Drama Saling Serang Kubu Ferdy Sambo Vs Kabareskrim Bikin 'Panas' Kapolri, Berujung Perburuan Ismail Bolong

Bangun Santoso

Senin, 28 November 2022 | 11:47 WIB
Drama Saling Serang Kubu Ferdy Sambo Vs Kabareskrim Bikin 'Panas' Kapolri, Berujung Perburuan Ismail Bolong
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat konferensi pers di Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (14/10/2022) malam. [SuaraJakarta.id/Wivy Hikmatullah]

Suara.com - Adalah sosok Ismail Bolong, seorang eks anggota polisi mendadak muncul dalam sebuah video hingga bikin se-Indonesia geger. Ia sempat mengaku menyetorkan duit hasil bisnis tambang ilegal di Kalimantan Timur senilai Rp 6 miliar ke Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto.

Namun, bertolak belakang dengan pernyataan awalnya yang viral, Ismail justru kemudian menyampaikan permintaan maaf kepada Agus. Apalacur, pengakuannya kadung bikin geger menyeret sejumlah nama eks petinggi Polri seperti Ferdy Sambo dan Hendra Kurniawan yang saat ini tengah tersandung kasus pembunuhan Brigadir J.

Isu bisnis tambang ilegal di Kaltim seolah menambah 'derita' bagi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Institusi Polri yang tengah digawanginya terus diterpa isu miring, mulai dari kasus Brigadir J, kasus narkoba yang menyeret eks Kapolda Sumbar Teddy Minahasa hingga soal tambang ini.

Kapolri pun angkat bicara soal Ismail Bolong. Ia menegaskan, kepolisian tengah mencari keberadaan Ismail Bolong.

"Ismail Bolong ada tim yang mencari, baik (Polda) Kaltim maupun Mabes (Polri)," kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada Sabtu (26/11/2022) lalu.

Dia menegaskan, selain proses pencarian, kepolisian telah melayangkan surat panggilan kepada Ismail Bolong terkait dengan pengakuannya tersebut. "Tentunya proses pencarian. Kan, itu strategi dari kepolisian ada, panggilan ada juga," katanya.

Ia menjelaskan, Polri akan mengungkap kasus dugaan suap tambang ilegal itu dengan meminta keterangan dari Ismail Bolong lebih dahulu. Kata dia, harus ada alat bukti yang ditemukan dulu ketika menelusuri dugaan pidana.

Gelagat Perang Bintang

Menkopolhukam Mahfud MD. (Twitter/Miduk17)
Menkopolhukam Mahfud MD. (Twitter/Miduk17)

Tak lama usai video pengakuan Ismail Bolong viral, Menko Polhukam seolah mencium ada 'perang bintang' di tubuh Polri.

baca juga

Mahfud mengatakan, bahwa Ismail Bolong memberikan pernyataan karena di bawah tekanan Brigjen Hendra Kurniawan yang kala itu masih menjabat Karo Paminal Divpropam Polri yang saat itu adalah bawahan dari Ferdy Sambo.

Para jenderal korps Bhayangkara kini mulai saling membuka kartu truf. Dia pun mewanti-wanti agar situasi tersebut harus segera diredam.

"Isu perang bintang terus menyeruak. Dalam perang ini, para petinggi yang sudah berpangkat bintang saling buka kartu truf. Ini harus segera kita redam dengan mengukir akar masalahnya," kata Mahfud.

Pernyataan Ferdy Sambo Dan Hendra Kurniawan

Komisaris Jenderal Agus Andrianto vs Hendra Kurniawan (Kolase Foto: Suara.com/Boyke Ledy Watra)(Suara.com/Rakha)
Komisaris Jenderal Agus Andrianto vs Hendra Kurniawan (Kolase Foto: Suara.com/Boyke Ledy Watra)(Suara.com/Rakha)

Apa yang dibilang Mahfud soal perang bintang seolah tergambar dari perjalanan 'drama' di kasus ini. Baru-baru ini baik Ferdy Sambo maupun Hendra Kurniawan kompak 'bernyanyi' mereka membenarkan apa yang telah diucapkan Ismail Bolong lewat testimoninya dalam video yang viral.

Kepada sejumlah wartawan saat hendak mengikuti jalannya sidang di PN Jakarta Selatan, dengan tegas Ferdy Sambo membenarkan soal isu dugaan keterlibatan sejumlah petinggi Polri di kasus bisnis tambang ilegal Kaltim.

"Ya sudah benar. Kan ada suratnya," ucap Ferdy Sambo menjawab pertanyaan awak media soal isu mafia tambang di tubuh Polri baru-baru ini.

"Tanya ke pejabat yang berwenang, kan suratnya sudah ada," sambung Ferdy Sambo.

Bak menabur api, Hendra Kurniawan eks Karo Paminal Divisi Propam Polri ikut membenarkan apa yang dibilang mantan bosnya, Ferdy Sambo. Hendra bahkan membenarkan isi ucapan Ismail Bolong soal setoran duit bisnis tambang yang sebelumnya viral di media sosial.

"Betul, betul," ucap Hendra Kurniawan pada Kamis (24/11/2022) lalu jelang mengikuti sidang pembunuhan Brigadir J di PN Jakarta Selatan.

Ucapan Hendra itu merujuk pada pertanyaan wartawan terkait isu bisnis tambang di Kaltim.

"Ya faktanya begitu," ucap Hendra membenarkan adanya isu setoran bisnis tambang ilegal ke kantong Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto.

Serangan Balik Komjen Agus

Kabareskim Polri Komjen Agus Andrianto. (tribatanews.polri.go.id)
Kabareskim Polri Komjen Agus Andrianto. (tribatanews.polri.go.id)

Enggan terus disudutkan dengan pernyataan-pernyataan dari kubu Ferdy Sambo, Komjen Agus Andrianto akhirnya buka suara terkait isu setoran hasil bisnis mafia tambang di Kaltim yang menyeret namanya.

Di mana sebelumnya, Kabareskrim diisukan menerima setoran hingga Rp 6 miliar dari Ismail Bolong hasil dari bisnis tambang ilegal di Kaltim.

Komjen Agus Andrianto balik menuding Ferdy Sambo dan Hendra Kurniawan yang justru menerima uang setoran tersebut saat masih menjadi pejabat di Divisi Propam Polri.

Dengan tegas Agus membantah telah menerima uang setoran dari tambang ilegal seperti yang diungkapkan Ismail Bolong. Usai video itu viral, Ismail Bolong memang langsung membuat klarifikasi dan mengaku membuat testimoni di bawah ancaman eks Karopaminal Divisi Propam Polri, Hendra Kurniawan yang merurpakan eks anak buah Ferdy Sambo.

Komjen Agus menyatakan surat laporan hasil penyelidikan atau PHL terkait adanya dugaan setoran uang hasil bisnis tambang ilegal kepadanya tidak serta merta membuktikan ia melakukan perbuatan tersebut.

Agus justru menuding balik Hendra dan eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo yang telah menerima setoran karena tahu kasus ini namun tidak langsung menindak Ismail Bolong.

"Jangan-jangan mereka yang terima dengan tidak teruskan masalah, lempar batu untuk alihkan isu," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dugaan Duit Haram ke Kabareskrim Bukan Isu, tapi Pengakuan Ismail Bolong

Dugaan Duit Haram ke Kabareskrim Bukan Isu, tapi Pengakuan Ismail Bolong

Denpasar | Senin, 28 November 2022 | 11:14 WIB

Benarkah Ferdy Sambo Kuras Uang di Rekening Brigadir J untuk Bisnis Nakoba?

Benarkah Ferdy Sambo Kuras Uang di Rekening Brigadir J untuk Bisnis Nakoba?

Riau | Senin, 28 November 2022 | 10:16 WIB

Analis: Bantahan Kabareskrim terkait Kasus Ismail Bolong Tunjukkan Tidak Hormati Hasil Pemeriksaan

Analis: Bantahan Kabareskrim terkait Kasus Ismail Bolong Tunjukkan Tidak Hormati Hasil Pemeriksaan

News | Senin, 28 November 2022 | 07:32 WIB

Kabareskrim Agus Serang Balik Geng Sambo Cs: Kasus Brigadir J Saja Mereka Tutup-tutupi

Kabareskrim Agus Serang Balik Geng Sambo Cs: Kasus Brigadir J Saja Mereka Tutup-tutupi

Video | Senin, 28 November 2022 | 07:00 WIB

'Penjahatnya Ferdy Sambo', Kamaruddin Simanjuntak Tanggapi soal Dugaan Perseteruan Sambo dan Kabareskrim

'Penjahatnya Ferdy Sambo', Kamaruddin Simanjuntak Tanggapi soal Dugaan Perseteruan Sambo dan Kabareskrim

Manado | Minggu, 27 November 2022 | 20:58 WIB

Susno Yakin Kasus Ismail Bolong Bisa Dituntaskan Sepekan: Kita Bersyukur Kapolri Di-back Up Tangan Tuhan

Susno Yakin Kasus Ismail Bolong Bisa Dituntaskan Sepekan: Kita Bersyukur Kapolri Di-back Up Tangan Tuhan

News | Minggu, 27 November 2022 | 18:46 WIB

Drama Isu Tambang Ilegal: Berawal dari Ismail Bolong sampai Kubu Sambo Vs Kabareskrim Saling Serang

Drama Isu Tambang Ilegal: Berawal dari Ismail Bolong sampai Kubu Sambo Vs Kabareskrim Saling Serang

News | Minggu, 27 November 2022 | 17:32 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×