Ulama Muhammadiyah dan NU Kompak Haramkan Mesin Capit Boneka: Agar Tak Was-Was dan Ketagihan Mirip Judi

Farah Nabilla | Suara.com

Jum'at, 23 September 2022 | 14:31 WIB
Ulama Muhammadiyah dan NU Kompak Haramkan Mesin Capit Boneka: Agar Tak Was-Was dan Ketagihan Mirip Judi
Ilustrasi mesin capit boneka [shutterstock]

Suara.com - Permainan capit boneka menjamur di tengah masyarakat dalam beberapa tahun belakangan. Tak hanya di kota besar, mesin permainan capit boneka juga merambah ke sejumlah daerah, bahkan di wilayah pedesaan.

Permainan ini umumnya disukai oleh anak-anak karena tergiur mendapatkan hadiah boneka, dengan hanya bermodalkan uang receh.

Ternyata keberadaan mesin capit boneka ini meresahkan kalangan ulama. Dan belum lama ini, ulama dari Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah menolak keberadaan mesin capit boneka tersebut.

Apa latar belakang keluarnya fatwa harap tersebut? Berikut fakta-faktanya.

1.       Dua ormas Islam Indonesia sepakat nyatakan mesin capit boneka haram

Keberadaan mesin capit boneka yang terlah meluas hingga ke pelosok daerah ternyata mengusik sejumlah ulama.

Tak hanya dari kalangan Nahdlatul Ulama, pemuka agama dari kalangan Muhammadiyah pun turut merasa resah.

Alhasil ulama dari kedua organisasi agama besar di Indonesia itu dalam waktu yang hampir bersamaan sepakat menyatakan mesin capit boneka adalah haram.

Untuk kalangan NU, pernyataan mesin capit boneka haram dikeluarkan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Purworejo, Jawa Tenga. Sementara MUhammadiyah, pernyataan haram tersebut dikeluarkan oleh Divisi Fatwa dan Pengembangan Tuntutan Majelis Tarjih dan Tajdid Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah.

2.       Mesin capit boneka mengandung unsur judi

Baik NU maupun MUhammadiyah sepakat, dasar pengharaman terhadap mesin capit boneka karena adanya unsur judi di dalamnya.

Perjudian yang dimaksud adalah adanya unsur untung-untungan dalam permainan mesin capit boneka tersebut.

Dimana dalam hal ini seseorang yang ingin bermain harus mengeluarkajn sejumlah uang terlebih dahulu. Dan ketika bermain orang tersebut belum tentu mendapatkan sesuatu yang ia inginkan.

"Orang kalau membeli koin dapat barang seharga koin yang dibeli, itu jual-beli. Ini dia beli koin untuk kemudian main ada yang dapat boneka, ada yang enggak, kan gitu. Itu di sana judinya," ujar Anggota Divisi Fatwa dan Pengembangan Tuntutan Majelis Tarjih dan Tajdid Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Assoc Wawan Gunawan Abdul Wahid.

3.       Mesin capit boneka membuat ketagihan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PCNU Purworejo Haramkan Permainan Capit Boneka: Ada Unsur Perjudian

PCNU Purworejo Haramkan Permainan Capit Boneka: Ada Unsur Perjudian

News | Jum'at, 23 September 2022 | 11:03 WIB

Purworejo Haramkan Mesin Capit, Warganet : Mungkin Pas Main ga Dapet

Purworejo Haramkan Mesin Capit, Warganet : Mungkin Pas Main ga Dapet

| Kamis, 22 September 2022 | 19:18 WIB

Terkait Permainan Capit Boneka Dinilai Haram, PWNU DIY Bilang Begini

Terkait Permainan Capit Boneka Dinilai Haram, PWNU DIY Bilang Begini

Jogja | Kamis, 22 September 2022 | 18:04 WIB

Tegaskan Permainan Capit Boneka Haram, Muhammadiyah Berikan Penjelasan

Tegaskan Permainan Capit Boneka Haram, Muhammadiyah Berikan Penjelasan

Jogja | Kamis, 22 September 2022 | 17:46 WIB

Alasan Permainan Capit Boneka atau Claw Machine Haram: Ada Unsur Judi

Alasan Permainan Capit Boneka atau Claw Machine Haram: Ada Unsur Judi

Bisnis | Kamis, 22 September 2022 | 13:00 WIB

Gaya Bercinta yang Dilarang Dalam islam

Gaya Bercinta yang Dilarang Dalam islam

| Senin, 19 September 2022 | 16:18 WIB

Pengurus 'Diharamkan' Merokok, Ini Penjelasan Ketum MUI Sumut

Pengurus 'Diharamkan' Merokok, Ini Penjelasan Ketum MUI Sumut

Jakarta | Sabtu, 17 September 2022 | 18:46 WIB

Terkini

Kasus Kekerasan di Daycare Baby Preneur Aceh, Polisi Tetapkan 3 Tersangka

Kasus Kekerasan di Daycare Baby Preneur Aceh, Polisi Tetapkan 3 Tersangka

News | Kamis, 30 April 2026 | 07:03 WIB

Asa di Tengah Duka: Pemprov DKI Siapkan Beasiswa bagi Anak Guru Nur Laila Korban Tragedi KRL Bekasi

Asa di Tengah Duka: Pemprov DKI Siapkan Beasiswa bagi Anak Guru Nur Laila Korban Tragedi KRL Bekasi

News | Kamis, 30 April 2026 | 07:00 WIB

Viral CCTV Penganiayaan Balita di Daycare Aceh, Polisi Ungkap Kejadian Terjadi Dua Kali

Viral CCTV Penganiayaan Balita di Daycare Aceh, Polisi Ungkap Kejadian Terjadi Dua Kali

News | Kamis, 30 April 2026 | 06:56 WIB

Donald Trump Bersumpah Pertahankan Blokade, Iran Ancam Balasan Mengerikan

Donald Trump Bersumpah Pertahankan Blokade, Iran Ancam Balasan Mengerikan

News | Kamis, 30 April 2026 | 06:31 WIB

Menteri PPPA Soal Usulan Gerbong Perempuan Dipindah ke Tengah: Saya Sadar Itu Kurang Tepat

Menteri PPPA Soal Usulan Gerbong Perempuan Dipindah ke Tengah: Saya Sadar Itu Kurang Tepat

News | Kamis, 30 April 2026 | 06:28 WIB

Kebakaran Hebat Landa Pasar Kanjengan Semarang, Ratusan Kios Hangus dalam Semalam

Kebakaran Hebat Landa Pasar Kanjengan Semarang, Ratusan Kios Hangus dalam Semalam

News | Kamis, 30 April 2026 | 06:20 WIB

Tanggapi Kritik Publik, Menteri PPPA Arifah Fauzi Minta Maaf Soal Usul Geser Gerbong Perempuan

Tanggapi Kritik Publik, Menteri PPPA Arifah Fauzi Minta Maaf Soal Usul Geser Gerbong Perempuan

News | Kamis, 30 April 2026 | 05:55 WIB

Studi CISDI: 9 dari 10 Makanan Kemasan di Indonesia Tinggi Gula, Garam, dan Lemak

Studi CISDI: 9 dari 10 Makanan Kemasan di Indonesia Tinggi Gula, Garam, dan Lemak

News | Rabu, 29 April 2026 | 23:25 WIB

KPK 'Skakmat' Ancaman Gugatan Rp300 Triliun Noel: Fokus Sidang, Jangan Membangun Opini!

KPK 'Skakmat' Ancaman Gugatan Rp300 Triliun Noel: Fokus Sidang, Jangan Membangun Opini!

News | Rabu, 29 April 2026 | 22:30 WIB

Periksa Suami Fadia Arafiq, KPK Telusuri 'Jalur Panas' Uang di Perusahaan Keluarga

Periksa Suami Fadia Arafiq, KPK Telusuri 'Jalur Panas' Uang di Perusahaan Keluarga

News | Rabu, 29 April 2026 | 22:04 WIB