jusuf Kalla.

Anies Baswedan dan para petinggi partai (twitter.com/Andiarief__)
Anies Baswedan dan para petinggi partai (twitter.com/Andiarief__)

Foto tersebut diambil dalam resepsi pernikahan politikus Nasdem, Agung Suparwoto.

Menanggapi beredarnya foto tersebut, Guru besar Komunikasi Politik UPI, Karim Suryadi menyebutkan bahwa potret kebersamaan para politisi tersebut terkait adanya kesamaan tone politik.

"PKS-Demokrat mengaku opisisi, NasDem meskipun di kekuasan tapi kritis, dan kekritisan itulah yang membuat hubungan mereka cair antara PKS, Demokrat, dan Nasdem," ungkap Karim di wawancara Kabar Siang Tv One, Selasa (20/9/2022). 

Sementara bagi Anies yang belum memiliki partai resmi pengusung calon presiden, Karim menyebutnya sebagai 'bujang yang menggoda'.

"Sebagai 'bujang' yang belum punya pasangan, Anies memang sangat menggoda, dan banyak yang kegeeran untuk menjadi pendampingnya," tambahnya.

baca juga

Kendati tampak akur, Profesor Karim menyebutkan pertemuan tak resmi di foto tersebut belum menandakan adanya pemasangan atau koalisi.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Suara.com/Arga)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Suara.com/Arga)

"Menurut saya untuk agenda sangat penting terlalu ceroboh kalau didasarkan pada asumsi pada pertemuan accidental yang kebetulan," imbuhnya lagi.

Berbeda dengan Karim, pengamat komunikasi politik Effendi Gazali malah melihat ada maksud lain dari foto kebesamaan Anies dan para petinggi partai tersebut.

"Posisi berdirinya bagus, tiga sebelah kiri itu ketua umum partai, di samping itu ada Anies calon pengantinnya, kita lihat Nasdem sudah kuat dengan anies," kata Gazali di acara yang sama. 

"Ada gerakan taktis yang terjadi di balik foto itu, ini kode keras tapi belum tentu kode cepat," imbuhnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Massa Buruh Demo di Depan Kantor Anies, Tolak Harga BBM Naik dan Minta Adanya Kenaikan UMP DKI

Massa Buruh Demo di Depan Kantor Anies, Tolak Harga BBM Naik dan Minta Adanya Kenaikan UMP DKI

Jakarta | Rabu, 21 September 2022 | 14:06 WIB

Soal Dukungan Maju Pilpres 2024, Nasib Anies Ada di Tangan Majelis Syuro PKS

Soal Dukungan Maju Pilpres 2024, Nasib Anies Ada di Tangan Majelis Syuro PKS

Jakarta | Rabu, 21 September 2022 | 13:07 WIB

Nasdem Harus Kunci Demokrat dan PKS dalam Koalisi Jika Tak Ingin Kehilangan Momentum 2024

Nasdem Harus Kunci Demokrat dan PKS dalam Koalisi Jika Tak Ingin Kehilangan Momentum 2024

Jawa Tengah | Rabu, 21 September 2022 | 13:02 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×