Sejarah NII dan Ajaran Berbahayanya, Kini Dikaitkan dengan Ponpes Al Zaytun

Ruth Meliana

Kamis, 22 Juni 2023 | 16:03 WIB
Sejarah NII dan Ajaran Berbahayanya, Kini Dikaitkan dengan Ponpes Al Zaytun
Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun di Indramayu. [Dok. Al Zaytun]

Suara.com - Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun menuai kontroversi gegara berbagai kebijakan yang dianggap menyimpang dari kaidah agama. Tak hanya itu, pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan Ponpes Al Zaytun terbukti terafiliasi dengan gerakan Negara Islam Indonesia (NII).

"Hasil penelitian dari MUI jelas kalau itu ( Ponpes Al Zaytun) terindikasi atau terafiliasi dengan NII," kata Wakil Sekjen Bidang Hukum dan HAM MUI Ikhsan Abdullah di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat pada Rabu (21/6/2023).

"Ini terlihat dari pola rekrutmen perhimpunan atau penarikan dana dari anggota dan masyarakat," lanjutnya.

Ajaran NII sendiri sudah ditentang sejak kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 silam. Ajaran yang digagas oleh tokoh Karto Suwiryo itu pun hingga kini masih digolongkan sebagai gerakan radikalisme.

Lalu, seperti apa awal berdirinya NII ini? Simak inilah selengkapnya.

Negara Islam Indonesia (NII) awalnya merupakan suatu gerakan yang memiliki misi membantu Indonesia merebut kemerdekaan. Gerakan NII mulai merambah ke berbagai daerah saat Jepang mulai kehilangan pertahanan di Indonesia.

Situasi itu terjadi pasca peristiwa bom atom Nagasaki dan Hirosima pada tahun 1945. Kekosongan pemerintahan di Indonesia oleh Jepang saat itu membuat penyebaran ajaran NII pun semakin meluas.

Pada tahun 1948, pemimpin NII, Karto Suwiryo, membentuk Darul Islam (DI) dengan Tentara Islam Indonesia (DI/TII) yang terpusat pada lima daerah besar di Indonesia. Gerakan ini diprakarsai dari daerah Jawa Barat. 

Selama beberapa tahun perjuangan dalam menyebarkan gerakan NII, Karto Suwiryo mencoba untuk membentuk Indonesia sebagai negara dengan ideologi politik Islam. Berbagai gerakan secara gerilya pun dilakukan oleh Karto Suwiryo.

baca juga

Namun, gerakan NII ternyata membelot untuk menurunkan ideologi Pancasila dan mengutamakan ideologi Islam di Indonesia. Tak ayal, gerakan itu membuat Karto Suwiryo dan pengikutnya memberontak melawan pemerintah Indonesia.

Pemicu utama dari pemberontakan karena hasil perundingan Renville yang dilakukan Pemerintah Indonesia dengan Belanda. Hasil perundingan meminta agar DI/TII meninggalkan Jawa Barat.

Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat pun terjadi mulai Februari 1948 hingga 4 Juni 1962. Pemberontakan tersebut juga dilakukan para anggota DI/TII yang berada di daerah lainnya.

Perpecahan pun terjadi sehingga akhirnya membuat Pemerintah Indonesia melarang segala aktivitas NII karena memiliki ideologi yang dianggap berbahaya.

Meskipun termasuk dalam gerakan radikal, namun hingga kini gerakan NII masih kerap muncul di tengah masyarakat. Berbagai ajaran yang dianggap menyesatkan pun masih terjadi di berbagai daerah.

Beberapa ajaran yang menyesatkan NII salah satunya adalah membayar dosa dengan uang. Para anggota NII meyakini bahwa dosa dapat ditebus dengan uang, sehingga dosa tersebut bakal terhapus.

Ajaran lain yang membuat banyak orang memprotes gerakan NII adalah tidak adanya kewajiban sholat 5 waktu, seperti yang diajarkan oleh agama Islam. Kini, ajaran NII dikabarkan ditemui di Al Zaytun. 

Kontributor : Dea Nabila

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pakai Dalil Untuk Merampok, Ponpes Al-Zaytun Palsukan Dokumen KTP, KK dan Ijazah

Pakai Dalil Untuk Merampok, Ponpes Al-Zaytun Palsukan Dokumen KTP, KK dan Ijazah

Soreang | Kamis, 22 Juni 2023 | 16:00 WIB

CEK FAKTA: Panji Gumilang Akhirnya Kena Azab Karena Berani Duakan Allah, Benarkah?

CEK FAKTA: Panji Gumilang Akhirnya Kena Azab Karena Berani Duakan Allah, Benarkah?

Deli | Kamis, 22 Juni 2023 | 15:35 WIB

Ridwan Kamil Sebut Ponpes Al Zaytun Dapat Dana Miliaran dari Kemenag, Kader PKB: Speechless

Ridwan Kamil Sebut Ponpes Al Zaytun Dapat Dana Miliaran dari Kemenag, Kader PKB: Speechless

Liberte | Kamis, 22 Juni 2023 | 15:06 WIB

Bangunan-bangunan 'Aneh' di Dalam Pondok Pesantren Al Zaytun, Bahtera Nuh hingga Istana Beras

Bangunan-bangunan 'Aneh' di Dalam Pondok Pesantren Al Zaytun, Bahtera Nuh hingga Istana Beras

News | Kamis, 22 Juni 2023 | 14:50 WIB

Tanggapi Kontroversi Ponpes Al Zaytun, Ketua MUI Garut: Sudah Lama Ada Kesan Pembiaran Oleh Pemerintah

Tanggapi Kontroversi Ponpes Al Zaytun, Ketua MUI Garut: Sudah Lama Ada Kesan Pembiaran Oleh Pemerintah

Garut | Kamis, 22 Juni 2023 | 14:50 WIB

5 Fakta Panji Gumilang Diduga Bangun Kapal Bahtera 'Nabi Nuh', Punya Dermaga Khusus

5 Fakta Panji Gumilang Diduga Bangun Kapal Bahtera 'Nabi Nuh', Punya Dermaga Khusus

News | Kamis, 22 Juni 2023 | 13:59 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×