Derai Air Mata Putri Candrawathi Gegara Ngeri dan Dipaksa Sambo Akui Pelecehan

Kamis, 22 Desember 2022 | 15:59 WIB
Derai Air Mata Putri Candrawathi Gegara Ngeri dan Dipaksa Sambo Akui Pelecehan
Penampilan Putri Candrawathi saat menjalani sidang lanjutan kasus Brigadir J di PN Jakarta Selatan. (Suara.com/Rakha)

Suara.com - Ahli psikologi forensik Reni Kusumowardhani melakukan wawancara termasuk dengan Putri Candrawathi.

Hasil dari wawancara tersebut, dia menyimpulkan ada tiga peristiwa yang terjadi, yakni di Magelang, rumah Saguling dan rumah Duren Tiga.

Seperti yang diketahui, pelecehan seksual di Duren Tiga nyatanya tak benar-benar terjadi. Namun saat itu Putri menceritakan peristiwa tersebut dengan tangisan.

Reni pun menjelaskan dan mengunkapkan arti dari tangisan sang istri Ferdy Sambo. Putri mengaku bahwa peristiwa pelecehan seksual di Duren Tiga tidak benar.

Tangisan itu diakuinya muncul karena ketakutan dan dipaksa oleh suaminya sendiri, Ferdy Sambo.

Selain itu, Ferdy Sambo dikabarkan turut memaksa Putri untuk mengakui dan menandatangani pelecehan seksual di rumah Duren Tiga.

"Waktu itu ibu Putri mngatakan bahwa peristiwa Duren Tiga itu tidak benar. 'Tapi saya takut pada suami saya, saya dipaksa untuk menandatangani BAP dan saya percaya pada suami saya'. Itu ada tangisan," ungkap Reni dalam persidangan lanjutan kasus pembunuhan Brigadir J.

"Namun respon tangisannya, secara fisilogis dan emosional itu intensinya berbeda dengan pada saat menceritakan peristiwa yang ada di Magelang," jelasnya.

Hakim pun bertanya penasaran kepada Reni makna di balik derai air mata Putri, yang seringkali menangis di sidang meski hanya skenario semata.

Baca Juga: Kuat Ma'ruf Cengengesan di Sidang Pembunuhan, Netizen: Sidang Malah Dijadikan Ajang Stand up

Menurut Reni, semua peristiwa yang dialami oleh Putri membuat ketakutan baik yang nyata terjadi maupun hanya skenario.

Oleh sebab itu, Putri Candrawathi tak jarang menangis di persidangan ketika bercerita hal terkait pelecehan seksual.

"Yang pertama, takut karena sebetulnya tidak seperti itu kejadiannya. Sementara satunya menyatakan bahwa kejadian yang sebenarnya itu yang di sini," tutur Reni.

Akan tetapi, dalam tangisan Putri tersebut memiliki instensitas yang berbeda.

"Respon tangisan betul ada pada dua-duanya Yang Mulia. Hanya tadi saya sampaikan, terobservasi berbeda intensitasnya," lanjutnya menambahkan.

Hanya saja, tangisan Putri saat menyinggung skenario tidak ada instensi fisiologi dan emosi sebesar yang diceritakan pada konteks kekerasan seksual.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI