Suara.com - Imparsial buka suara terkait penempatan anggota TNI di lingkungan gedung Mahkamah Agung (MA) dalam rangka pengamanan. Sebab, kebijakan tersebut sangat bermasalah, tak mempunyai urgensi, dan sangat berlebihan.
Merujuk pada ketetangan Juru Bicara MA, hal itu dilakukan untuk memberikan kenyamaman bagi Hakim Agung.
Selain itu, penempatan anggota TNI juga bertujuan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti masuknya orang-orang yang tidak jelas atau tidak layak masuk di kantor MA.
"Adalah hal berlebihan menggunakan prajurit TNI untuk melayani hakim MA bahkan memilah mana tamu yang layak atau tidak layak diperbolehkan masuk gedung MA," kata Al Araf dalam siaran persnya, Jumat (11/11/2022).
Menurut Imparsial, lebih tepat MA menggunakan jasa satpam. Jika ada ancaman yang dihadapi oleh hakim agung, MA dapat meminta Polri untuk memperkuat keamanan.
![Direktur Imparsial Al Araf. [Tangkapan Layar]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/03/30/30659-direktur-imparsial-al-araf.jpg)
"Kami menilai penggunaan prajurit TNI sebagai satuan pengamanan sebenarnya tak lebih dari upaya MA untuk menutupi berbagai kelemahannya selama ini," sambungya.
Untuk itu, Imparsial mendesak rencana menempatkan anggota TNI sebagai satuan pengamanan di lingkungan MA. Tak hanya itu, Imparsial juga mendesak Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa menolak hal serupa.
"Mendesak Panglima TNI menolak penempatan prajurit TNI sebagai satuan pengamanan di lingkungan MA," papar Al Araf.
Sebelumnya, Juru Bicara MA, Andi Samsan Nganro membenarkan bahwa gedung MA kini dijaga oleh personel TNI. Hal tersebut bertujuan untuk menghindari hal - hal yang tidak diinginkan.
Andi menyebut, langkah itu dilakukan setelah pihaknya melakukan evaluasi dalam persoalan pengamanan di lingkungan MA. Menurut dia, penjagaan sebelumnya yang dilaksanakan oleh pengamanan internal MA turut dibantu oleh seorang kepala pengamanan dari TNI dianggap belum memadai.
"Maka atas alasan itu diputuskan untuk meningkatkan pengamanan dengan mengambil personil TNI atau Militer dari pengadilan militer," kata Andi Samsan kepada Suara.com, Rabu (9/11/2022).
Andi menambahkan, pengamanan di sekitar gedung MA perlu dijaga personel TNI juga bertujuan untuk mengantisipasi orang-orang yang keluar dan masuk ke Gedung MA.
"Seperti masuknya orang- orang yang tidak jelas urusan kepentingannya sekaligus memastikan tamu-tamu mana yang layak atau tidak layak masuk di kantor MA untuk kepentingan mengecek dan melihat perkembangan perkaranya melalui PTSP."