Kasus pembunuhan pensiunan TNI ramai menjadi perbincangan masyarakat. Kasus tersebut berawal dari adanya penemuan mayat pria terbungkus oleh karpet di pinggir Tol Ngawi, Jawa Timur (Jatim).
Identitas tersebut terungkap berdasarkan keterangan dari istri korban. Sejauh ini, pembunuh yang terdiri dari dua orang sudah ditangkap oleh pihak kepolisian.
Berikut fakta-fakta terkait dengan kasus pembunuhan seorang pensiunan TNI di Ngawi tersebut.
Ditemukan Terbungkus oleh Karpet
Diketahui, kasus ini berawal dari penemuan mayat korban yang terbungkus karpet. Mayat tersebut ditemukan di bawah jembatan layang di pinggir ruas Tol Solo-Ngawi KM 557 pada Kamis (29/6/2023) pada pukul 17.30 WIB.
Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh warga bernama Muhsinin (45).
Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Agung Joko Haryono menjelaskan, pada saat ditemukan mayat korban dalam kondisi telanjang tanpa pakaian sehelai pun. Kondisi mayat juga sudah rusak serta dikerubuti oleh belatung.
Identitas Korban Terungkap
Kasus penemuan mayat terbungkus karpet mulai mendapatkan titik terang pada saat seorang wanita asal Magetan menyebut bahwa mayat tersebut adalah suaminya.
Wanita yang diketahui bernama Suciani tersebut memastikan bahwa ciri-ciri mayat yang saat ini sudah dibawa ke RSUD dr Soeroto Ngawi adalah suaminya.
Agung menjelaskan bahwa Suciani sebelumnya pernah melaporkan kehilangan sang suami di Polsek Parang, Magetan. Sang suami bernama Sumiran dikabarkan hilang sejak 25 Juni 2023 lalu. Polisi pun sudah menyerahkan jenazah ke Suciani.
Pensiunan TNI
Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh istri korban, suaminya merupakan pensiunan TNI. Kasus tersebut juga sudah dilimpahkan ke Polres Ponorogo.
Meski begitu, pihak kepolisian masih belum bisa menyebut bahwa mayat yang ditemukan adalah Sumiran, suami dari Suciani. Agung menyebut polisi akan melakukan tes DNA.
Dua Pembunuh Pensiunan TNI Ditangkap
Polisi menangkap dua orang pria yang diduga pembunuh pensiunan TNI yang ditemukan di Tol Ngawi tersebut. Dua tersangka berhasil ditangkap di Jambi.
Polisi menjelaskan keduanya sempat kabur ke Sumatera dan oleh petugas langsung diamankan.
Polisi juga menjelaskan bahwa kedua pelaku ditangkap di lokasi yang berbeda. Satu pelaku ditemukan di Sarolangun satunya ditemukan di Kabupaten Merangin.
Korban dibunuh di rumah kontrakan di Di Dusun Jatisari, Desa Semanding, Jenangan, Ponorogo.
Pelaku Masih di Bawah Umur
Polisi mengungkap fakta bahwa salah satu pembunuh merupakan seorang anak di bawah umur.
Adapun pelaku yaitu bernama AAP yang masih berusia 16 tahun, warga Kabupaten Sarolangun, Jambi.
Motif Pembunuhan
Salah satu pelaku bernama Jeki Rahmat (22) mengaku gelap mata pada saat melakukan pembunuhan terhadap pensiunan TNI tersebut.
Ia juga merasa menyesal telah melakukan pembunuhan. Mulanya, ia berniat datang ke Ponorogo untuk bekerja sebagai penjaga angkringan.
Jeki menyebut ia sudah datang di Ponorogo satu minggu sebelum kejadian, dan mengontrak di sebuah rumah yang berlokasi di Dusun Jatisari, Desa Semanding, Kecamatan Jenangan. Mulanya, ia mencari pekerjaan melalui media sosial.
Lalu ia bertemu dengan korban dan dijanjikan akan memberikan pekerjaan. Namun pekerjaan tersebut tak kunjung datang.
Keduanya terlibat adu mulut, merasa kesal dengan janji korban, pelaku AAP pun gelap mata hingga memukul kepala korban dengan menggunakan batu. Jeki kemudian menghabisi korban dengan mencekik korban hingga meninggal dunia.
Mayat Dibuang di Tol, Mobil Korban Dijual
Berdasarkan keterangan dari kedua pelaku, setelah aksi pembunuhan tersebut dilakukan, mereka membungkus mayat dengan karpet.
Setelah membunuh, mayat korban kemudian dimasukkan ke dalam mobil korban. Para pelaku kemudian membuang mayat korban di pinggir Tol Ngawi. Sementara itu mobil korban tersebut lalu dibawa ke Jambi atau kampung asal kedua pelaku.
Pihak kepolisian sudah melakukan pemblokiran mobil yang dipindahtangankan ke orang lain.
Kontributor : Syifa Khoerunnisa