Kenaikan Biaya Hidup di Inggris, Jutaan Orang Terpaksa Kerja Sampingan

Siswanto, BBC

Kamis, 29 September 2022 | 14:04 WIB
Kenaikan Biaya Hidup di Inggris, Jutaan Orang Terpaksa Kerja Sampingan
BBC

Suara.com - Jude Harford lebih memilih tidak memiliki pekerjaan sampingan karena dia memiliki anak kecil. Namun, biaya hidup yang melambung membuat dia merasa tidak punya pilihan.

"Sekarang, semuanya sangat mahal," kata ibu dua anak dari Poole, sebuah kota pesisir di Dorset, Inggris. "Kami membutuhkan uang tambahan."

Penelitian yang dilihat oleh BBC menunjukkan jutaan orang juga terpaksa mengambil pekerjaan sampingan karena biaya hidup semakin meningkat.

Laporan dari Royal London itu melibatkan 4.000 orang dewasa Inggris dalam surveinya.

Harford, yang merupakan perawat paruh waktu, mengambil pekerjaan kedua di sebuah perusahaan energi pada April lalu, demi meningkatkan pendapatannya.

"Mengambil pekerjaan tambahan itu memiliki sisi yang bertolak belakang," katanya. "Itu bisa memastikan kami memiliki kualitas hidup yang layak sekarang, untuk perencanaan masa depan, dan untuk keamanan finansial kami."

Baca juga:

Pekerjaannya di perusahaan energi menghasilkan jumlah uang yang lebih banyak dibandingkan ketika dia menjadi perawat. Jam kerjanya juga lebih fleksibel, yang berarti dia bisa menjemput anak-anaknya, yang berusia 10 dan 14 tahun, sepulang sekolah. Namun, dia masih berharap dia tidak harus melakukannya.

"Saya merasa tidak punya pilihan," katanya. "Kalau saja saya tidak stres karena harus melakukan pekerjaan sampingan, saya bisa lebih dekat dengan anak-anak. Itu hal yang sangat penting untuk dilakukan ketika mereka masih muda.

baca juga

Harford bukanlah satu-satunya orang yang harus mengalami hal itu, menurut penelitian yang dilakukan oleh perusahaan asuransi Royal London.

Penelitian itu menemukan 16% pekerja yang mereka survei telah mengambil pekerjaan sampingan untuk membantu menutupi kenaikan biaya hidup. Jika benar hal itu terjadi di seluruh Inggris, jumlahnya bisa mencapai 5,2 juta orang.

Lebih lanjut, 30% orang yang ditanya mengatakan mereka perlu mengambil pekerjaan tambahan, jika harga-harga terus naik.

Angka yang disajikan Royal London lebih tinggi dari data resmi Kantor Statistik Nasional (ONS), yang menunjukkan sekitar 1,2 juta pekerja Inggris memiliki pekerjaan kedua. Namun, angka dari ONS itu juga menunjukkan bahwa jumlah tersebut mengalami peningkatan selama dua tahun terakhir.

Laju kenaikan biaya hidup kali ini adalah yang tercepat dalam hampir 40 tahun terakhir. Sebagian besar disebabkan oleh kenaikan harga makanan dan energi.

Kenaikan harga-harga menggerus anggaran rumah tangga, dengan tingkat kenaikan harga melebihi upah.

Survei Royal London menunjukkan bahwa satu pekerjaan tidak cukup, bagi jutaan pekerja, karena harga-harga terus melonjak.

Namun, durasi kerja yang lebih lama bukanlah pilihan yang realistis bagi banyak karyawan di Inggris. Lebih dari seperempat (28%) karyawan penuh waktu sudah bekerja lebih dari 48 jam seminggu, menurut penelitian.

Sementara itu, seperlima responden mengatakan mereka bekerja lebih dari 56 jam setiap minggu.

Meskipun bekerja berjam-jam atau banyak pekerjaan, banyak orang masih merasa sulit untuk menghasilkan jumlah uang yang cukup untuk menutupi tagihan.

Hampir sepertiga (31%) responden bahkan harus mengeluarkan uang yang tidak mereka miliki, meminjam atau menggunakan fitur cerukan bank (penarikan dana melebihi jumlah saldo dalam rekening, biasanya untuk rekening giro, bukan tabungan), kata penelitian tersebut.

'Musim dingin yang sulit'

"Kami tahu banyak rumah tangga mulai menekan pengeluaran mereka sejak enam bulan lalu karena harga-harga mulai naik. Dengan tagihan yang terus naik, ini bisa menjadi musim dingin yang sangat sulit ke depannya," kata Sarah Pennells, spesialis keuangan konsumen di Royal London.

"Sementara banyak yang terpaksa melakukan penyesuaian pengeluaran yang signifikan, meskipun bekerja sepanjang waktu. Itu tidak bisa menghindari mereka dari stres atau situasi tidak menyenangkan.

Pemerintah membatasi kenaikan tagihan energi untuk semua rumah tangga selama dua tahun karena Perdana Menteri Liz Truss mencoba mencegah krisis semakin meluas.

Tagihan energi rumah tangga biasa akan dibatasi pada 2.500 (sekitar Rp41 juta) per tahun hingga 2024, meskipun tagihan akan bervariasi, sesuai dengan berapa banyak gas dan listrik yang digunakan.

Namun terlepas dari ini, banyak orang masih mengkhawatirkan keuangan mereka, kata Pennells.

"Meskipun pengumuman pembekuan harga energi pemerintah akan membuat sedikit lega, peningkatan biaya hidup secara keseluruhan sangat mengkhawatirkan, dengan hanya satu dari 10 orang dewasa yang yakin mereka akan mampu mengatasinya secara finansial," katanya.

Kenaikan biaya hidup tidak hanya berdampak pada keuangan. Menurut survei, lebih dari tiga perlima (64%) orang dewasa mengatakan mereka kewalahan.

Meski demikian, hampir tiga perempat (72%) orang dewasa di Inggris tidak meminta bantuan siapa pun untuk mengatasi krisis biaya hidup.

Royal London menyarankan untuk menghubungi penyedia energi jika warga merasa kesulitan untuk membayar tagihan energi.

Badan amal kemiskinan nasional Turn2us mendesak orang-orang yang khawatir dengan keuangannya untuk mencari bantuan sesegera mungkin.

Badan amal juga merekomendasikan untuk berbicara dengan lembaga-lembaga spesialis perutangan untuk mendapatkan bantuan, di tengah utang yang semakin meningkat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Torehkan 11 Gol, Harry Kane Jadi Top Skor Sepanjang Masa Inggris di Piala Dunia

Torehkan 11 Gol, Harry Kane Jadi Top Skor Sepanjang Masa Inggris di Piala Dunia

Video | Minggu, 28 Juni 2026 | 19:05 WIB

Inggris Lolos sebagai Juara Grup, Thomas Tuchel Malah Pusing Gara-gara Krisis Ini

Inggris Lolos sebagai Juara Grup, Thomas Tuchel Malah Pusing Gara-gara Krisis Ini

Bola | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:04 WIB

Harry Kane Sah Jadi Raja Gol Inggris di Piala Dunia, Rekor Legendaris Ini Tumbang

Harry Kane Sah Jadi Raja Gol Inggris di Piala Dunia, Rekor Legendaris Ini Tumbang

Bola | Minggu, 28 Juni 2026 | 11:57 WIB

Inggris Hadapi Kongo di 32 Besar, Thomas Tuchel Tengil: Semua Orang Menikmatinya

Inggris Hadapi Kongo di 32 Besar, Thomas Tuchel Tengil: Semua Orang Menikmatinya

Bola | Minggu, 28 Juni 2026 | 11:44 WIB

Djed Spence Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026: Muslim Pertama Timnas Inggris

Djed Spence Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026: Muslim Pertama Timnas Inggris

Your Say | Minggu, 28 Juni 2026 | 09:00 WIB

Viral! Fans Seksi Panama Jacky Guzman Ramal Timnya Kalahkan Inggris di Piala Dunia 2026

Viral! Fans Seksi Panama Jacky Guzman Ramal Timnya Kalahkan Inggris di Piala Dunia 2026

Bola | Sabtu, 27 Juni 2026 | 21:10 WIB

Survei: 81% Pekerja RI Merasa Gajinya Adil, Tapi Tak Semua Bahagia

Survei: 81% Pekerja RI Merasa Gajinya Adil, Tapi Tak Semua Bahagia

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 21:04 WIB

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:08 WIB

Podcast Tiga Dara: Wamenaker Blak-blakan, Sebut Ijazah Sudah Bukan Modal Cari Kerja!

Podcast Tiga Dara: Wamenaker Blak-blakan, Sebut Ijazah Sudah Bukan Modal Cari Kerja!

Video | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:45 WIB

Prediksi Skor Panama vs Inggris: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik

Prediksi Skor Panama vs Inggris: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik

Bola | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:30 WIB

Terkini

DJKI Cermati 124 Situs Hasil Laporan Motion Picture Association

DJKI Cermati 124 Situs Hasil Laporan Motion Picture Association

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 20:29 WIB

Open House Sekolah Rakyat Palembang: Gus Ipul Minta Penjangkauan Siswa Dilakukan Secara Jujur

Open House Sekolah Rakyat Palembang: Gus Ipul Minta Penjangkauan Siswa Dilakukan Secara Jujur

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 19:10 WIB

Berat Badan 120 Kg dan Gejala Stroke, Razman Nasution Ditempatkan di Blok E Lapas Cipinang

Berat Badan 120 Kg dan Gejala Stroke, Razman Nasution Ditempatkan di Blok E Lapas Cipinang

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:25 WIB

Janji Prabowo Terbuka Terima Usulan: Jangankan Profesor, Dari Anak Desa Pun Saya Tindaklanjuti

Janji Prabowo Terbuka Terima Usulan: Jangankan Profesor, Dari Anak Desa Pun Saya Tindaklanjuti

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:40 WIB

183 Warga Pinggir Rel Senen Direlokasi, KAI Ratakan Puluhan Bangunan Liar

183 Warga Pinggir Rel Senen Direlokasi, KAI Ratakan Puluhan Bangunan Liar

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:30 WIB

Ditanya Bro Ron Masih Kuat atau Tidak di Lampung, Jawaban Singkat Jokowi Bikin Heran

Ditanya Bro Ron Masih Kuat atau Tidak di Lampung, Jawaban Singkat Jokowi Bikin Heran

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:21 WIB

Prabowo Tambah Anggaran Riset Jadi Rp4 Triliun

Prabowo Tambah Anggaran Riset Jadi Rp4 Triliun

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:18 WIB

Penampakan Bangunan Hancur di Bahrain dan Kuwait Usai Dihajar Rudal Iran

Penampakan Bangunan Hancur di Bahrain dan Kuwait Usai Dihajar Rudal Iran

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:08 WIB

Fakta Terkuak! Cawe-cawe George Soros di Pemilu: Keluarkan Rp1,6 T Untuk Partai Ini

Fakta Terkuak! Cawe-cawe George Soros di Pemilu: Keluarkan Rp1,6 T Untuk Partai Ini

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:00 WIB

Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh

Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 16:50 WIB

×