Ditolak Masuk Italia, Kapal Penyelamat Migran Tiba di Prancis

Diana Mariska

Jum'at, 11 November 2022 | 17:22 WIB
Ditolak Masuk Italia, Kapal Penyelamat Migran Tiba di Prancis
Kapal migran di perairan di dekat Pulau Lesbos, Yunani, pada Maret 2020. (ARIS MESSINIS / AFP)

Suara.com - Sebuah kapal penyelamat migran yang membawa lebih dari 200 orang tiba di pelabuhan di kota Toulon, Prancis, setelah sebelumnya tidak mendapatkan izin masuk ke Italia.

Euronews mengabarkan kapal bernama Ocean Viking itu berhasil berlabuh di Toulon pada Jumat (11/11). Usai menyelamatkan para migran di Laut Mediterania, kapten kapal awalnya mencoba mendapatkan akses untuk masuk ke Italia tetapi ditolak.

Pemerintah Italia mengatakan negara-negara lain harus ikut memikul beban yang lebih besar yang muncul karena menerima ribuan migran yang menuju Eropa dari Afrika Utara setiap tahunnya.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Prancis, Gerald Darmanin, mengecam sikap Italia dan menyebutnya "tidak dapat dipahami". Ia juga menegaskan kapal Ocean Viking "berada di zona pencarian dan penyelamatan Italia".

Ia mengkritik pihak berwenang di Italia yang "membuat para migran menunggu di laut selama 15 hari".

Pada Kamis, Italia membalas komentar tersebut ketika Menteri Dalam Negeri, Matteo Piantedosi, mengatakan bahwa Prancis hanya mengizinkan masuk “234 migran sementara Italia telah menerima 90.000 orang tahun ini”.

Setelah puluhan permintaan untuk berlabuh ditolak, badan amal yang mengoperasikan kapal itu, SOS Mediterranee, beralih meminta bantuan Prancis, tetapi pemerintah tidak langsung memberikan tanggapan.

Prancis mengatakan akan mengevakuasi tiga migran yang membutuhkan perawatan medis segera dengan menggunakan helikopter yang akan membawa mereka ke rumah sakit di Corsica.

Menteri Darmanin mengatakan 230 migran yang masih ada di kapal, termasuk 57 anak-anak, akan disambut di pelabuhan militer Toulon pada hari Jumat.

Sembilan negara Eropa telah berkomitmen untuk menampung dua per tiga dari para migran, katanya pada Kamis, dan sepertiga sisanya akan tinggal di Prancis.

Jerman dilaporkan akan menerima "lebih dari 80" orang. Sementara itu, Kroasia, Rumania, Bulgaria, Lithuania, Malta, Portugal, Luksemburg, dan Irlandia juga akan berkontribusi atas nama "solidaritas Eropa".

Lebih lanjut, sang menteri juga memperingatkan pemerintah Italia akan adanya konsekuensi dari peristiwa ini.

"Akan ada konsekuensi yang sangat besar bagi hubungan bilateral dan hubungan [dengan] Eropa," ujar Darmanin.

Prancis bersikeras bahwa di bawah hukum maritim internasional, Roma harus menerima Ocean Viking dan 234 migran di dalamnya, terlebih setelah Italia memberikan izin masuk untuk tiga kapal penyelamat lain yang membawa sekitar 700 orang pada minggu ini.

Namun, Menteri Luar Negeri, Italia Antonio Tajani, mengatakan ia mengirim sinyal ke negara-negara Uni Eropa bahwa mereka harus memainkan peran yang lebih besar dalam isu migran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Langgar Perintah Italia, Kapal Penyelamat Migran Tolak Tinggalkan Pelabuhan Sisilia

Langgar Perintah Italia, Kapal Penyelamat Migran Tolak Tinggalkan Pelabuhan Sisilia

News | Senin, 07 November 2022 | 17:01 WIB

Paus Fransiskus Kecam Cara Eropa Yangani Imigran: Menjijikkan dan Berdosa

Paus Fransiskus Kecam Cara Eropa Yangani Imigran: Menjijikkan dan Berdosa

News | Senin, 10 Oktober 2022 | 14:30 WIB

Yunani Gelar Pencarian Terhadap 100 Orang setelah Kapal Migran Tenggelam di Dekat Pulau Kythira

Yunani Gelar Pencarian Terhadap 100 Orang setelah Kapal Migran Tenggelam di Dekat Pulau Kythira

News | Kamis, 06 Oktober 2022 | 13:55 WIB

Kapal Kemanusiaan Jerman yang Selamatkan 800 Migran Tiba di Italia

Kapal Kemanusiaan Jerman yang Selamatkan 800 Migran Tiba di Italia

Foto | Senin, 08 November 2021 | 15:40 WIB

Palestina-Israel: Bagaimana Rasanya Hidup di Jalur Gaza?

Palestina-Israel: Bagaimana Rasanya Hidup di Jalur Gaza?

News | Selasa, 25 Mei 2021 | 10:23 WIB

Mulai 1 Mei, Liga Italia Bisa Kembali Dihadiri Penonton di Stadion

Mulai 1 Mei, Liga Italia Bisa Kembali Dihadiri Penonton di Stadion

Bola | Sabtu, 17 April 2021 | 10:25 WIB

Terkini

Sense and Sensibility: Kenapa Perempuan Abad 19 Cuma Fokus pada Pernikahan?

Sense and Sensibility: Kenapa Perempuan Abad 19 Cuma Fokus pada Pernikahan?

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 12:48 WIB

Silmy Karim Gugat KPK di Praperadilan, Minta Status Tersangka Dibatalkan dan Aset Dikembalikan

Silmy Karim Gugat KPK di Praperadilan, Minta Status Tersangka Dibatalkan dan Aset Dikembalikan

News | Senin, 21 September 2026 | 12:44 WIB

Mengukur Kecocokan Jodoh Andre Taulany dan Amanda Rigby dari Weton: Banyak Rezeki Tapi Waspada Ujian

Mengukur Kecocokan Jodoh Andre Taulany dan Amanda Rigby dari Weton: Banyak Rezeki Tapi Waspada Ujian

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 12:39 WIB

Keberangkatan Skuad Bangladesh Jelang Hadapi Timnas Indonesia Diwarnai Aksi Bakar-bakaran Suporter

Keberangkatan Skuad Bangladesh Jelang Hadapi Timnas Indonesia Diwarnai Aksi Bakar-bakaran Suporter

Bola | Senin, 21 September 2026 | 12:36 WIB

Kekeringan Parah Melanda Sri Lanka, Angkatan Udara Terbangkan Biksu untuk Berdoa Minta Hujan

Kekeringan Parah Melanda Sri Lanka, Angkatan Udara Terbangkan Biksu untuk Berdoa Minta Hujan

News | Senin, 21 September 2026 | 12:35 WIB

Review Film The Last Sunrise: Nikmatnya Jatuh Cinta di Detik-Detik Terakhir

Review Film The Last Sunrise: Nikmatnya Jatuh Cinta di Detik-Detik Terakhir

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 12:34 WIB

Novel Melodi Senin: Di Balik Kebiasaan Bolos, Ada Mimpi yang Dikejar

Novel Melodi Senin: Di Balik Kebiasaan Bolos, Ada Mimpi yang Dikejar

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 12:30 WIB

Mengapa Suara Nelayan Penting dalam Pembangunan Giant Sea Wall di Teluk Jakarta?

Mengapa Suara Nelayan Penting dalam Pembangunan Giant Sea Wall di Teluk Jakarta?

News | Senin, 21 September 2026 | 12:30 WIB

Pajak Toko Online Harus Terintegrasi untuk Cegah Pemungutan Berganda

Pajak Toko Online Harus Terintegrasi untuk Cegah Pemungutan Berganda

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 12:24 WIB

Ada BRIZZI ARKIV di Blok M Hub, Saatnya Jelajahi Karya Lokal

Ada BRIZZI ARKIV di Blok M Hub, Saatnya Jelajahi Karya Lokal

Bali | Senin, 21 September 2026 | 12:24 WIB

×