Perempuan Tionghoa Ini Membantu Kelompok Minoritas di Australia

SiswantoABC Suara.Com
Senin, 03 Oktober 2022 | 09:52 WIB
Perempuan Tionghoa Ini Membantu Kelompok Minoritas di Australia
Ilustrasi warga Australia [(ANTARA/AAP Image/Mick Tsikas via Reuters/hp]

Suara.com - Baca artikel ini dalam bahasa Inggris

Warga Indonesia di Australia, Wendy Hartanti meninggalkan Indonesia untuk menghindari kerusuhan tahun 1998.

Mengikuti arahan orangtuanya, Wendy yang saat itu berusia 11 tahun pindah ke Perth, Australia bersama kakaknya yang berusia 13 tahun.

Wendy masih ingat bagaimana ia mendengar ibunya diserang secara fisik di tempat kerja karena rasnya ketika masih di Indonesia.

Menurutnya ini terjadi beberapa minggu sebelum kerusuhan 1998 meletus di Indonesia.

Wendy juga masih ingat ketika ia dipanggil "China" oleh orang di jalan saat berada di Jepara, Jawa Tengah, tempatnya tinggal saat itu.

Tapi motif di balik perilaku ini sulit dimengerti olehnya yang pada saat itu masih anak-anak.

Perlahan beranjak dewasa, ia akhirnya mengerti apa yang sebenarnya terjadi.

"Ini membuat saya mempertanyakan identitas saya," katanya kepada Natasya Salim dari ABC Indonesia.

Baca Juga: Warga Australia Ditangkap Gegara Sembunyikan Narkoba dalam Kondom ke Lubang Dubur

"Peristiwa ini membuat saya merasa, apalagi dulu, kalau saya memiliki ras yang berbeda ... saya masih menganggap Indonesia sebagai rumah, tapi merasa tidak disambut."

Saat ini, di usianya yang ke-35, Wendy sudah meraih banyak prestasi di dunia kerja.

Ia bekerja sebagai mitra perpajakan konsultan Deloitte Australia, di antara segelintir mitra perempuan keturunan Tionghoa lainnya di sana.

Wendy pun menjadi salah satu finalis penghargaan "40 Under 40" yang diperuntukkan bagi warga keturunan Asia berusia di bawa 40 tahun di Australia atas kontribusi mereka di komunitas.

Ia merupakan satu dari beberapa warga keturunan Tionghoa yang menjadi finalis dan merasa bertanggung jawab membantu kelompok minoritas di Australia.

Mengubah rasa sakit menjadi seni

Kerusuhan 1998 juga meninggalkan luka dalam diri perempuan Tionghoa-Jawa, Rani Pramesti, yang meninggalkan Jakarta ke Australia saat umurnya 12 tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI