Bocah-bocah Pencabut Nyawa, Kerasnya Hidup Anak Di Indonesia

Bangun Santoso | Rakha Arlyanto | Suara.com

Senin, 20 Maret 2023 | 10:20 WIB
Bocah-bocah Pencabut Nyawa, Kerasnya Hidup Anak Di Indonesia
Ilustrasi kekerasan anak. (shutterstock)

Suara.com - Siang itu, Sabtu (4/3/2023), waktu menunjukkan jam 11.30 WIB. Suasana di Jalan KH Anwari depan Taman Tenjoresmi, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Banten melintas sekelompok anak-anak SD menapaki jalanan menuju pulang sembari bercanda.

Tak dinyana, salah satu dari sekelompok siswa itu, sebut saja namanya R tiba-tiba disabet senjata tajam oleh orang tak dikenal. Kontan teman-temannya teriak histeris, warga sekitar terkejut, kaget tak percaya. Bocah kelas 6 SD di Kabupaten Sukabumi itu ambruk bermandikan darah di bagian leher.

Warga sempat menolong R melarikannya ke rumah sakit. Namun nyawanya tak tertolong, ia pun menjadi korban kekerasan anak untuk kesekian kalinya di Indonesia. Negeri ini benar-benar darurat kekerasan anak.

Tak hanya orang tua, teman-teman R dan para guru di sekolahnya amat kehilangan. Betapa tidak, R dikenal sosok yang baik suka membantu guru dan temannya. Di usia dini baru kelas 6 SD ia harus pergi selama-lamanya dengan cara begitu keji.

Belakangan, Kapolres Sukabumi AKBP Maruly Pardede mengungkapkan, pelakunya juga adalah anak sekolah tingkat SMP. Total ada 14 anak yang ditangkap buntut peristiwa berdarah itu.

Maruly menuturkan dalam peristiwa itu, anak berhadapan dengan hukum (ABH) 1 bertindak menjadi eksekutor, ABH 2 merupakan pengendara sepeda motor yang memboncengkan ABH 1, dan ABH 3 berperan sebagai penyedia senjata tajam.

"Setelah melakukan, ABH 1 dan ABH 2 serta kawan-kawan lainnya sempat melarikan diri berpencar, bersembunyi di perkebunan karet," ucapnya saat konferensi pers, Minggu (5/3/2023).

Dari kasus di Sukabumi, melintas ke sisi bagian timur Jawa Tengah, tepatnya di Yogyakarta. Di daerah ini, aksi kekerasan kerap disebut klitih. Setahun lalu, tepatnya pada 4 April 2022, seorang siswa kelas XI SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta bernama Dafa Adzin Albasith menghembuskan nafas terakhirnya usai menjadi korban klitih.

Belakangan diketahui, ia adalah siswa perantauan anak dari anggota DPRD Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Peristiwa terjadi pada Minggu (3/4/2023) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu Dafa bersama teman-temanya sedang mencari makan sahur. Saat itu melintas sekelompok remaja sembari memblayer atau mengegas seperti mengejek.

Atas aksi itu kelompok Dafa kemudian mengejar kelompok pelaku ke arah utara di Jalan Gedongkuning, Kota Yogyakarta. Saat itu kelompok Dafa ada empat motor.

Saat dikejar itulah, pelaku memutar balik sembari menyerang menggunakan senjata tajam. Motor pertama berhasil menghindar, namun nahas bagi Dafa yang posisinya duduk memboceng. Wajahnya terkena serangan benda tajam sejenis gir sepeda motor. Menurut saksi, gir itu dijadikan senjata dengan diikat tali.

Oleh petugas polisi, Dafa ditolong dan dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tak bisa diselamatkan. Ia pun meninggal di rumah sakit.

Peristiwa terkini, adalah pembacokan bocah SD di Blitar. Bocah berumur 14 tahun berinisial NA di Blitar harus dirawat serius di rumah sakit usai dibacok oleh temannya sendiri yakni GA (13).

Aksi pembacokan itu disebut karena GA tak terima ejekan korban dengan menyebut nama ayah pelaku.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pacar Mario Dandy Satriyo Bakal Segera Disidang Kasus Penganiayaan Anak Korban D, Mengapa Bisa Ia Duluan?

Pacar Mario Dandy Satriyo Bakal Segera Disidang Kasus Penganiayaan Anak Korban D, Mengapa Bisa Ia Duluan?

| Jum'at, 17 Maret 2023 | 12:43 WIB

Ironis! 3 Kasus Kekerasan di Pesantren Jatim, Semua Korban Meninggal

Ironis! 3 Kasus Kekerasan di Pesantren Jatim, Semua Korban Meninggal

Jatim | Rabu, 15 Maret 2023 | 09:45 WIB

3 Anggota Linmas Surabaya Jadi Tersangka Kekerasan di Shelter Anak

3 Anggota Linmas Surabaya Jadi Tersangka Kekerasan di Shelter Anak

Jatim | Sabtu, 11 Maret 2023 | 08:27 WIB

4 Remaja Penganiaya Pelajar Pasuruan Diamankan, Keluarga Korban Sempat Mengamuk

4 Remaja Penganiaya Pelajar Pasuruan Diamankan, Keluarga Korban Sempat Mengamuk

Malang | Sabtu, 04 Maret 2023 | 10:08 WIB

Panti Asuhan di Palembang Ini Berubah Bak Neraka, Anak-Anak Dipukul, Dihina Bahkan Pada Difabel

Panti Asuhan di Palembang Ini Berubah Bak Neraka, Anak-Anak Dipukul, Dihina Bahkan Pada Difabel

Sumsel | Minggu, 26 Februari 2023 | 11:50 WIB

Anak-Anak Panti Asuhan Fisabilillah Al Amin Palembang Dipukul, Ditendang, Dihina Kata-Kata Kasar

Anak-Anak Panti Asuhan Fisabilillah Al Amin Palembang Dipukul, Ditendang, Dihina Kata-Kata Kasar

Sumsel | Minggu, 26 Februari 2023 | 09:23 WIB

Terkini

Efisiensi Anggaran, Gus Ipul Ajak Pegawai Kemensos Naik Kendaraan Umum hingga Sepeda Sekali Sepekan

Efisiensi Anggaran, Gus Ipul Ajak Pegawai Kemensos Naik Kendaraan Umum hingga Sepeda Sekali Sepekan

News | Rabu, 01 April 2026 | 21:54 WIB

Viral! Wartawan Diculik dan Diperas Oknum Mengaku Polisi di Bekasi, Saldo Rp13 Juta Ludes

Viral! Wartawan Diculik dan Diperas Oknum Mengaku Polisi di Bekasi, Saldo Rp13 Juta Ludes

News | Rabu, 01 April 2026 | 21:50 WIB

Menteri Hukum Serahkan 146 Sertifikat KI, Lindungi Warisan Budaya Bali

Menteri Hukum Serahkan 146 Sertifikat KI, Lindungi Warisan Budaya Bali

News | Rabu, 01 April 2026 | 21:43 WIB

Ketahuan Saat Bayar Utang! Begini Kronologi Penangkapan Mahfud Dukun Pengganda Uang Asal Cianjur

Ketahuan Saat Bayar Utang! Begini Kronologi Penangkapan Mahfud Dukun Pengganda Uang Asal Cianjur

News | Rabu, 01 April 2026 | 21:30 WIB

Program KNMP Dongkrak Produktivitas Nelayan hingga Dua Kali Lipat

Program KNMP Dongkrak Produktivitas Nelayan hingga Dua Kali Lipat

News | Rabu, 01 April 2026 | 21:08 WIB

Gugur dalam Misi Perdamaian PBB, Ini Rincian Penghormatan dan Santunan untuk 3 Prajurit TNI

Gugur dalam Misi Perdamaian PBB, Ini Rincian Penghormatan dan Santunan untuk 3 Prajurit TNI

News | Rabu, 01 April 2026 | 20:54 WIB

Naik 500 Persen! Program KNMP Sukses Ciptakan Belasan Lapangan Kerja Baru di Wilayah Pesisir

Naik 500 Persen! Program KNMP Sukses Ciptakan Belasan Lapangan Kerja Baru di Wilayah Pesisir

News | Rabu, 01 April 2026 | 20:30 WIB

Kemensos Desain Ulang Pola Kerja untuk Efisiensi dan Produktivitas Digital

Kemensos Desain Ulang Pola Kerja untuk Efisiensi dan Produktivitas Digital

News | Rabu, 01 April 2026 | 20:21 WIB

Bekasi Darurat Mutilasi? Menelisik Pola Kejahatan Ekstrem di Balik Tragedi Serang Baru

Bekasi Darurat Mutilasi? Menelisik Pola Kejahatan Ekstrem di Balik Tragedi Serang Baru

News | Rabu, 01 April 2026 | 20:18 WIB

Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus, Komnas HAM Desak TNI Buka Identitas Pelaku

Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus, Komnas HAM Desak TNI Buka Identitas Pelaku

News | Rabu, 01 April 2026 | 20:08 WIB