Sejarah Wabah Antraks di Indonesia, Kasus Pertama Ditemukan Lebih dari Satu Abad Lalu

Agatha Vidya Nariswari

Jum'at, 07 Juli 2023 | 14:16 WIB
Sejarah Wabah Antraks di Indonesia, Kasus Pertama Ditemukan Lebih dari Satu Abad Lalu
Ilustrasi sapi. (Istimewa)

Suara.com - Wabah antraks yang terjadi di Dusun Jati, Candirejo, Semanu, Gunungkidul, DI Yogyakarta, ternyata bukan yang pertama terjadi di daerah itu.

Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X mengatakan, di Yogyakarta sudah beberapa kali terjadi wabah antraks.

Ia menyebut sebelum kasus yang saat ini, dua tahun lalu wabah tersebut juga pernah menyebar di sejumlah daerah di Yogyakarta.

Jika merunut jauh ke belakang, wabah antraks tercatat pertama kali ditemukan di Indonesia pada 1832, di Kecamatan Tirawuta dan Mowewe, di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Lebih dari satu abad kemudian, tepatnya pada 1969, di daerah yang sama kasus antraks kembali terjadi dan mengakibatkan 36 orang meninggal setelah mengonsumsi daging hewan ternak.

Pada 1974, masih di Sulawesi Tenggara, tepatnya di Loeya Kecamatan Tirawuta, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, tujuh orang dilaporkan meninggal dunia akibat antraks.

Setelah itu, penyakit antraks ditemukan di luar Sulawesi Tenggara, yakni di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat pada 1976, lalu pada 1977 di Kabupaten Sumbawa Besar dan Dompu.

Antraks lalu menyebar dan berkembang tiap tahunnya ke sejumlah provinsi di Indonesia hingga saat ini. Seperti apakah perjalanan wabah antraks di Indonesia? Berikut ulasannya.

1985

baca juga

Pada 1985 wabah antraks dilaporkan terjadi di Kabupaten Paniai, Irian Jaya, setelah ribuan babi mati karena terserang penyakit tersebut.

Warga lalu mengonsumsi daging babi tersebut hingga terpapar antraks dan menyebabkan 11 orang meninggal dunia.

1990

Pada 1990, wabah antraks terjadi di sejumlah wilayah di Jawa Tengah, yakni tujuh desa Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang; satu desa di Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak; dan tiga desa di Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali.

Akibatnya 48 orang dilaporkan positif antraks namun tidak ditemukan kasus kematian akibatnya. Meski begitu, pemerintah kala itu sampai menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB).

2000-2001

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gejala dan Penyebab Penyakit Antraks, Ditularkan dari Hewan Ternak!

Gejala dan Penyebab Penyakit Antraks, Ditularkan dari Hewan Ternak!

News | Jum'at, 07 Juli 2023 | 13:45 WIB

Fakta-fakta Antraks di Gunungkidul: 3 Warga Tewas, Kuburan Sapi Digali untuk Dikonsumsi Dagingnya

Fakta-fakta Antraks di Gunungkidul: 3 Warga Tewas, Kuburan Sapi Digali untuk Dikonsumsi Dagingnya

Video | Jum'at, 07 Juli 2023 | 13:15 WIB

Mengenal Penyakit Antraks, Penyebab, Gejala dan Cara Mengobatinya

Mengenal Penyakit Antraks, Penyebab, Gejala dan Cara Mengobatinya

Deli | Jum'at, 07 Juli 2023 | 12:32 WIB

Mengenal Apa Itu Tradisi Brandu, Diduga Jadi Sarana Penyebaran Antraks di Gunungkidul

Mengenal Apa Itu Tradisi Brandu, Diduga Jadi Sarana Penyebaran Antraks di Gunungkidul

News | Jum'at, 07 Juli 2023 | 11:34 WIB

Belasan Hewan Ternak Mati, Pemda DIY Pastikan Daging Aman dari Antraks

Belasan Hewan Ternak Mati, Pemda DIY Pastikan Daging Aman dari Antraks

Jogja | Jum'at, 07 Juli 2023 | 11:30 WIB

Terkini

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:50 WIB

Tarif Rp5 Ribu Dikritik Warga, Sekda Janji Evaluasi Parkir Alun-Alun Tegar Beriman

Tarif Rp5 Ribu Dikritik Warga, Sekda Janji Evaluasi Parkir Alun-Alun Tegar Beriman

Bogor | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:48 WIB

Promo Anniversary Bukan Cuma Diskon, Ada Treasure Hunt dan Mini Games

Promo Anniversary Bukan Cuma Diskon, Ada Treasure Hunt dan Mini Games

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:35 WIB

URI Bukan Solusi! Pengangguran Terdidik Terjadi karena Sarjana Tak Punya Skill

URI Bukan Solusi! Pengangguran Terdidik Terjadi karena Sarjana Tak Punya Skill

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Sekolah Ramah Anak Tak Selalu Dimulai dari Hal Besar, Dua Inovasi Siswa Ini Buktinya

Sekolah Ramah Anak Tak Selalu Dimulai dari Hal Besar, Dua Inovasi Siswa Ini Buktinya

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:22 WIB

KPK Ungkap Dugaan Permintaan Opini WTP oleh Bupati PALI, Ada Nama Anggota BPK RI

KPK Ungkap Dugaan Permintaan Opini WTP oleh Bupati PALI, Ada Nama Anggota BPK RI

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:09 WIB

Kapal Tanzania MV Ocean Porter Tertangkap di Riau, Angkut 2,6 Ton Sabu Cair dan Rokok China

Kapal Tanzania MV Ocean Porter Tertangkap di Riau, Angkut 2,6 Ton Sabu Cair dan Rokok China

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:03 WIB

Kapolri Terjun Langsung ke Lokasi Gempa NTT, Boni Hargens Sebut Polri Garda Terdepan Kemanusiaan

Kapolri Terjun Langsung ke Lokasi Gempa NTT, Boni Hargens Sebut Polri Garda Terdepan Kemanusiaan

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:00 WIB

BRI Turut Berperan Aktif Dalam Percepat Pemulihan Gempa NTT Lewat Posko Logistik BRI Peduli

BRI Turut Berperan Aktif Dalam Percepat Pemulihan Gempa NTT Lewat Posko Logistik BRI Peduli

Batam | Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:52 WIB

×